Connect with us

Selebriti

Kirana Larasati Tanggapi Kasus Maling Ayam di Bali: Stop Meromantisasi

Kirana Larasati mengkritik respons publik dalam kasus KD di Tabanan, Bali, dan meminta masyarakat tidak meromantisasi tindakan pencurian.

Logompn

Published

on

Kirana Larasati Tanggapi Kasus Maling Ayam di Bali Stop Meromantisasi
Kirana Larasati Tanggapi Kasus Maling Ayam di Bali. Gambar: Instagram/@kiranalarasati

MPN Indonesia 30 Juli 2026 - Respons Kirana Larasati terhadap kasus dugaan pencurian yang berujung tewasnya seorang pria di Kabupaten Tabanan, Bali, pada Jumat (24/7), memicu perhatian publik.

Pria berinisial KD dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, usai disebut tertangkap tangan melakukan pencurian ayam milik warga.

Peristiwa ini viral setelah video anak perempuan KD menangis di pemakamannya sehingga memunculkan simpati dari masyarakat.

Melalui akun Threads miliknya, Kirana menyampaikan pandangan berbeda dengan sebagian respons publik yang berfokus pada sisi emosional keluarga terduga pelaku.

“Kata aku sih stop meromantisasi hidup maling. Maling uang rakyat juga banyak. Cuma gak bisa kena gebuk warga aja,” tulisnya, dikutip MPN Indonesia melalui akun Threads @kiranalarasati pada Kamis (30/7).

Ia menilai kondisi ekonomi yang sulit tidak serta-merta menjadi pembenaran atas tindakan pencurian.

“Ngomongin hidup susah, yang susah juga banyak. Tapi banyak yang milih gak jadi maling. Ngomongin anak, yang lain menderita juga banyak. Cuma gak ketangkep kamera aja, lensanya bagus pula. Dramatis. Kayak di film,” lanjut Kirana.

Tanggapan Kirana atas Respons Publik

Di tengah simpati publik terhadap keluarga terduga pelaku tersebut, Kirana menegaskan pandangannya terkait tanggung jawab individu dalam tindakan kriminal.

“Anak istri susah karena perbuatan kriminal bapaknya? Ya risiko. Bapaknya mestinya udah mikir. Menurutku sih bukan urusan kita. Biar mereka menata hidupnya sendiri,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar perhatian publik tidak hanya tertuju pada satu sisi, tetapi juga mempertimbangkan pihak yang diduga menjadi korban pencurian.

“Korban kemalingannya gimana? Kok gak kasihan? Punya anak istri juga loh mereka. Kita juga sering jadi korban maling duit rakyat, gak pernah dapat kasihan juga hehe,” pungkasnya.

Baca Juga:  Kelompok Pemuda Serang Pemukiman Warga di Jakut, Dekat Rumah Anggota DPR Ahmad Sahroni

Dalam unggahan lainnya, Kirana turut membagikan pengalaman pribadi terkait tindak kriminal yang pernah dialaminya.

“Aku pernah jadi korban penodongan di pinggir jalan di Jl. Wijaya, Jaksel, tahun 93/94 lagi naik bajaj sama bundaku, habis ambil rapor kenaikan kelas, dan bundaku ditodong golok di leher. Diambil semua perhiasannya. Sejengkal dekat dengan kematian hanya karena emas sedikit. Jadi sorry not sorry, sebut saja aku nirempati. Gpp 🤭,” tulisnya.

(ELG/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending