Connect with us

Internasional

5 Sisi Gelap Malaysia, Menganggap Orang Indonesia hanya Sebatas Pembantu?

Di balik kemajuan Malaysia, terdapat sejumlah persoalan yang menjadi sorotan, seperti hak pekerja migran, kemiskinan, dan isu kewarganegaraan di Sabah.

Logompn

Published

on

5 Sisi Gelap Malaysia, Menganggap Orang Indonesia hanya Sebatas Pembantu
Kota Kuala Lumpur, Malaysia. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 21 Juli 2026 - Halo, Sobat MPN! Setelah sebelumnya kita membahas Sisi Gelap Singapura, kini saatnya kita membahas sisi gelap Malaysia.

Negeri jiran kita yang satu ini sering kali terlihat begitu gemilang di mata dunia. Gedung-gedung tinggi, ekonomi yang berkembang pesat, dan budaya yang kaya membuat Malaysia terlihat begitu sempurna.

Tapi, di balik semua kemegahan itu, ternyata ada sisi gelap yang jarang dibicarakan, lho! Penasaran, kan?! Yuk, langsung saja kita mulai petualangan membongkar sisi gelap Malaysia!

1. Sering Mengakui Budaya Negara Tetangga

Sering Mengakui Budaya Negara Tetangga
Batik dan Reog Ponorogo. Gambar: Ilustrasi Canva

Nah, Sobat MPN, mari kita mulai dengan bahasan yang sering bikin kita, orang Indonesia, geregetan. Kamu pasti pernah dengar dong soal Malaysia yang suka klaim budaya kita?

Mulai dari batik, Reog Ponorogo, hingga lagu Rasa Sayange, semuanya pernah diakui sebagai milik mereka. Nggak heran kalau hal ini sering bikin hubungan kita dengan Malaysia jadi panas dingin.

Klaim budaya ini nggak cuma masalah soal identitas, tapi juga kebanggaan nasional.

Budaya adalah warisan yang harus dijaga, dan ketika satu negara mengklaim budaya negara lain, itu seperti merampas bagian dari sejarah dan identitas kita.

Makanya, penting banget buat kita untuk terus menjaga dan mempromosikan budaya kita sendiri agar dunia tahu dari mana asalnya yang sebenarnya.

2. Memperlakukan Pekerja Migran dan Imigran secara Tidak Manusiawi

Memperlakukan Pekerja Migran dan Imigran Secara Tidak Manusiawi
Memperlakukan Pekerja Migran dan Imigran Secara Tidak Manusiawi. Gambar: ICJ

Buat kamu yang belum tahu, banyak pekerja migran dari Indonesia yang bekerja di Malaysia sering kali mengalami perlakuan yang nggak manusiawi.

Baca Juga:  Polda NTT Gagalkan Pengiriman 9 Calon PMI Ilegal ke Malaysia, Satu Tersangka Diringkus

Mulai dari kerja berlebihan, kekerasan fisik, gaji yang nggak dibayar, sampai pelecehan seksual, semuanya pernah terjadi. Ini jelas sesuatu yang nggak bisa kita biarkan begitu saja.

Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa masih banyak yang perlu diperbaiki dalam sistem perlindungan pekerja migran di Malaysia.

Para migran ini adalah pahlawan devisa yang layak mendapatkan perlakuan layak dan adil.

Selain itu, ada juga perlakuan buruk terhadap imigran yang menjadi sorotan. Pada Juni 2022, koalisi buruh imigran mencatat bahwa dalam dua tahun (2021-2022) ada 149 WNI yang meninggal dunia di Malaysia akibat penyiksaan di tahanan migrasi.

Nggak cuma itu, imigran gelap dari Filipina juga mengalami perlakuan yang sama, termasuk hukuman penjara dan cambuk. Perlakuan ini jelas melanggar hak asasi manusia dan harus dihentikan.

Banyak negara sudah menganggap hukuman cambuk sebagai bentuk pelanggaran HAM, tapi Malaysia masih memberlakukannya atas nama penegakan hukum.

So, kita harus terus mengawasi dan menekan pemerintah Malaysia untuk memperbaiki kondisi ini demi kebaikan bersama.

Jadi, semoga ke depannya ada perbaikan nyata untuk melindungi hak-hak mereka, ya!

3. Lebih dari 1 Juta Orang Hidup Tanpa Kewarganegaraan di Sabah

Lebih dari 1 Juta Orang Hidup Tanpa Kewarganegaraan di Sabah
Lebih dari 1 Juta Orang Hidup Tanpa Kewarganegaraan di Sabah. Gambar: AFP

Kalau tadi kita ngomongin soal perlakuan tidak adil pekerja migran, sekarang kita beralih ke kehidupan imigran tanpa dokumen di Sabah. Sob, di sini ada lebih dari 1 juta orang yang hidup tanpa kewarganegaraan, lho.

Di daerah Sabah, ada banyak orang yang lahir dan besar di sana tapi tidak diakui sebagai warga negara.

Bayangkan, mereka sudah hidup sampai bergenerasi-generasi, tapi tetap dianggap ilegal! Ini tentu saja membawa dampak sosial dan ekonomi yang besar.

Mereka adalah imigran lama yang nggak punya dokumen resmi, dan sayangnya, mereka seringkali diabaikan oleh pemerintah.

Baca Juga:  Asosiasi Minta Durian Jadi Buah Nasional Malaysia, Bakal Ada Hari Durian Nasional?

Akibatnya, mereka nggak punya akses ke hak-hak dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

Hal ini juga berdampak besar pada kehidupan mereka sehari-hari. Mereka terpaksa hidup dalam ketidakpastian dan tanpa jaminan masa depan yang jelas. Ini adalah isu serius yang butuh perhatian dan solusi segera.

4. Banyak Kawasan Kumuh yang Tersembunyi di Balik Gedung Mewah

Banyak Kawasan Kumuh yang Tersembunyi di Balik Gedung Mewah
Banyak Kawasan Kumuh di Malaysia. Gambar: The Edge Malaysia

Di balik kemegahan gedung-gedung pencakar langit dan pusat-pusat perbelanjaan mewah, ternyata ada kenyataan pahit tentang kesenjangan antara si kaya dan si miskin.

Ada banyak kawasan kumuh di kota ini yang sering tersembunyi dari pandangan wisatawan dan dunia internasional.

Bahkan, Malaysia pernah manipulasi data kemiskinan di PBB untuk menjaga citra negaranya. Ini menunjukkan bahwa ada masalah mendasar yang perlu segera diatasi.

Kesenjangan sosial ini nggak cuma merugikan mereka yang kurang beruntung, tapi juga bisa menimbulkan berbagai masalah sosial yang lebih besar di masa depan.

5. Sikap Angkuh Warga Malaysia Terhadap TKI

Sikap Angkuh Warga Malaysia Terhadap TKI
TKI di Malaysia. Gambar: AFP/Mohd Rasfan

Selain masalah perlakuan terhadap pekerja migran dan imigran, ada juga masalah sikap angkuh beberapa warga Malaysia terhadap orang Indonesia, terutama para tenaga kerja Indonesia.

Beberapa dari mereka menganggap hubungan dengan orang Indonesia hanya sebatas majikan dan pembantu.

Sikap seperti ini tentu sangat tidak menyenangkan dan bisa mempengaruhi hubungan kedua negara.

Contoh-contoh nyata dari sikap angkuh ini sering kali muncul dalam interaksi sehari-hari dan media sosial.

Hal ini tidak hanya merugikan pekerja migran yang mencari nafkah di Malaysia, tapi juga menciptakan stereotip negatif yang bisa memicu konflik.

Kesimpulan

Sobat MPN, setelah melihat enam sisi gelap Malaysia, jelas bahwa di balik kemegahan dan citra positifnya, Malaysia memiliki banyak masalah serius yang perlu segera diatasi.

Baca Juga:  Menhan Sjafrie Beberkan Alasan RI Pilih Kelola Blok Ambalat Bersama Malaysia

Semua sisi gelap ini menunjukkan bahwa masih banyak persoalan yang harus dilakukan untuk memperbaiki keadaan.

Penting bagi kita untuk belajar dari masalah-masalah ini agar bisa dijadikan pembelajaran untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan manusiawi.

Jadi, mari kita tetap kritis, peduli, dan selalu berusaha membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik untuk semua orang.

Terima kasih sudah membaca sampai akhir, Sobat MPN! Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa membuka mata kita semua terhadap isu-isu yang ada di sekitar kita.

Jangan lupa untuk selalu menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan saling menghormati, di mana pun kita berada. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita16 minutes ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti25 minutes ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi32 minutes ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal42 minutes ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga1 hour ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional1 hour ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi3 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga3 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral3 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga3 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga3 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

PSS vs Borneo 1 2 Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam
Olahraga4 hours ago

PSS vs Borneo 1-2: Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam

Tak Hanya Jaga Mangrove, Flora Potensi Prioritaskan Kesejahteraan Warga Pesisir di Aceh
Berita4 hours ago

Tak Hanya Jaga Mangrove, Flora Potensi Prioritaskan Kesejahteraan Warga Pesisir di Aceh

Tema Hari Sumpah Pemuda 2026 Makna dan Filosofi Logo Resmi
Berita4 hours ago

Tema Hari Sumpah Pemuda 2026: Makna dan Filosofi Logo Resmi

Trending