Connect with us

Internasional

Prancis Diterjang Tornado, 39 Orang Terluka

Tornado menerjang Desa Pomas, Prancis, menyebabkan 39 orang terluka dan sekitar 300 rumah rusak. Cuaca ekstrem juga mengganggu listrik dan transportasi.

Logompn

Published

on

Prancis Diterjang Tornado, 39 Orang Terluka
Prancis Diterjang Tornado, 39 Orang Terluka. Gambar: AP News/Frederic Lancelot

MPN Indonesia 27 Agustus 2026 - Prancis dilanda tornado yang menerjang Desa Pomas, Departemen Aude, di barat daya negara itu, pada Senin (24/8).

Bencana alam tersebut mengakibatkan sekitar 300 rumah mengalami kerusakan.

Lebih dari 120 petugas darurat dikerahkan untuk menangani dampak kejadian dan melakukan pencarian terhadap dua orang yang masih belum ditemukan.

“Separuh desa telah hancur,” kata seorang warga bernama Pierre, dikutip MPN Indonesia dari Ici Occitanie pada Kamis (27/8).

Angin berkekuatan hingga 117 kilometer per jam merobek atap rumah, menumbangkan pepohonan, serta menyebabkan kerusakan luas di desa tersebut.

Rekaman warga juga memperlihatkan pusaran angin besar di atas permukiman sebelum menghantam wilayah itu.

Korban Luka dan Kerusakan Bangunan

Pejabat setempat menyampaikan jumlah korban sempat dilaporkan mencapai 41 orang.

Namun, Wakil Prefek Emmanuelle Plantier-Lemarchand kemudian memperbarui data menjadi 39 korban luka.

Pada laporan sebelumnya, Plantier-Lemarchand menyebut 41 orang menerima bantuan medis setelah tornado menerjang Departemen Aude.

Sebanyak 15 orang dievakuasi ke Rumah Sakit Carcassonne, sedangkan tim penyelamat masih mencari dua orang yang belum ditemukan.

Kesaksian Warga saat Tornado Menghantam Pemukiman

Sejumlah warga menceritakan detik-detik ketika angin puting beliung menghancurkan permukiman mereka.

“Ada sebuah kastil besar dan sepertiganya telah runtuh. Padahal, batu-batu ini telah berdiri selama 1.000 tahun,” kata Pierre.

Seorang pria juga mengatakan istrinya yang sedang hamil mengalami luka setelah rumah mereka runtuh menimpanya saat tornado melintas.

Warga lain bernama Chantal mengaku sempat mengira dirinya tidak akan selamat ketika rumahnya diterjang angin kencang.

Baca Juga:  Jadwal Kick Off Prancis vs Inggris Piala Dunia 2026

“Saya mendengar suara yang sangat keras, lalu saya melihat semuanya beterbangan di udara dan atap rumah saya runtuh menimpa kepala saya,” kata Chantal, dikutip MPN Indonesia dari radio Prancis pada Kamis (27/8).

Dampak Meluas ke Listrik, Transportasi, dan Ajang Balap

Selain merusak permukiman di Pomas, cuaca ekstrem juga memicu gangguan di sejumlah wilayah lain.

Sekitar 2.800 rumah di 10 desa dilaporkan kehilangan aliran listrik.

Pemerintah juga mengeluarkan peringatan oranye untuk badai petir di sebagian besar wilayah barat daya Prancis.

Gangguan transportasi turut terjadi akibat kondisi cuaca tersebut.

Menteri Transportasi Philippe Tabarot menyatakan sejumlah penerbangan mengalami penundaan maupun pembatalan di beberapa bandara.

Bandara yang terdampak, yaitu Bordeaux, Marseille, Nice, Toulouse, dan wilayah utara Paris.

Di waktu yang sama, perhentian ketiga balap sepeda Vuelta a España juga dibatalkan.

Hujan es memaksa para pembalap menghentikan perlombaan sekitar 15 kilometer sebelum garis finis dan mencari perlindungan di sebuah hotel.

Operasi Penanganan Masih Berlangsung

Pemerintah daerah terus mengerahkan petugas untuk menangani dampak bencana alam internasional tersebut.

Proses pendataan kerusakan bangunan dan penanganan korban masih dilakukan di lokasi terdampak.

Plantier-Lemarchand mengatakan pihaknya tidak menerima laporan adanya korban hilang.

Namun, dalam laporan lain, tim penyelamat masih melanjutkan pencarian terhadap dua orang yang belum ditemukan.

Operasi verifikasi dan pencarian dijadwalkan terus berlangsung hingga malam hari.

(RAD/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending