Connect with us

Internasional

WNI Laporkan Dugaan Perdagangan Orang di Jeju

Dugaan perdagangan orang yang melibatkan WNI di Jeju, Korea Selatan, mencuat. Pelapor menyebut laporan telah disampaikan kepada imigrasi dan KBRI.

Logompn

Published

on

Sejumlah WNI Diduga jadi Korban Perdagangan Manusia di Jeju
Sejumlah WNI Diduga jadi Korban Perdagangan Manusia di Jeju. Gambar: Dok. Yonhap News Agency

MPN Indonesia 27 Agustus 2026 - Dugaan perdagangan orang yang melibatkan sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) di Jeju, Korea Selatan, menjadi perhatian publik.

Kabar terjadi usai seorang WNI mengaku laporkan dugaan itu kepada Kantor Imigrasi dan Orang Asing Jeju serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Korea Selatan.

Akan tetapi, pihak terkait mengatakan, bahwa korban harus melaporkan langsung ke kantor polisi Seogwipo.

“Namun, sebagian besar korban adalah imigran ilegal sehingga mereka sangat takut melapor langsung ke kantor polisi,” jelas pelapor, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @kioyyx_ pada Kamis (27/8).

Perhatian terhadap kondisi di Jeju meningkat setelah beberapa kasus orang hilang berakhir dengan penemuan korban meninggal dunia dalam waktu berdekatan.

Dugaan Sejumlah WNI Bagian dari Korban Perdagangan Orang

Pada komentarnya, ia menanyakan instansi yang dapat dihubungi karena menurutnya jumlah korban sangat banyak.

“Orang itu merekrut orang-orang di Indonesia dan mengirim mereka ke Jeju dengan bayaran 7 juta won per orang. Setahu saya, tampaknya ratusan bahkan mungkin lebih dari seribu orang telah tiba di Jeju,” ucapnya.

Pelapor juga meminta aparat kepolisian yang melihat komentarnya agar menghubunginya secara langsung.

Ia mengatakan, laporan tersebut diharapkan dapat segera ditindaklanjuti.

Seorang akun lain, @cholok_villa, yang disebut sebagai pengelola penginapan lokal di Jeju, menyarankan pelapor menggunakan aplikasi resmi kepolisian Korea Selatan.

“Anda perlu melaporkannya dan meminta bantuan melalui kedutaan masing-masing negara,” pungkas pengguna akun @cholok_villa pada kolom komentar yang sama.

Baca Juga:  Mahasiswi di Majalengka Kurung dan Aniaya Pacar hingga Tewas

Laporan Disebut Sudah Disampaikan kepada Pihak Berwenang

Pengguna @kioyyx_ menyatakan, dugaan kasus kriminal tersebut telah dilaporkan melalui surat elektronik kepada Kantor Imigrasi dan Orang Asing Jeju hampir satu bulan sebelumnya.

Menurut pengakuannya, balasan yang diterima hanya menyebutkan laporan telah diterima dan akan diproses sesuai antrean.

“Saya sudah melaporkan hal ini ke Dinas Imigrasi Jeju melalui email dan hampir sebulan berlalu. Namun, saya hanya menerima balasan, ‘Laporan anda telah diterima dengan baik dan sedang diproses sesuai urutan, jadi mohon tunggu’,” jelasnya.

Penemuan Empat Jenazah dalam Tiga Hari

Sementara itu, laporan lain menyebut empat orang yang sebelumnya dinyatakan hilang ditemukan meninggal dunia dalam tiga hari terakhir.

Seorang pria berusia sekitar 70 tahun ditemukan meninggal di perairan dekat Sinheung-ri, Jocheon-eup, Kota Jeju, pada Minggu sekitar pukul 15.04.

Jang Mi-ran, 37 tahun, ditemukan meninggal pada Senin (24/8) setelah dilaporkan hilang sejak Mei 2026.

Satu jenazah lain ditemukan pada Senin di dekat sebuah lembah di Aewol-eup, Kota Jeju.

Seorang pria berusia 60-an ditemukan meninggal di Songdang-ri, Gujwa-eup, Kota Jeju, setelah sebelumnya dilaporkan hilang.

Pada salah satu kasus tersebut, penyidik menemukan laporan orang hilang sempat ditutup secara tidak benar oleh petugas yang menangani perkara.

Laporan mengenai petugas kepolisian itu juga muncul bersamaan dengan dugaan adanya pemalsuan sekitar 200 penanganan kasus orang hilang selama 17 bulan bertugas.

Spekulasi di Media Sosial Belum Dikonfirmasi

Penemuan sejumlah jenazah memicu berbagai spekulasi di media sosial.

Sebagian pengguna mengaitkannya dengan dugaan pembunuh berantai maupun jaringan perdagangan orang.

Beberapa komentar juga mempertanyakan kemungkinan hubungan antara dugaan perdagangan orang dengan penemuan korban meninggal di Jeju.

Baca Juga:  Santri di Sukoharjo Diduga Jadi Korban Bullying Gegara Masalah Rokok

Laporan sebelumnya juga mencatat adanya kasus perdagangan manusia di Pulau Jeju.

Salah satunya, terkait empat perempuan Asia Tenggara yang ditawan dan dipaksa bekerja sebagai pekerja seks komersial.

Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang mengenai keterkaitan peristiwa tersebut.

Sementara itu, laporan WNI mengenai dugaan perdagangan orang di Jeju diterima oleh Kantor Imigrasi dan Orang Asing Jeju dan masih berada dalam proses penanganan sesuai antrean.

(RAD/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending