Connect with us

Politik

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas oleh Petani dan Nelayan di Gorontalo

Presiden Prabowo Subianto menerima Lencana Emas Adhi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama dari KTNA dalam Puncak PENAS XVII di Gorontalo.

Logompn

Published

on

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas oleh Petani dan Nelayan di Gorontalo
Prabowo Dianugerahi Lencana Emas oleh Petani dan Nelayan di Gorontalo. Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

Gorontalo, MPN Indonesia 25 Juni 2026 - Presiden Prabowo Subianto dianugerahi Lencana Emas Adhi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dalam puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang digelar di GOR David-Tony, Limboto, Gorontalo, Rabu (24/6).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi petani dan nelayan terhadap komitmen Prabowo dalam meningkatkan kesejahteraan sektor pertanian dan perikanan serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Penganugerahan dilakukan langsung oleh Ketua Umum KTNA Yadi Sofyan Noor di hadapan peserta yang hadir dalam kegiatan nasional tersebut.

“Bapak Presiden yang terhormat, saya atas nama KTNA dengan ini menganugerahkan Lencana Emas Adhi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama,” ujar Yadi, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (25/6).

Penganugerahan sebagai Simbol Apresiasi Petani dan Nelayan

Yadi menyampaikan bahwa penghargaan ini mewakili aspirasi petani dan nelayan di Indonesia yang merasakan dampak dari berbagai kebijakan pemerintah.

“Pada kesempatan ini saya mewakili keluarga besar petani nelayan yang jumlahnya kurang lebih 160 juta, mengucapkan terima kasih atas program-program yang dibuat oleh pemerintah,” ujar Yadi.

Penghargaan ini diberikan atas kontribusi dalam mendorong pembangunan sektor pertanian dan perikanan serta kebijakan yang dinilai berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat desa.

“Dalam hal ini, Bapak Presiden selalu mendukung program-program yang terkait dengan pertanian serta petani dan nelayan Indonesia,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Yadi juga menekankan kehadiran Presiden dalam acara tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap para pelaku sektor pangan.

“Kehadiran Presiden menjadi kehormatan sekaligus penyemangat bagi kami untuk berkarya, berinovasi, berkontribusi dalam pembangunan pertanian,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bantah Keterlibatan Soeharto dalam Pelanggaran HAM, Fadli Zon: Dugaan Itu Tidak Pernah Terbukti

KTNA menyampaikan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan apresiasi atas upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Program-program yang dijalankan dinilai memberikan dampak terhadap petani dan nelayan di berbagai daerah.

Selain itu, kehadiran Presiden dalam forum nasional tersebut disebut memberikan dorongan bagi para peserta PENAS XVII.

Pernyataan Presiden dalam Acara PENAS XVII

Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan oleh petani dan nelayan.

Ia menyebut penghargaan tersebut memiliki makna khusus karena berkaitan dengan keterlibatannya di sektor pertanian dan perikanan di Indonesia.

Presiden menyampaikan keterlibatannya dalam berbagai kegiatan petani dan nelayan sebelum menjabat sebagai kepala negara.

“Ini juga kebetulan pertama kali saya hadir sebagai Presiden Republik Indonesia. Saya sudah hadir di banyak PENAS karena cukup lama menjadi ketua umum HKTI yang selalu berjuang bersama KTNA untuk kepentingan petani dan nelayan di seluruh Indonesia,” ungkap Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menyatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi bagian dari hubungan yang telah terjalin dengan para petani dan nelayan.

“Selain kehormatan, juga kebanggaan saya. Karena sudah cukup lama saya berjuang bersama para petani dan nelayan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Penyelenggaraan PENAS XVII di Gorontalo menjadi momentum pertemuan nasional antara pemerintah dan pelaku sektor pertanian serta perikanan.

Acara ini juga menjadi ruang untuk memperkuat sinergi dalam pembangunan nasional, khususnya dalam bidang pangan dan kesejahteraan masyarakat desa.

(AKM/NID/RAD)

Trending