Connect with us

Olahraga

Ini Alasan Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Digelar di Bali

Semifinal dan final Piala Presiden 2026 resmi digelar di Bali. Simak alasan pemilihan Stadion Kapten I Wayan Dipta sebagai venue fase akhir.

Logompn

Published

on

Ini Alasan Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Digelar di Bali
Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait saat konferesi pers pada Minggu (2/8). Gambar: YouTube/PSSI TV

Bali, MPN Indonesia 4 Agustus 2026 - Laga semifinal dan final Piala Presiden 2026 dipastikan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Keputusan ini diumumkan Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, dalam jumpa pers di Surabaya pada Minggu (2/8), dengan mempertimbangkan berbagai aspek pelaksanaan, terutama faktor keamanan.

“Saya usulkan tempatnya di Bali, ketua umum setuju atau tidak? Sesuai arahan Pak Erick tempatnya di Bali,” kata Maruarar, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube PSSI TV pada Selasa (4/8).

“Kita putuskan, semifinal dan final Piala Presiden 2026 digelar di Bali,” imbuhnya.

Dalam penjelasannya, aspek keamanan menjadi pertimbangan utama dalam penentuan lokasi pertandingan.

“Tentu pertimbangan keamanan adalah pertimbangan nomor satu, karena keselamatan, keamanan penting. Kita harus pertimbangkan semua. Tapi kita juga ingin suatu saat di Surabaya,” jelas Maruarar.

Surabaya Sempat jadi Kandidat

Sebelumnya, Surabaya sempat menjadi kandidat utama untuk menggelar semifinal dan final Piala Presiden 2026.

Kota Surabaya telah menyampaikan kesiapan terkait penunjukan sebagai tuan rumah fase akhir.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan bahwa pihaknya siap apabila pemberitahuan dilakukan lebih awal.

“Ada pertimbangan persiapan, kalau dari awal kita diberitahu, kita sudah siap,” kata Eri di Balai Kota Surabaya, Minggu (2/8).

Bandung Juga Masuk Opsi

Selain Surabaya, Bandung juga masuk dalam pembahasan sebagai kandidat venue fase akhir, mengingat kedua kota tersebut menjadi lokasi penyelenggaraan fase grup.

Namun, setelah pembahasan bersama PSSI, keputusan akhir menetapkan Bali sebagai lokasi pertandingan semifinal hingga final.

Apresiasi untuk Surabaya

Maruarar Sirait menambahkan bahwa Surabaya tetap mendapat apresiasi dari panitia.

Baca Juga:  PSIM vs Bali United 3-3: Sempat Tertinggal 0-3, Laskar Mataram Berhasil Comeback

Ia menyebut Surabaya memiliki atmosfer positif dalam penyelenggaraan pertandingan.

“Karena Surabaya adalah kota perjuangan. Menurut saya aman, bersih, dan penuh semangat. Dan kami sudah memberikan kesempatan kepada Surabaya kalau memang siap tempatnya semifinal dan final di Surabaya. Kita mungkin lain kali akan persiapkan lebih baik lagi,” pungkasnya.

Fokus Pelaksanaan di Bali

Dengan penetapan ini, empat tim semifinalis akan melanjutkan persaingan menuju babak puncak di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Selain memastikan lokasi pertandingan, panitia juga menekankan fokus dalam pelaksanaan turnamen. Maruarar turut menyampaikan pesan kepada panitia terkait kegiatan di Bali.

“Ke Bali untuk bekerja dan juga liburan. Bekerja dulu sampai beres, ya panitia. Kalau bekerja sudah beres baru liburan. Jangan liburan dulu,” ujar Maruarar.

(AKM/NID/RAD)

Trending