Olahraga
AFC, CONCACAF, UEFA Kirim Surat Kritik ke Bos FIFA terkait Rencana Hak Komersial Piala Dunia
AFC, CONCACAF, dan UEFA kembali mengkritik FIFA dan Gianni Infantino terkait rencana hak komersial Piala Dunia serta tata kelola organisasi.
MPN Indonesia 12 Agustus 2026 - Tiga konfederasi sepak bola, yakni AFC, CONCACAF, dan UEFA, kembali mendesak FIFA melalui surat terbuka yang dirilis pada Senin (10/8).
Surat tersebut ditujukan kepada keluarga sepak bola dan memuat kritik terhadap kepemimpinan Gianni Infantino setelah polemik rencana penjualan hak atau kepentingan komersial Piala Dunia.
Ketiga konfederasi menilai proses pengajuan proposal dilakukan tanpa konsultasi yang memadai sehingga memicu hilangnya kepercayaan.
“Surat terbaru FIFA kepada para Wakil Presiden dan 211 Asosiasi Anggota mengakui bahwa telah terjadi kesalahan dalam proses tersebut. Surat itu menganggap hal ini sebagai kegagalan komunikasi, padahal yang disaksikan dunia sepak bola adalah kegagalan dalam mengambil keputusan,” tulis surat tersebut, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @concacaf pada Rabu (12/8).
Surat bersama tersebut ditandatangani Presiden AFC Salman Bin Ibrahim Al Khalifa, Presiden CONCACAF Victor Montagliani, dan Presiden UEFA Aleksander Ceferin.
FIFA Dikritik atas Proses Rencana Hak Komersial Piala Dunia
Ketiga konfederasi menyatakan bahwa pertumbuhan sepak bola dunia selama satu dekade terakhir merupakan hasil kerja kolektif seluruh anggota keluarga sepak bola.
Mereka menegaskan perkembangan tersebut tidak berasal dari kontribusi satu individu.
“Sepak bola bukan milik individu atau institusi mana pun. Ini milik para pemain, fans, klub, Asosiasi Anggota, dan setiap institusi yang dipercaya menjaga masa depannya,” tulis surat tersebut.
Surat itu juga menyoroti proposal penjualan kepentingan komersial Piala Dunia yang sebelumnya diajukan FIFA.
Menurut mereka, usulan tersebut disampaikan dalam waktu singkat tanpa konsultasi yang memadai.
“Hingga kini tidak ada pengakuan bahwa upaya menjual kepentingan dalam Piala Dunia FIFA merupakan kegagalan besar dalam pengambilan keputusan—bukan sekadar kesalahan prosedural, melainkan pelanggaran mendasar terhadap kepercayaan institusi-institusi yang seharusnya dilayani FIFA,” tulisnya.
Ketiga konfederasi menilai persoalan tersebut bukan sekadar kesalahan komunikasi sebagaimana disampaikan FIFA dalam surat kepada asosiasi anggotanya.
“Sebuah usulan yang diajukan dalam tenggat waktu yang sangat ketat, tanpa konsultasi yang berarti, dan dipaksakan menjelang batas waktu sebelum Asosiasi Anggota dapat meninjau ketentuannya dengan semestinya, bukanlah hasil dari kelalaian, melainkan hasil dari rancangan yang dimaksudkan untuk membatasi pengawasan,” sambungnya.
Tiga Konfederasi Pertanyakan Cara FIFA Mengambil Keputusan
Selain mengkritik proposal tersebut, ketiga konfederasi juga menyoroti pola pengambilan keputusan di tubuh FIFA.
Mereka menyebut rapat yang berlangsung di Maroko hanya melibatkan sejumlah anggota Komite Manajemen FIFA dan tidak dihadiri seluruh anggota yang seharusnya terlibat.
“Pertemuan terbaru tersebut—di mana hanya sejumlah anggota Komite Manajemen FIFA, bukan keseluruhan komite, dipanggil ke luar negeri, alih-alih para pemimpin datang ke Zurich untuk membahas persoalan utama FIFA bersama para stafnya,” jelasnya.
Dalam surat tersebut, tiga konfederasi juga menilai kepemimpinan organisasi sepak bola harus dijalankan sebagai bentuk pelayanan kepada seluruh keluarga sepak bola.
“Kepemimpinan dalam sepak bola bukanlah sebuah kepemilikan. Ini bukan tentang memegang – atau menuntut – kekuasaan untuk dipegang. Ini adalah kewajiban untuk melayani keluarga sepak bola yang mempercayakannya,” tulis surat tersebut.
Mereka menambahkan bahwa hilangnya kepercayaan akan berdampak terhadap legitimasi kepemimpinan organisasi.
“Ketika kepercayaan dikhianati melalui penipuan, ketika seorang individu menempatkan dirinya di atas kolektif yang mempercayakan wewenang kepadanya, kewajiban itu telah ditinggalkan,” sambungnya.
Tiga Konfederasi Desak FIFA Lebih Terbuka dan Akuntabel
Selain kritik terhadap kepemimpinan Gianni Infantino, surat terbuka tersebut juga memuat sejumlah tuntutan terkait tata kelola organisasi FIFA.
Ketiga konfederasi menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga integritas tata kelola organisasi.
“Ada keheningan di mana seharusnya ada pertanggungjawaban, ada jarak di mana seharusnya ada keterbukaan,” tulisnya.
Mereka juga menyampaikan bahwa sikap bersama tersebut diambil atas dasar tanggung jawab terhadap sepak bola.
“Hal-hal tersebut bukanlah kualitas kepemimpinan yang layak diterima sepak bola. Itulah sebabnya kami mengambil sikap ini: bukan dengan gegabah dan bukan sendirian, tetapi bersama-sama, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap sepak bola yang kami layani,” tutup surat tersebut.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
