Connect with us

Berita

Keluarga Sebut Aipda Nikson Alami Gangguan Jiwa selama 3 Tahun Terakhir sebelum Bunuh Ibu Kandung

Anggota Polres Metro Bekasi, Aipda Nikson Pangaribuan, tewaskan ibu kandungnya. Gangguan jiwa diduga jadi pemicu aksi ini.

Arthur

Published

on

Keluarga Sebut Aipda Nikson Alami Gangguan Jiwa selama 3 Tahun Terakhir Usai Bunuh Ibu Kandung
Keluarga Sebut Aipda Nikson Alami Gangguan Jiwa selama 3 Tahun Terakhir Usai Bunuh Ibu Kandung. Gambar : Dok. Polsek Cileungsi via kompas.tv

MPN Indonesia 6 Desember 2024 - Pembunuhan terjadi di Kampung Rawajamun, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Seorang anggota Polres Metro Bekasi, Aipda Nikson Pangaribuan, tega membunuh ibu kandungnya, Herlina Sianipar (61), menggunakan tabung gas tiga kilogram pada Minggu malam (1/12).

Pihak keluarga sebut pelaku diketahui mengalami gangguan jiwa selama tiga tahun terakhir.

Kronologi Kejadian

Pembunuhan berlangsung di ruko yang menjadi tempat tinggal sekaligus lokasi usaha warung milik korban.

Menurut keterangan saksi, Herlina tengah melayani pembeli ketika Aipda Nikson tiba-tiba datang dari belakang, mendorong ibunya hingga terjatuh, lalu memukulkan tabung gas ke kepala korban sebanyak tiga kali.

Seorang pembeli yang menyaksikan peristiwa tersebut tidak berani melerai dan segera melarikan diri untuk melapor kepada warga sekitar.

Korban sempat dilarikan ke RS Kenari, namun nyawanya tidak tertolong.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Wahyu Maduransyah Putra, mengungkapkan bahwa pelaku melarikan diri menggunakan kendaraan Suzuki pikap sebelum akhirnya ditangkap di sebuah kedai kopi di wilayah Cileungsi pada dini hari, Senin (2/12).

Riwayat Gangguan Jiwa

Pihak keluarga mengungkapkan bahwa Aipda Nikson telah mengalami gangguan kejiwaan selama tiga tahun terakhir.

Paman pelaku, Ronny Pangaribuan, menjelaskan bahwa Nikson pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Grogol, Jakarta Barat, dan RS Polri Kramat Jati.

“Dia sering marah-marah tanpa sebab dan memukul benda di sekitarnya. Dua minggu sebelum kejadian, dia juga sempat mengamuk di rumah,” kata Ronny.

Keluarga menduga gangguan jiwa Nikson memburuk karena tidak patuh dalam mengonsumsi obat maupun menjalani kontrol medis.

Baca Juga:  Viral! Tragedi Carok Berdarah di Sampang, Saksi Paslon Pilkada Tewas

Diketahui, pada 20 November 2024, Nikson seharusnya menghadiri jadwal konsultasi medis di RS Polri Kramat Jati.

Namun, ia absen tanpa alasan, yang kemudian diyakini memperburuk kondisinya hingga mencapai titik tidak terkendali.

Dampak dari Perlakuan Aipda Nikson Pangaribuan

Gangguan kejiwaan yang dialami Nikson juga berdampak signifikan terhadap keluarganya.

Istri dan anaknya yang berusia tujuh tahun terpaksa kembali ke kampung halaman mereka di Ciamis, Jawa Barat, karena merasa tidak aman tinggal bersama Nikson.

Tekanan psikologis akibat kondisi Nikson juga diduga berperan dalam serangan jantung yang menyebabkan ayahnya meninggal dunia enam bulan lalu.

Menurut Ronny, ayah Nikson kerap memikirkan kondisi anaknya yang mengalami gangguan kejiwaan.

Kondisi TKP dan Proses Hukum

Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan bahwa ruko tempat kasus kriminal berlangsung sudah dipasangi garis polisi, meskipun hanya di bagian pintu penghubung antara ruko dan rumah tinggal korban.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif di balik tindakan pelaku.

Kapolsek Cileungsi menegaskan bahwa meskipun pelaku memiliki riwayat gangguan jiwa, proses hukum akan tetap dijalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Saat ini, pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif untuk menentukan langkah hukum lebih lanjut.

Sebanyak 7 Saksi Diperiksa

Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Bambang Satriawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memeriksa saksi-saksi terkait dugaan pelanggaran etik dalam kasus penganiayaan yang melibatkan Ajun Inspektur Dua (Aipda) Nikson Pangaribuan.

Nikson diduga memukul ibunya hingga tewas dengan tabung gas 3 kilogram pada Minggu, (1/12).

“Kami sampaikan kepada rekan-rekan bahwa kami telah melakukan pemeriksaan terhadap 7 orang saksi dan 1 terduga pelanggar sendiri,” ujar Bambang kepada wartawan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati pada Kamis malam, (5/12).

Baca Juga:  Patuhi Perintah Dony Oskaria, PTPN Minta Maaf dan Setop Kasus Mbah Mujiran

Bambang menjelaskan bahwa saksi-saksi tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan peristiwa tersebut, baik karena berada di tempat kejadian, melihat, maupun mendengar kejadian.

Ia juga merinci identitas para saksi, yang meliputi orang yang tahu, rekan kerjanya, atasannya, dan dokter yang melakukan perawatan terhadap yang bersangkutan.

Menurut Bambang, rekan kerja Aipda Nikson menjadi salah satu saksi kunci karena interaksi yang sering terjadi di antara mereka.

Diketahui bahwa Aipda Nikson bertugas di Kepolisian Resor Metro Bekasi.

Temuan Kondisi Kesehatan Aipda Nikson Pangaribuan

Dalam pemeriksaan tersebut, Bambang mengungkapkan adanya temuan yang menunjukkan kondisi kesehatan mental terduga.

“Kami juga menemukan surat yaitu terdapat riwayat tentang kesehatan yang dialami oleh terduga pelanggar yaitu mengalami gangguan kejiwaan,” ujarnya.

Berdasarkan temuan itu, Bambang berencana merekomendasikan pemberhentian Aipda Nikson sesuai Pasal 32 Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022 tentang Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa pasal tersebut memungkinkan rekomendasi pemberhentian anggota kepolisian dengan gangguan kejiwaan kepada Kapolda, meskipun keputusan akhir masih menunggu hasil observasi dari dokter kejiwaan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati yang menangani Nikson saat ini.

Bambang menegaskan bahwa Propam Polda Metro Jaya hanya menangani dugaan pelanggaran etik, sementara penyelidikan tindak pidana dilakukan oleh Polsek Cileungsi.

BPOM Buka Suara usai Video Viral Ikan Asin yang Diduga Disemprot Baygon
Viral6 seconds ago

BPOM Buka Suara usai Video Viral Ikan Asin yang Diduga Disemprot Baygon

MPN Studio Hadirkan Perjalanan MT Harjono Lewat Film Pendek, Ceritakan Perjuangannya untuk Indonesia
Film12 minutes ago

MPN Studio Hadirkan Perjalanan M.T. Harjono Lewat Film Pendek, Ceritakan Perjuangannya untuk Indonesia

Kadus di Deli Serdang Bakar Sendiri Barak Diduga Markas Narkoba
Berita23 minutes ago

Kadus di Deli Serdang Bakar Sendiri Barak Diduga Markas Narkoba

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga38 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita57 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita1 hour ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita1 hour ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti2 hours ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi2 hours ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal2 hours ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi4 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi4 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

Trending