Connect with us

Olahraga

Tuan Rumah Piala Dunia 2038: Apakah Amerika Serikat Kembali Terpilih?

Amerika Serikat membuka peluang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2038. Donald Trump dan Andrew Giuliani menilai negaranya siap menggelar turnamen FIFA kembali.

Logompn

Published

on

Tuan Rumah Piala Dunia 2038 Apakah Amerika Serikat Kembali Terpilih
Tuan Rumah Piala Dunia 2038 Apakah Amerika Serikat Kembali Terpilih? Gambar: AFP/Andrew Harnik

MPN Indonesia 21 Juli 2026 - Amerika Serikat membuka peluang untuk kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 2038.

Presiden Donald Trump beberapa kali mengajukan agar Amerika Serikat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2038, termasuk saat menghadiri acara FIFA di Trump Tower, New York, pada Jumat (17/7).

“Anda harus memilih Amerika Serikat lagi. Kali ini, kita tidak akan melibatkan Kanada dan Meksiko,” ujar Trump, dikutip MPN Indonesia melalui Politico pada Selasa (21/7).

Sementara itu, Direktur Eksekutif Gugus Tugas Piala Dunia Gedung Putih Andrew Giuliani menegaskan kesiapan negaranya dari sisi fasilitas dan pengalaman penyelenggaraan.

“Jika Anda mempertimbangkan bahwa Piala Dunia ini suatu saat nanti mungkin akan diperluas menjadi 64 tim, saya rasa Amerika Serikat mampu mengatasinya,” ujar Giuliani, dikutip MPN Indonesia melalui BBC.

Andrew: Tidak Ada Negara yang Lebih Tepat selain AS

Amerika Serikat menjadi tuan rumah sebagian besar pertandingan Piala Dunia 2026, dengan total 78 pertandingan dari keseluruhan 104 laga, termasuk seluruh pertandingan mulai babak perempat final hingga final.

Infrastruktur stadion yang telah tersedia dinilai menjadi salah satu keunggulan utama dalam pencalonan Piala Dunia 2038.

Andrew Giuliani juga menyoroti efisiensi biaya yang dimiliki negaranya dibandingkan dengan tuan rumah lain.

“Stadion-stadion sudah dibangun, jadi bagi AS, dibandingkan dengan negara-negara tuan rumah lainnya yang menelan biaya puluhan miliar dolar, bagi kami hanya beberapa miliar dolar,” ungkapnya.

“Tidak ada negara yang lebih tepat untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia selain Amerika Serikat, dan saya pikir kita melihat hal itu di media sosial,” tambah Giuliani.

Baca Juga:  Prediksi Starting XI PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2026 Malam Ini

Antusiasme Penonton

Donald Trump menjadikan tingkat kehadiran penonton sebagai indikator penyelenggaraan sepak bola di negaranya.

“Saya punya ide untuk Gianni. Saya bilang, ‘Kita lakukan saja.’ Orang mungkin mengira stadion akan kosong, tetapi ternyata tidak seperti itu,” ujar Trump dalam wawancara sebelum final Piala Dunia 2026.

“Saya rasa tingkat keterisiannya mencapai 99,9 persen, bahkan mungkin lebih karena stadion benar-benar penuh. Berdasarkan angka itu, kami akan segera mengajukan diri lagi,” tambahnya.

Aturan FIFA dan Peluang Piala Dunia 2038

Meski terdapat dorongan tersebut, peluang Amerika Serikat untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2038 dipengaruhi oleh aturan FIFA terkait rotasi wilayah.

Piala Dunia 2030 telah ditetapkan berlangsung di Spanyol, Portugal, dan Maroko, dengan pertandingan pembuka di Argentina, Paraguay, dan Uruguay. Sementara itu, edisi 2034 akan digelar di Arab Saudi.

Dengan kondisi tersebut, kawasan Amerika Utara menjadi salah satu kandidat yang memenuhi syarat untuk edisi 2038.

Namun, terdapat catatan bahwa belum pernah ada negara yang kembali menjadi tuan rumah dalam rentang waktu 12 tahun setelah penyelenggaraan sebelumnya.

Selain itu, terdapat wacana penyelenggaraan bersama, termasuk kemungkinan kolaborasi dengan negara lain.

Trump menyebut telah berdiskusi dengan Gianni Infantino mengenai opsi tersebut, termasuk kemungkinan melibatkan lebih dari satu negara dalam penyelenggaraan.

Tantangan dan Isu Kontroversial

Di tengah pembahasan tersebut, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat juga menghadapi sejumlah tantangan.

Beberapa isu yang muncul meliputi kritik terkait hak asasi manusia, biaya perjalanan, serta permasalahan visa yang sempat memengaruhi staf pendukung Timnas Iran.

Situasi geopolitik dan kebijakan imigrasi juga menjadi perhatian publik internasional. Namun, Giuliani menyatakan bahwa respons terhadap Amerika Serikat tetap positif.

Baca Juga:  Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Kapan Main?

“Saya rasa kita melihat bahwa dari semua penggemar yang mungkin berinteraksi dengan AS untuk pertama kalinya, atau untuk pertama kalinya setelah sekian lama, AS benar-benar sangat ramah, dan kita memiliki infrastruktur yang luar biasa,” ujarnya.

Di sisi lain, ia juga menyampaikan pandangan terkait respons global terhadap negaranya.

“Sungguh luar biasa melihat kecintaan dunia terhadap Amerika Serikat pada ulang tahun ke-250 kami. Ini sangat menggerakkan,” lanjutnya.

Ia juga menyebut pembahasan terkait kemungkinan pencalonan Piala Dunia 2038 telah dilakukan bersama Presiden Donald Trump.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending