Connect with us

Olahraga

Gagal Piala Dunia, Timnas Korea Selatan dan Eks Pelatih Disambut Cemoohan saat Kembali ke Negaranya

Hong Myung-bo dan Timnas Korea Selatan mendapat cemoohan dari suporter setelah gagal lolos dari fase grup Piala Dunia 2026.

Logompn

Published

on

Gagal Piala Dunia, Timnas Korea Selatan dan Eks Pelatih Disambut Cemoohan saat Kembali ke Negaranya
Gagal Piala Dunia, Timnas Korea Selatan dan Eks Pelatih Disambut Cemoohan saat Kembali ke Negaranya. Gambar: The Korea Herald

MPN Indonesia 1 Juli 2026 - Timnas Korea Selatan mendapat sambutan tak mengenakkan dari sejumlah suporter saat tiba di Incheon International Airport, Selasa (30/6) sekitar pukul 04.00 waktu setempat.

Kedatangan skuad itu menjadi sorotan karena mereka gagal melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dan harus tersingkir di fase grup.

Momen Kedatangan Timnas Korea Selatan di Bandara

Kedatangan tim pada dini hari disebut dilakukan untuk menghindari kerumunan yang kecewa.

Namun, sejumlah orang tetap menunggu di bandara ketika rombongan tiba dengan pengamanan ketat.

Suporter yang menunggu di bandara menyoraki pelatih Korea Selatan yang telah mengundurkan diri, Hong Myung-bo.

“Hong Myung-bo keluar!” teriak beberapa orang, dikutip MPN Indonesia melalui The Korea Herald pada Rabu (1/7).

“Sepak bola Korea Selatan sudah mati,” tulis salah satu spanduk yang dibawa massa.

Hong keluar dari pintu kedatangan di bawah sorotan media dan tidak menjawab pertanyaan wartawan.

Hong Myung-bo Mundur

Sebelumnya, Hong Myung-bo mengundurkan diri pada Minggu (28/6) setelah Korea Selatan gagal melewati fase grup.

Tim tersebut tidak masuk sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik untuk melaju ke babak 32 besar.

Peluang lolos sebelumnya masih terbuka, tetapi kekalahan 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir grup mengakhiri perjalanan mereka.

Dalam grup yang juga berisi Meksiko, Afrika Selatan, dan Republik Ceko, Korea Selatan sebelumnya banyak diperkirakan bisa mencapai babak 32 besar.

Kritik Suporter dan Pernyataan Presiden

Kritik terhadap Hong semakin kuat setelah ia mengaku kesulitan memahami apa yang salah setelah pertandingan.

Baca Juga:  Losc vs Galatasaray 2-4: Calvin Verdonk jadi Starter dan Main Penuh

Pengunduran dirinya juga tidak meredakan kekecewaan sebagian suporter yang datang ke bandara.

“Saya mempertanyakan apakah pengunduran dirinya tulus, mengingat sikapnya saat membuat pengumuman itu,” ujar Kim Gi-mo, salah satu suporter yang hadir, kepada AFP.

“Dia merusak festival ini yang hanya diadakan setiap empat tahun sekali. Saya datang ke sini untuk menemui orang yang bertanggung jawab atas hal itu,” imbuhnya.

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, turut mengkritik hasil timnasnya di Piala Dunia.

“Sebagai mantan ketua kehormatan klub sepak bola profesional dan, di lubuk hati, seorang anggota Red Devils, saya merasa bukan hanya terkejut tetapi juga sangat bingung dengan hasil yang tak terduga ini,” ungkapnya.

“Sekali lagi, telah terbukti bahwa keputusan personel menentukan segalanya. Jika loyalitas dan faksionalisme lebih dihargai daripada kompetensi dan orang yang tidak cakap diangkat sebagai pemimpin, hasilnya dapat diprediksi,” tambahnya.

Sorotan juga mengarah kepada keputusan Korea Football Association pada 2024 saat menunjuk Hong sebagai pelatih.

Sebelum Piala Dunia 2026 berlangsung, proses penunjukan itu sudah dikritik karena dianggap kurang transparan.

Son Heung-min Minta Maaf kepada Suporter

Kapten tim Korea Selatan, Son Heung-min, menyampaikan permintaan maaf melalui Instagram setelah penampilan tim di Piala Dunia 2026.

“Pertama-tama, saya ingin menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh rakyat Korea dan kepada para penggemar sepak bola. Sebagai seorang pencinta sepak bola, saya rasa akan sangat disayangkan, mengecewakan, dan sulit jika saya menyaksikan pertandingan seperti ini,” tulisnya, dikutip MPN Indonesia melalui akun Instagram @hm_son7.

“Oleh karena itu, saya tidak berani menyampaikan kekecewaan dan rasa sakit hati para penggemar hanya dengan satu kata maaf, jadi bahkan mengucapkan kata-kata itu pun terasa tidak cukup,” ujarnya.

Baca Juga:  Klasemen Sementara Liga Champions 2026/2027: PSG Geser Barcelona di Puncak

Dalam pernyataan yang sama, Son menyampaikan bahwa turnamen tersebut memiliki arti besar baginya.

“Ini adalah kompetisi yang lebih penting bagi saya daripada siapa pun, dan ‘panggung impian masa kecil’ yang selalu saya bicarakan telah runtuh. Saya sangat terpukul dan terluka. Sejujurnya, masih sulit untuk menerima kenyataan ini,” ungkapnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending