Connect with us

Lifestyle

Tidak Selalu Manis, Begini Sisi Gelap Kerja di Pelayaran

Bekerja di kapal tidak selalu menyenangkan. Simak berbagai keuntungan dan sisi gelap dunia pelayaran yang jarang diketahui banyak orang.

Logompn

Published

on

Tidak Selalu Manis, Begini Sisi Gelap Kerja di Pelayaran
Tidak Selalu Manis, Begini Sisi Gelap Kerja di Pelayaran. Gambar: LPK Marine Cruise

MPN Indonesia 21 Juli 2026 - Hai, Sobat MPN! Setelah sebelumnya kita bahas soal Sisi Gelap Dunia Model, sekarang kita akan bahas sisi gelap kerja di pelayaran.

Pernah nggak sih kamu bayangin rasanya kerja di atas kapal? Pasti seru ya, bisa keliling dunia sambil dapet gaji gede dalam dolar. Tapi, tunggu dulu, nggak semuanya seindah yang kelihatan dari luar.

Nah, dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang berbagai tantangan yang dihadapi para pekerja kapal, supaya kamu bisa dapet gambaran yang lebih lengkap dan realistis.

Mulai dari jam kerja yang nggak menentu, drama di tempat kerja, sampai masalah kesehatan dan keamanan.

Siapin diri kamu ya, karena fakta-fakta ini bakal menambah wawasan kamu dan bisa jadi pertimbangan buat kamu yang mau terjun ke dunia pelayaran!

Keuntungan yang Didapatkan Ketika Bekerja di Pelayaran

Keuntungan yang Didapatkan Ketika Bekerja di Pelayaran
Keuntungan yang Didapatkan Ketika Bekerja di Pelayaran. Gambar: LPK Marine Cruise

1. Gaji dalam Dolar

Sobat MPN, siapa sih yang nggak pengen dapet gaji gede? Salah satu keuntungan utama bekerja di pelayaran adalah gaji yang dibayar dalam dolar. Walaupun kita cuma berstatus karyawan biasa di kapal, tetap aja gajinya bisa bikin mata melotot.

Apalagi buat mereka yang berasal dari daerah dengan rata-rata pendapatan yang lebih rendah, gaji dalam dolar ini tentu sangat menggiurkan.

Dengan gaji ini, kita bisa membantu keluarga di rumah dan bahkan menabung untuk masa depan.

2. Kesempatan Keliling Dunia

Nah, ini nih yang bikin banyak orang tergoda buat kerja di kapal. Bayangin aja, Sobat, kita bisa keliling dunia tanpa harus keluar duit!

Kita bisa mampir ke berbagai negara, mengenal budaya baru, dan menikmati pemandangan yang indah dari berbagai belahan dunia.

Setiap pelabuhan yang disinggahi bisa jadi pengalaman baru yang seru.

3. Pengalaman Baru yang Menarik

Selain gaji dan jalan-jalan, bekerja di kapal juga menawarkan segudang pengalaman baru.

Baca Juga:  Menguak Sisi Gelap Internet: Deep Web dan Dark Web yang Misterius

Mulai dari belajar beradaptasi dengan lingkungan yang dinamis, hingga bertemu dengan orang-orang dari berbagai negara dan latar belakang.

Pengalaman ini bisa nambah skill kita dalam berkomunikasi, problem-solving, dan teamwork.

Di dunia kerja yang kompetitif, pengalaman internasional seperti ini bisa jadi nilai tambah yang besar.

Sisi Gelap Kerja di Pelayaran yang Jarang Diketahui

Sisi Gelap Kerja di Pelayaran yang Jarang Diketahui
Sisi Gelap Kerja di Pelayaran yang Jarang Diketahui. Gambar: Cruise Jobs

1. Jam Kerja yang Tidak Menentu

Oke, sekarang kita mulai masuk ke sisi gelapnya nih, Sobat MPN. Salah satu tantangan terbesar bekerja di pelayaran adalah jam kerja yang nggak menentu.

Kalau di darat, kita biasanya punya jam kerja yang jelas, misalnya 8 jam sehari dengan weekend sebagai hari libur.

Tapi di kapal? Lupakan deh yang namanya jam kerja normal. Di sini, kita bisa kerja lebih dari 10 jam sehari, bahkan sampai 12–13 jam kalau ada event khusus.

Di kapal pesiar misalnya, minimal kita harus kerja 10 jam sehari. Tergantung situasi, jam kerja bisa lebih panjang lagi.

Misalnya, saat ada acara besar seperti tahun baru atau Natal, kita bisa kerja sampai 12–13 jam sehari.

Ini belum termasuk kalau ada pekerjaan tambahan yang harus diselesaikan. Jam kerja yang panjang ini tentu bikin capek fisik dan mental. Buat yang nggak terbiasa, ini bisa jadi cobaan berat.

Kerja dengan jam panjang yang nggak menentu itu punya dampak serius terhadap kesehatan.

Mulai dari kelelahan, kurang tidur, sampai stres berkepanjangan. Nggak jarang, pekerja kapal mengalami masalah kesehatan seperti diare, pusing, dan nyeri otot.

Kondisi ini makin diperparah dengan lingkungan kerja yang serba terbatas dan jauh dari fasilitas medis yang memadai.

Jadi, buat kamu yang punya masalah kesehatan, penting banget buat mempertimbangkan ini sebelum memutuskan kerja di kapal.

2. Hubungan yang Bisa Berpengaruh pada Karier

Kerja di kapal nggak cuma soal kerjaan aja, tapi juga soal pergaulan. Ada anggapan umum kalau kru kapal sering gonta-ganti pasangan selama berlayar.

Ini bisa jadi kenyataan karena suasana di kapal yang intens dan terbatas membuat hubungan antar kru jadi lebih dekat.

Nggak jarang, hubungan ini berpengaruh ke karier juga. Ada yang bilang, kalau kita dekat dengan atasan, kesempatan naik pangkat jadi lebih besar.

Ini terutama berlaku buat pelaut perempuan. Mereka sering dianggap punya jalan pintas untuk naik jabatan dengan cara dekat dengan bos. Hal ini menimbulkan berbagai spekulasi dan drama di kalangan kru.

Baca Juga:  Misteri Terowongan Casablanca: Ada Jenazah yang Tidak Bisa Dipindahkan

Dian Tias, seorang Youtuber yang pernah bekerja di kapal pesiar, membagikan pengalamannya. Dia bilang, senior-seniornya sering memberikan nasihat sinis soal bagaimana perempuan bisa cepat naik pangkat.

Awalnya, Dian nggak ngerti maksud mereka. Tapi setelah beberapa kontrak, dia mulai menyadari bahwa hubungan dekat dengan bos memang bisa jadi tiket cepat untuk naik kelas. Hal ini memunculkan berbagai gosip di kalangan kru kapal.

3. Banyak Drama dan Konflik di Tempat Kerja

Sobat MPN, kalau kamu pikir kerja di kapal bebas dari drama, kamu salah besar. Tempat kerja di kapal justru penuh dengan dinamika yang sering kali dibesar-besarkan.

Kita hidup dan kerja bareng orang yang sama setiap hari di ruang yang terbatas.

Kesalahan kecil bisa jadi bahan gosip dan cerita yang meluas. Misalnya, kalau ada yang telat sedikit atau bikin kesalahan kecil, bisa jadi bahan pembicaraan seluruh kru.

Di kapal pesiar, satu kesalahan kecil bisa cepat menyebar jadi cerita besar. Situasi seperti ini bisa membuat suasana kerja jadi nggak nyaman.

Pekerja jadi was-was dan takut melakukan kesalahan karena khawatir jadi bahan omongan.

Drama di tempat kerja juga berdampak pada kondisi mental. Suasana yang penuh gosip dan intrik bisa memicu stres dan kecemasan. Hal ini dapat mengganggu performa kerja secara keseluruhan.

4. Minimnya Keamanan dan Risiko Kehilangan Barang

Selain dinamika kerja, ada juga masalah keamanan di kapal. Pencurian barang menjadi salah satu risiko yang dihadapi pekerja kapal.

Ada kasus kru yang kehilangan uang gaji selama 7 bulan karena dicuri. Untuk mengurangi risiko ini, banyak perusahaan kapal mulai menggunakan sistem pembayaran non-tunai.

Gaji kru dibayarkan melalui kartu khusus seperti ocean pay, sehingga tidak perlu menyimpan uang tunai.

Selain itu, perusahaan juga meningkatkan keamanan dengan pemasangan CCTV dan pemeriksaan rutin. Meski begitu, risiko kehilangan barang tetap ada dan kru harus tetap waspada.

5. Kondisi Memprihatinkan Pekerja Bongkar Muat

Sobat MPN, selain pekerja kapal, ada juga pekerja bongkar muat yang menghadapi tantangan tersendiri. Upah mereka sering kali tidak menentu, tergantung jumlah muatan yang dibongkar.

Upah harian bisa berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp200 ribu. Kondisi ini membuat pendapatan mereka tidak stabil.

Mereka biasanya menunggu di tepi pantai dan mengangkut hasil tangkapan seperti ikan tuna, cakalang, udang, dan cumi. Pekerjaan ini berat dan dilakukan dalam kondisi cuaca yang tidak selalu mendukung.

Baca Juga:  9 Sisi Gelap K-pop, Tidak Lepas dari Skandal dan Pelecehan

6. Sering Menghadapi Masalah Kesehatan

Sobat MPN, kerja dengan jam panjang di kapal berdampak pada kesehatan. Banyak pekerja mengalami kelelahan kronis, kurang tidur, dan stres berkepanjangan.

Kondisi ini bisa memicu berbagai gangguan seperti diare, pusing, nyeri otot, hingga gangguan pencernaan. Situasi diperburuk oleh keterbatasan fasilitas kesehatan di kapal.

Pekerja hanya mengandalkan kotak P3K dan obat dasar. Jika sakit serius, mereka harus menunggu izin untuk turun dari kapal.

Salah satu contoh adalah Rahayu, pekerja pengolahan ikan di Pelabuhan Benoa. Ia sering bekerja lembur dengan upah terbatas dan mengalami kelelahan hingga sakit.

7. Ketidakpastian Pengupahan

Sobat MPN, banyak pekerja kapal mengeluhkan sistem pengupahan yang tidak transparan. Mereka tidak selalu mengetahui rincian gaji yang diterima.

Contohnya Ponco, awak kapal di KM Bandar Nelayan. Ia dijanjikan upah harian Rp60 ribu dan premi Rp13.500/kg.

Namun setelah 7 bulan, ia hanya menerima Rp4,2 juta karena berbagai potongan.

Kondisi ini membuat pekerja merasa dirugikan. Sebagian mencoba mencari bantuan dari organisasi seperti DFW Indonesia untuk mendapatkan hak mereka.

8. Perekrutan dan Peran Calo

Sobat MPN, perekrutan melalui calo juga menjadi persoalan. Banyak pekerja dijanjikan kondisi kerja yang baik, tetapi kenyataannya berbeda.

Calo sering mengambil keuntungan dengan memotong upah atau meminta biaya tinggi. Hal ini membuat pekerja berada dalam posisi rentan tanpa kontrak yang jelas.

9. Regulasi dan Pengawasan yang Lemah

Sisi gelap pelayaran juga dipengaruhi oleh lemahnya pengawasan. Meskipun ada aturan, implementasinya sering tidak konsisten.

Dinas Ketenagakerjaan mengakui adanya keterbatasan dalam pengawasan pekerja kapal. Hal ini membuat berbagai pelanggaran tidak terdeteksi dengan baik.

Tumpang tindih regulasi antar lembaga juga menjadi kendala. Akibatnya, perlindungan terhadap pekerja kapal belum berjalan optimal.

Kesimpulan

Sobat MPN, setelah kita membahas panjang lebar tentang sisi gelap kerja di pelayaran, kita bisa melihat bahwa pekerjaan ini memang tidak semudah yang dibayangkan.

Meskipun ada keuntungan seperti gaji besar dan kesempatan keliling dunia, tetapi tantangan dan risiko yang harus dihadapi sangatlah berat.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami dan menyadari realitas ini. Semoga artikel ini bisa memberikan gambaran yang lebih lengkap dan realistis tentang dunia pelayaran.

Buat kamu yang tertarik dengan pekerjaan di kapal, pastikan untuk mempertimbangkan semua aspek ini sebelum mengambil keputusan.

Kalau kamu merasa artikel ini bermanfaat, jangan ragu untuk share ke teman-teman kamu.

Mungkin mereka juga perlu tahu tentang sisi gelap kerja di pelayaran. Yuk, diskusi di kolom komentar dan ceritakan pendapat kamu tentang topik ini!

Referensi

  • Hops.id. (2024, Mei 21). Tidak Melulu Manis, TKI Ini Bongkar Sisi Gelap Kerja di Pelayaran. https://www.hops.id/trending/29412721847/tidak-melulu-manis-tki-ini-bongkar-sisi-gelap-kerja-di-pelayaran?page=2
  • Mojok.co. (2024, Juni 21). Sisi Gelap Pelayaran yang Jarang Diketahui Orang Awam. https://mojok.co/terminal/sisi-gelap-pelayaran-yang-jarang-diketahui-orang-awam/
  • Project Multatuli. (2024, Juni 21). Sisi Gelap Pekerja Perikanan Tuna dan Cumi di Benoa. https://projectmultatuli.org/sisi-gelap-pekerja-perikanan-tuna-dan-cumi-di-benoa/

(ADN/NID/RAD)

Trending