Connect with us

Selebriti

Tutup Pintu Damai, Rizky Billar Laporkan 6 Akun Medsos Penyebar Hoaks

Rizky Billar laporkan 6 akun media sosial ke Polda Metro Jaya terkait dugaan hoaks dan pencemaran nama baik.

Logompn

Published

on

Tutup Pintu Damai, Rizky Billar Laporkan 6 Akun Medsos Penyebar Hoaks
Rizky Billar Laporkan 6 Akun Medsos Penyebar Hoaks. Gambar: Instagram/@rizkybillar

MPN Indonesia 2 Agustus 2026 - Rizky Billar melaporkan enam akun media sosial ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penyebaran hoaks dan pencemaran nama baik yang menyerang dirinya dan keluarga.

Laporan tersebut telah diajukan pada Juni 2026 dan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan sebagai pelapor pada Jumat (31/7) di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Dalam pemeriksaan tersebut, Rizky Billar menyampaikan telah memberikan keterangan kepada penyidik dan menyerahkan proses hukum kepada pihak kepolisian.

“Ya, saya sudah melakukan sebagaimana secara normatif dan sudah memberikan keterangan berupa beberapa pertanyaan tadi yang diajukan oleh penyidik. Tinggal nanti selanjutnya kita akan serahkan ke pihak yang berwajib,” kata Rizky Billar di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7).

“Ada sekitar 6 akun (yang dilaporkan),” sambungnya.

Rizky Billar menyebut narasi yang beredar tidak hanya memengaruhi citranya di publik, tetapi juga berdampak pada keluarganya.

“Ya, ada beberapa narasi-narasi yang saya anggap sangat memberikan dampak negatif terhadap persepsi publik untuk saya pribadi, dan tidak hanya saya pribadi, namun juga pengaruhnya ke keluarga saya juga,” tuturnya.

Proses Hukum

Kuasa hukum Rizky Billar, Sadrakh Seskoadi, menyatakan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa permintaan maaf dari pihak terlapor tidak menghentikan proses hukum yang sedang berjalan.

“Jadi memang, kita akan mengikuti saja nanti dari rekan-rekan penyidik akan melakukan prosesnya akan seperti apa, nanti kita akan sama-sama tunggu bagaimana hasilnya,” kata Sadrakh.

Lebih lanjut, Sadrakh juga menegaskan sikap terkait proses hukum tersebut.

“Jawabannya tadi sudah tegas bahwa mekanisme hukum akan tetap kita tempuh, kita akan proses. Untuk permintaan maaf, saya rasa memang Billar juga memang harusnya sudah memaafkan. Tetapi kan balik lagi, mekanisme yang kita tempuh ini kan untuk memberikan sebuah dampak ya, dampak ke depannya agar masyarakat mungkin lebih bijak lagi dalam menggunakan sosial media. Jadi saya rasa jawabannya tegas bahwa kita akan tetap melakukan proses,” tegasnya.

Baca Juga:  Kejagung Digugat karena Tak Kunjung Eksekusi Silfester Matutina

Rizky Billar Ogah Damai

Ia menyebut sejumlah anggota keluarga mempertanyakan informasi yang beredar di media sosial, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa sebelumnya pernah mengambil langkah damai dalam kasus serupa. Namun, langkah tersebut tidak diterapkan dalam kasus kali ini.

“Cuma memang setelah dilakukan proses mediasi, saya kan enggak tegaan orangnya ya, akhirnya kita memutuskan untuk dilepaskan saja,” kata Billar.

Untuk kasus saat ini, ia memilih melanjutkan proses hukum.

“Tapi untuk ini kali ini, untuk kali ini kayaknya sudah… kita sepakat untuk melanjutkan,” katanya.

Dukungan dari Lesti Kejora

Dalam proses ini, Rizky Billar juga mendapat dukungan dari istrinya, Lesti Kejora. Ia menyebut sang istri mendorong agar proses hukum tetap berjalan tanpa dihentikan di tengah jalan.

“Kalau istri saya sih lebih ke men-support ya. ‘Yaudah Kak, kalau memang itu efek jera, tapi ingat Kakak jangan sampai nggak tegaan lagi gitu. Kalau udah sekali ambil langkah tegas, udah, jalan terus, maju terus, jangan mundur lagi gitu,’ istri saya malah udah sempat mengeluarkan statement seperti itu. Dan itu yang membuat saya semakin yakin untuk melanjutkan proses ini,” ungkapnya.

Ia juga menyebut sebelumnya sering memilih memaafkan pihak yang menyebarkan hoaks, namun kini diingatkan untuk konsisten dengan langkah hukum yang telah diambil.

“Harusnya udah, kalau sekali ambil langkah tegas, sudah yakin, udah jangan dilepas lagi. Toh juga kan ini kan supaya memberikan shock therapy atau efek jera juga, dan lebih ke pembelajaran juga,” papar Rizky Billar.

(ELG/NID/RAD)

Trending