Connect with us

Selebriti

Kronologi Konflik Sarwendah dan Ruben Onsu hingga Polemik Hak Asuh Anak

Simak awal mula konflik Sarwendah dan Ruben Onsu berikut ini. Mulai dari awal mulai cerai hingga persoalan hak asuh anak.

Logompn

Published

on

Kronologi Konflik Sarwendah dan Ruben Onsu hingga Polemik Hak Asuh Anak
Kronologi Konflik Sarwendah dan Ruben Onsu. Gambar: Instagram/@sarwendah29, @ivangunawanprive

MPN Indonesia 30 Juli 2026 - Konflik antara Sarwendah dan Ruben Onsu memasuki babak baru setelah persoalan keduanya berkembang menjadi polemik hak asuh anak.

Ruben diketahui mengajukan gugatan terkait pengasuhan anak ke Pengadilan Negeri pada 30 Juni 2026.

Poin utama dalam gugatan itu berkaitan dengan hak Ruben untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama anak-anak.

Selain pembagian waktu, pihak Ruben juga menyampaikan kekhawatiran mengenai keterlibatan anak-anak dalam aktivitas komersial di media sosial.

Pertemuan Ruben dan Sarwendah Sempat Batal Terlaksana

Sebelum gugatan diajukan, Ruben dan Sarwendah sebenarnya sempat dijadwalkan bertemu secara langsung pada 11 Juli 2026.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi jalan bagi keduanya untuk membicarakan pembagian waktu bersama anak-anak dan berbagai persoalan yang muncul setelah perceraian.

Namun, agenda itu akhirnya batal setelah Ruben memilih membawa persoalan pengasuhan anak ke jalur hukum.

Ruben Onsu Mengadu ke KPAI

Sebelum mengajukan gugatan, Ruben Onsu lebih dahulu mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 22 Juni 2026.

Dalam pengaduannya, Ruben menyampaikan keresahan mengenai anak-anak yang disebut ikut melakukan siaran langsung atau live berjualan bersama Sarwendah.

Ia juga mengadukan persoalan akses pertemuan dengan anak-anak yang menurutnya telah dibatasi sejak beberapa waktu terakhir.

Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menyebut pembagian waktu bersama anak sebenarnya telah diatur dalam kesepakatan yang dibuat ketika Ruben dan Sarwendah bercerai.

Baca Juga:  Bikin Shock! DJ Bravy Blak-blakan Ngaku Selingkuh dan Batal Nikahi Erika Carlina

“Mengenai masalah anak itu dalam perjanjian sudah tegas tertulis dan tercantum bahwa dalam satu minggu, Ruben memiliki waktu untuk ketemu dan berkumpul dengan anaknya dua sampai tiga hari, di mana masalah waktunya kapan itu akan didiskusikan, tetapi faktanya kan juga tidak sesuai bahkan dari awal perceraian mereka,” kata Minola.

Menurut pihak Ruben, hak bertemu bukan hanya dimiliki oleh seorang ayah, melainkan juga menjadi hak anak untuk tetap mempunyai hubungan dengan ayah kandungnya.

“Anak itu kan bukan benda, anak punya hati dan perasaan. Dia punya hak bertemu dengan ayahnya, ayahnya juga punya hak untuk bertemu dengan dia. Jadi harusnya laksanakan isi perjanjian, dua atau tiga hari menginap sama Ruben. Atur! Berikan waktunya,” ujarnya.

Ruben juga mengaku telah berusaha menghubungi anak-anaknya, tetapi belum memperoleh kesempatan bertemu sesuai harapannya.

Pada hari yang sama setelah mendatangi KPAI, Ruben bertemu Sarwendah dan anak-anak di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Saat itu, Ruben diketahui hendak berangkat umrah. Namun, pertemuannya dengan Sarwendah dan anak-anak berlangsung singkat dan belum menyelesaikan persoalan di antara mereka.

Sarwendah Mendatangi Komnas Perempuan

Sehari setelah Ruben mendatangi KPAI, Sarwendah menemui Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan atau Komnas Perempuan pada 23 Juni 2026.

Sarwendah disebut menceritakan perjalanan rumah tangganya bersama Ruben, mulai dari awal pernikahan hingga keduanya berpisah.

Pihak Sarwendah juga mengklaim telah lebih dahulu mengajukan pengaduan kepada KPAI sebelum Ruben datang.

Persoalan Memanas sejak Akhir Mei 2026

Konflik terbuka antara Sarwendah dan Ruben mulai memanas pada akhir Mei 2026.

Saat itu, pihak Sarwendah mengungkapkan bahwa dirinya kembali didatangi penagih utang atau debt collector terkait cicilan kendaraan yang disebut sebagai aset milik Ruben.

Baca Juga:  Umur Sarwendah Berapa? Simak Usia Mantan Istri Ruben Onsu di Sini

Pihak Sarwendah juga mengungkap persoalan rumah yang ditempatinya bersama anak-anak.

Selain itu, pihak Sarwendah menyebut Ruben tidak lagi memenuhi biaya pendidikan dan kesehatan anak-anak sejak akhir 2025.

Ruben Akui Menghentikan Nafkah sejak Desember 2025

Pihak Ruben kemudian memberikan penjelasan mengenai berhentinya penyaluran dana untuk kebutuhan anak-anak.

Ruben mengakui telah menghentikan pemberian dana sekitar Rp200 juta per bulan sejak Desember 2025.

Menurut pihak Ruben, keputusan itu bukan disebabkan oleh masalah keuangan, melainkan sebagai bentuk protes karena Ruben merasa terus menjalankan kewajibannya, tetapi tidak mendapatkan hak untuk bertemu anak-anak.

“Kenapa Ruben akhirnya menghentikan pemberian nafkah pada anak-anaknya? Karena Ruben berpikir, ‘Kewajibanku kubayar terus bahkan melampaui apa yang seharusnya, hakku aku enggak dapat.’ Oh dia juga ingin menunjukkan aksi protesnya, ‘Aku juga bisa tidak melaksanakan kewajibanku’,” kata Minola.

Sarwendah Bantah Mempersulit Ruben Bertemu Anak

Di sisi lain, tudingan mengenai pembatasan akses anak langsung dibantah oleh pihak Sarwendah.

Sarwendah juga membantah tudingan yang menyebut dirinya sengaja menghalangi komunikasi Ruben dengan anak-anak.

Menurut pihaknya, keluhan Ruben mengenai akses pertemuan hanya bermula dari satu pesan yang tidak memperoleh balasan.

Kedekatan Anak dengan Giorgio Antonio Ikut Disorot

Konflik semakin ramai setelah Ruben menyinggung kedekatan anak-anak dengan Giorgio Antonio, kekasih baru Sarwendah.

Ruben mengaku tidak mempermasalahkan hubungan pribadi mantan istrinya. Namun, ia menilai kedekatan Giorgio dengan anak-anak harus memiliki batasan selama belum ada ikatan pernikahan.

Ruben mengaku khawatir anak-anak akan merasa bingung apabila telah mempunyai hubungan emosional yang dekat dengan Giorgio.

Cerai pada 2024

Sebagai informasi, Ruben Onsu dan Sarwendah resmi bercerai pada September 2024 setelah gugatan mereka diputus secara verstek oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Baca Juga:  Jennifer Coppen Pamer Momen Disuapi Justin Hubner saat Liburan Bareng ke London

Hak asuh anak-anak kemudian berada dalam pengasuhan Sarwendah.

Meski demikian, kesepakatan pascaperceraian tetap memberikan hak kepada Ruben untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama anak-anak.

Penyebab Perceraian

Sebelum resmi berpisah, rumah tangga Ruben dan Sarwendah dikabarkan telah lama menghadapi persoalan.

Kuasa hukum Sarwendah saat itu menyebut konflik keduanya bukan disebabkan oleh kekerasan dalam rumah tangga maupun perselingkuhan.

Percekcokan disebut muncul dari perbedaan pendapat mengenai berbagai persoalan sehari-hari.

Meski persoalan yang diperdebatkan disebut sederhana, konflik tersebut terjadi berulang kali hingga berkembang menjadi pertengkaran berkepanjangan.

(ELG/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending