Connect with us

Internasional

1.800 Orang Gotong Royong Tarik Kastil Seberat 360 Ton di Jepang

Sebanyak 1.800 orang bergotong royong menarik Kastil Hirosaki seberat 360 ton di Jepang menggunakan metode tradisional hikiya.

Logompn

Published

on

1.800 Orang Gotong Royong Tarik Kastil Seberat 360 Ton di Jepang
1.800 Orang Gotong Royong Tarik Kastil Seberat 360 Ton di Jepang. Gambar: Dok. Kyodo News

Sekitar 1.800 orang bergotong royong menarik menara utama Kastil Hirosaki seberat 360 ton di Prefektur Aomori, Jepang, pada akhir pekan untuk mengembalikannya ke posisi semula setelah renovasi dinding batu penyangga yang rusak akibat gempa.

MPN Indonesia 27 Agustus 2026 - Pemindahan dilakukan menggunakan metode tradisional hikiya dengan menarik bangunan yang diletakkan di atas rel.

“Kami menerima sekitar 8.000 lamaran untuk 1.800 slot selama dua hari terakhir, kira-kira empat kali lipat dari jumlah yang diperebutkan, jadi tidak semua orang bisa berpartisipasi,” ujar Kepala Divisi Taman dan Ruang Hijau Kota Hirosaki, Kensuke Hayasaka dikutip MPN Indonesia melalui laman resmi The Guardian, Kamis (27/8).

Ribuan Warga Ikut Menarik Menara Kastil secara Bergantian

Kegiatan berlangsung selama dua hari di Jepang utara. Para peserta dibagi ke dalam beberapa tim yang bergantian menarik tali sepanjang 30 meter.

Selama dua hari, menara utama yang berada di atas rel berhasil digeser sejauh 1,13 meter pada hari Sabtu (22/8) dan Minggu (23/8) sejauh 1,09 meter.

Suasana pemindahan diiringi sorakan

“So-re, so-re,” ujar para peserta yang bersama-sama menarik bangunan bersejarah.

Antusiasme Peserta Datang dari Berbagai Negara

Minat masyarakat mengikuti kegiatan ini jauh melebihi kuota yang tersedia. Pemerintah Kota Hirosaki mencatat sekitar 8.000 pendaftar untuk 1.800 tempat yang disediakan.

“Tidak hanya dari kota ini, tetapi juga dari seluruh Jepang dan luar negeri; cukup banyak dari Asia Tenggara dan dari Eropa serta Amerika Utara,” lanjut Hayasaka.

Baca Juga:  Mengapa Takefusa Kubo Absen saat Jepang Dibantai Brasil?

Selain warga lokal, peserta juga datang dari berbagai daerah di Jepang hingga luar negeri untuk ikut serta dalam proses pemindahan tersebut.

Salah seorang peserta, Motoharu Nakata (61), datang dari Hiroshima untuk kembali mengikuti kegiatan yang pernah diikutinya 11 tahun lalu.

“Saya juga pernah menariknya 11 tahun lalu. Sangat mengharukan bisa berpartisipasi lagi. Sama sekali tidak ada kesempatan lain untuk menarik kastil – ini fantastis,” ujar Nakata.

Peserta lain, Mei Umetsu, siswi sekolah menengah berusia 16 tahun, juga mengaku merasakan pengalaman emosional.

“Saya menariknya 11 tahun lalu dari tempat semula untuk perbaikan. Saya merasa emosional karena bisa ikut lagi,” ujar Mei Umetsu.

Metode Hikiya Digunakan untuk Menjaga Bangunan Bersejarah

Pemindahan dilakukan menggunakan metode hikiya, yakni teknik tradisional memindahkan bangunan dengan meletakkannya di atas roda atau rel tanpa membongkar struktur utamanya.

Metode tersebut dipilih untuk menjaga keaslian bangunan yang telah ditetapkan sebagai situs warisan budaya penting tingkat nasional.

“Karena menara ini merupakan situs warisan budaya penting yang ditetapkan secara nasional, kami tidak membongkarnya,” ujar Hayasaka.

“Kami menggunakan hikiya, metode pemindahan bangunan yang telah ada di Jepang sejak zaman kuno,” tambahnya.

Pada 2015, pemerintah kota mengajak masyarakat berpartisipasi langsung dalam proses pemindahan.

Kegiatan itu menjadi hikiya pertama yang digerakkan oleh warga serta pertama kalinya metode tersebut digunakan untuk memindahkan kastil dalam sekitar satu abad.

Kastil Hirosaki Dibangun pada Tahun 1611

Kastil Hirosaki merupakan salah satu dari 12 menara utama kastil yang masih bertahan di Jepang dan menjadi satu-satunya yang tersisa di wilayah Tohoku.

Bangunan ini pertama kali selesai dibangun pada tahun 1611 sebagai pusat kekuasaan klan Tsugaru.

Baca Juga:  Pangeran Hisahito Pewaris Takhta Kedua Jepang Jalani Upacara Kedewasaan

Menara utama asli kemudian terbakar pada tahun 1627 setelah sambaran petir memicu ledakan gudang mesiu. Struktur yang berdiri saat ini dibangun kembali pada 1810.

Kini kawasan kastil menjadi pusat taman yang dikunjungi sekitar dua juta wisatawan setiap tahun saat musim bunga sakura.

Pemindahan Manual Berlanjut hingga Akhir Agustus

Setelah pemindahan pada akhir pekan, proses manual masih akan dilanjutkan hingga akhir Agustus dengan melibatkan lebih banyak peserta.

Sekitar 4.100 orang dijadwalkan ikut menarik menara. Target pemindahan manual mencapai sekitar 5 meter.

Setelah menara kembali ke fondasi aslinya, pekerjaan pelestarian struktur utama akan dimulai dengan menutup seluruh bangunan selama proses konservasi berlangsung.

“Setelah kembali ke fondasi aslinya, pekerjaan pelestarian menara utama akan dimulai dan seluruh struktur akan ditutupi,” ujar Hayasaka.

“Berdasarkan kondisi saat ini, kami memperkirakan akan dibuka kembali untuk pengunjung pada tahun 2033,” tambahnya.

 (RAD/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending