Politik
Digelar Khidmat, Sidang Tahunan MPR Tak Putar Lagu yang Picu Dewan Joget
Sidang Tahunan MPR 2026 akan digelar lebih khidmat. Panitia mengatur lagu, dekorasi, dan rangkaian acara setelah evaluasi tahun sebelumnya.
MPN Indonesia 13 Agustus 2026 - Kompleks Parlemen mulai mempersiapkan pelaksanaan sidang tahunan MPR yang mencakup sidang gabungan DPR, MPR, dan DPD pada Jumat (14/8).
Sekretariat Jenderal DPD sebagai tuan rumah telah menggelar dua kali gladi kotor untuk memastikan kesiapan tempat serta kelancaran sistem suara.
Panitia memutuskan hanya menggunakan lagu yang sesuai dengan suasana acara selama rangkaian berlangsung.
“Maka kita pilih lagu-lagu itu dimainkan di luar daripada rundown-nya. Nah, jadi pada saat, kita masukan para peserta, tamu, undangan, kepulangan bapak presiden. Tidak di dalam satu acara,” kata Kepala Biro Protokol, Humas, dan Media Sekretariat Jenderal DPD RI Mahyu Darma dalam keterangannya pada Kamis (13/8).
Menurut Mahyu, penyesuaian tersebut merupakan hasil evaluasi penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Saat itu, sejumlah anggota DPR, DPD, dan MPR berjoget ketika lagu daerah diputar di tengah rangkaian acara.
“Kami juga menyadari, dan kita terus-menerus evaluasi, karena akhirnya ini semua adalah kerja-kerja lembaga untuk rakyat,” ujar Mahyu.
Selain pengaturan musik, dekorasi gedung juga dibuat lebih sederhana. Panitia ingin memastikan seluruh rangkaian kegiatan kenegaraan berlangsung lebih khidmat.
“Sehingga, itu evaluasi kami, sehingga acara tersebut hikmat, hikmat terhadap pelaksanaannya semua,” kata Mahyu.
Puan: Lebih Introspeksi, Lebih Khidmat
Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan pelaksanaan sidang tahunan MPR tahun ini akan berlangsung dengan suasana yang lebih khidmat.
Ia menyebut seluruh peserta akan lebih menjaga sikap dan fokus mengikuti agenda resmi.
“Jadi insya Allah nanti pada hari H kami semua akan tentu saja akan lebih introspeksi, lebih khidmat, akan lebih bisa menjaga diri kami untuk bisa lebih fokus dalam mengikuti acara kenegaraan tersebut,” kata Puan pada Rabu (12/8).
Puan menjelaskan aksi berjoget pada sidang tahun lalu terjadi setelah penyampaian pidato Presiden selesai.
Menurutnya, tindakan tersebut muncul secara spontan dalam suasana menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia.
“Hanya saat kemudian mendengarkan lagu di saat penyampaian pidatonya sudah selesai, ya itu karena spontan. Jadi tidak ada hal yang kemudian membuat kami sepertinya tidak menghargai,” ujar Puan.
Ia juga mengatakan seluruh peserta tetap mengikuti sidang dan menyimak pidato Presiden secara khidmat ketika acara utama berlangsung.
Peserta Sidang dan Tamu Undangan
Puan memperkirakan sidang tahunan MPR tahun ini akan dihadiri sekitar 1.200 peserta. Jumlah tersebut terdiri dari anggota parlemen serta tamu undangan dari berbagai unsur.
- 732 anggota DPR dan DPD.
- Mantan presiden dan mantan wakil presiden.
- Anggota kabinet.
- Duta besar negara sahabat.
- Delapan tamu khusus atas undangan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Puan, tamu khusus tersebut merupakan penerima manfaat program strategis pemerintah.
“Dan undangan-undangan khusus, ada penerima manfaat dari Bapak Presiden yang selama ini sudah menerima program tersebut dan merasakan manfaatnya,” katanya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
