Connect with us

Olahraga

6 Pemain Ini jadi Pahlawan Terbaik Final Piala Dunia

Dalam rentang hampir satu abad sejarah Piala Dunia, hanya segelintir pemain yang mampu memberikan kontribusi langsung di laga final. Berikut daftarnya.

Logompn

Published

on

6 Pemain Ini jadi Pahlawan Terbaik Final Piala Dunia
Mario Gotze saat Piala Dunia 2014. Gambar: FIFA

MPN Indonesia 19 Juli 2026 - Sebanyak 22 pertandingan final Piala Dunia FIFA telah berlangsung sejak 1930 hingga kini, menghadirkan sejumlah pemain yang tampil sebagai penentu kemenangan dalam ajang sepak bola paling bergengsi tersebut.

Dalam rentang hampir satu abad sejarah Piala Dunia, hanya segelintir pemain yang mampu memberikan kontribusi langsung di laga final, baik melalui gol, assist, maupun peran taktis yang krusial.

Menjelang partai final antara Spanyol dan Argentina yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (20/7), FIFA kembali menyoroti enam pemain yang tercatat sebagai pahlawan dalam pertandingan puncak.

Peran pemain-pemain ini menjadi sorotan karena kontribusi mereka terjadi di momen paling menentukan dalam kompetisi sepak bola internasional tersebut.

Dari 1966 hingga 2014, setiap edisi Piala Dunia menghadirkan cerita berbeda mengenai bagaimana individu tertentu mampu mengubah jalannya pertandingan.

1. Geoff Hurst (Inggris, 1966)

Geoff Hurst menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak hat-trick di final Piala Dunia.

Pada laga melawan Jerman Barat di Stadion Wembley, Hurst mencetak tiga gol yang membawa Inggris menang.

Gol keduanya pada menit ke-101 menjadi salah satu yang paling kontroversial dalam sejarah sepak bola karena bola memantul dari mistar dan dinyatakan melewati garis gawang oleh hakim garis Tofiq Bahramov.

Ia menutup penampilannya dengan gol ketiga di detik akhir, memastikan kemenangan Inggris.

2. Mario Kempes (Argentina, 1978)

Mario Kempes menjadi sosok kunci saat Argentina menghadapi Belanda di final yang digelar di El Monumental.

Baca Juga:  Inter Milan Lolos ke Final Liga Champions Usai Tumbangkan Barcelona 4-3

Pemain berusia 23 tahun kala itu mencetak dua gol dan memberikan assist. Ia membuka keunggulan di babak pertama, lalu kembali mencetak gol pada menit ke-104.

Selain itu, ia juga memberikan umpan kepada Daniel Bertoni untuk gol ketiga Argentina yang memastikan kemenangan.

3. Marco Tardelli (Italia, 1982)

Marco Tardelli memainkan peran penting saat Italia mengalahkan Jerman Barat di Santiago Bernabeu.

Ia mencetak gol kedua Italia pada menit ke-69 melalui tembakan dari luar kotak penalti.

Penampilannya di lini tengah menjadi sorotan, terutama karena Italia kehilangan Giancarlo Antognoni akibat cedera.

Penulis ternama Inggris, Brian Glanville, menyebutnya sebagai ‘mesin di lini tengah’ dalam buku The Story of the World Cup.

4. Guido Buchwald (Jerman Barat, 1990)

Guido Buchwald menjadi kunci kemenangan Jerman Barat atas Argentina di final yang berlangsung di Stadio Olimpico, Roma.

Meski tidak mencetak gol, ia menjalankan tugas utama dengan mengawal ketat Diego Maradona.

“Ketika Maradona menguasai bola, kita harus menempatkan empat pemain di sekelilingnya,” kata pelatih Jerman saat itu, Franz Beckenbauer.

Peran Buchwald membuat Argentina kesulitan menciptakan peluang sepanjang pertandingan.

5. Ronaldo (Brasil, 2002)

Ronaldo menjadi penentu kemenangan Brasil saat menghadapi Jerman di Stadion Internasional Yokohama.

Ia mencetak dua gol yang memastikan kemenangan 2-0 bagi Brasil sekaligus membawa tim tersebut meraih gelar kelima di Piala Dunia.

Gol pertama tercipta dari bola muntah hasil tembakan Rivaldo, sementara gol kedua dihasilkan melalui penyelesaian mendatar setelah menerima umpan.

Total delapan gol yang dicetak Ronaldo sepanjang turnamen juga membuatnya meraih Sepatu Emas.

6. Mario Gotze (Jerman, 2014)

Mario Gotze mencetak gol kemenangan Jerman saat menghadapi Argentina di final Piala Dunia 2014.

Baca Juga:  Rayo vs Atletico Madrid 3-0: Los Rojibancos Terpuruk di Butarque

Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-88, Gotze mencetak gol pada menit ke-113 melalui tendangan voli setelah menerima umpan Andre Schurrle.

Gol tersebut menjadikannya pemain pengganti pertama yang mencetak gol di final, sekaligus pemain termuda yang mencetak gol dalam laga final sejak 1966.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending