Olahraga
Apa Bedanya FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF? Indonesia Kini Juara Edisi Perdana
Simak perbedaan FIFA ASEAN Cup 2026 dan Piala AFF dari penyelenggara, peserta, format, kalender FIFA, hingga besaran hadiah turnamen.
MPN Indonesia 6 Oktober 2026 - FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi turnamen baru FIFA untuk tim nasional Asia Tenggara dan sejumlah negara undangan.
Edisi pertama berlangsung pada September hingga Oktober 2026 dengan Indonesia menjadi salah satu tuan rumah pertandingan.
Turnamen ini berbeda dari Piala AFF terutama dari sisi penyelenggara, peserta, format, kalender, hingga hadiah.
FIFA menggelar kompetisi tersebut dalam kalender internasional resmi untuk mendukung perkembangan sepak bola tim nasional kawasan Asia Tenggara.
Sekjen FIFA Mattias Grafstrom menjelaskan FIFA masih berfokus pada penyelenggaraan edisi pertama turnamen tersebut.
Ia menyampaikan pernyataan itu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9).
“Ini adalah pertama kalinya kami menyelenggarakannya dan saya pikir mari kita fokus terlebih dahulu pada turnamen ini,” ujar Mattias Grafstrom kepada awak media.
Grafstrom hadir bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk membuka edisi perdana.
Keduanya juga menyaksikan pertandingan Indonesia melawan Singapura pada Grup A.
FIFA ASEAN Cup 2026 Berbeda dari Piala AFF
Perbedaan utama kedua turnamen terdapat pada pihak penyelenggara. FIFA menyelenggarakan FIFA ASEAN Cup secara langsung mulai edisi 2026.
Sementara itu, Piala AFF berada di bawah pengelolaan ASEAN Football Federation atau AFF. Kompetisi tersebut sudah berlangsung sejak 1996 dengan nama awal Piala Tiger.
FIFA pertama kali mengumumkan turnamen baru tersebut pada 26 Oktober 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Pengumuman dilakukan bersamaan dengan perpanjangan kerja sama antara FIFA dan ASEAN.
FIFA membentuk kompetisi tersebut untuk mendukung perkembangan tim nasional di Asia Tenggara.
Konsep penyelenggaraannya mengikuti model FIFA Arab Cup untuk negara-negara kawasan Arab.
Piala AFF mempunyai sejarah lebih panjang karena sudah berjalan selama 16 edisi. Thailand menjadi tim tersukses dengan tujuh gelar.
Perbedaan lain terdapat pada siklus penyelenggaraan. ASEAN Championship rutin berlangsung setiap dua tahun.
FIFA ASEAN Cup berpeluang menggunakan siklus empat tahunan. Namun, jadwal tersebut belum ditetapkan secara final.
FIFA akan melakukan evaluasi setelah seluruh rangkaian edisi 2026 selesai. Hasil evaluasi menjadi dasar penentuan penyelenggaraan edisi berikutnya.
Masuk Kalender Resmi FIFA
Status kalender menjadi pembeda penting antara kedua kompetisi sepak bola tersebut. FIFA ASEAN Cup ditempatkan dalam jendela internasional resmi FIFA.
Status itu membuat klub wajib melepas pemain yang mendapat panggilan tim nasional. Setiap negara juga memiliki peluang lebih besar menggunakan pemain utama.
Kondisi tersebut berbeda dari Piala AFF yang umumnya berlangsung di luar FIFA Matchday. Klub tidak diwajibkan melepas pemain untuk mengikuti turnamen tersebut.
Perbedaan tersebut terlihat pada komposisi Timnas Indonesia. Sejumlah pemain tidak memperkuat Garuda pada ASEAN Championship 2026.
Para pemain tersebut kemudian disebut tampil pada turnamen FIFA, kecuali Jay Idzes yang mengalami cedera.
Status kalender juga berkaitan dengan pengaruh pertandingan terhadap ranking FIFA. FIFA ASEAN Cup memiliki bobot pertandingan persahabatan internasional.
Bobot tersebut tidak sebesar kompetisi kontinental. Namun, pengaruhnya terhadap poin ranking lebih besar dibandingkan ASEAN Championship.
Piala AFF dikategorikan sebagai pertandingan persahabatan di luar kalender internasional resmi FIFA. Karena itu, bobot pengalinya lebih kecil.
Format FIFA ASEAN Cup dan Peserta
Kedua turnamen juga mempunyai format kompetisi berbeda. ASEAN Championship menggunakan penyisihan grup yang dilanjutkan dengan babak gugur.
Semifinal dan final dimainkan dengan sistem dua leg. Pertandingan menggunakan konsep kandang dan tandang.
Seluruh negara peserta juga berkompetisi dalam satu tingkatan yang sama. Pesertanya berasal dari negara-negara kawasan Asia Tenggara.
Sementara itu, kompetisi FIFA membagi peserta menjadi dua tingkat. Data yang diberikan menyebut pembagian tersebut sebagai Divisi 1 dan Divisi 2.
Divisi 1 ditempati tim dengan peringkat lebih tinggi di kawasan ASEAN dan tim undangan. Mereka bersaing memperebutkan gelar utama turnamen.
Divisi 2 diperuntukkan bagi negara dengan peringkat lebih rendah dan tim undangan. Pembagian tersebut membuat kompetisi mempunyai dua tingkatan berbeda.
Peserta FIFA ASEAN Cup juga tidak terbatas pada anggota AFF. FIFA membuka tempat bagi negara undangan dari luar Asia Tenggara.
Susunan tersebut juga menempatkan Hong Kong pada Challenge Division. Indonesia menjadi tuan rumah Grup A Premier Division.
Pembagian grup yang disebutkan meliputi:
- Grup A Premier Division: Indonesia, Bangladesh, Malaysia, dan Singapura.
- Grup B Premier Division: Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina.
- Grup A Challenge Division: Hong Kong, China, Laos, dan Brunei Darussalam.
- Grup B Challenge Division: Kamboja, Myanmar, dan Timor Leste.
Perbedaan Hadiah FIFA ASEAN Cup 2026 dan Piala AFF
Besaran hadiah juga menjadi salah satu pembeda kedua turnamen. FIFA ASEAN Cup 2026 menawarkan hadiah berbeda untuk setiap divisi.
Dikutip MPN Indonesia dari Siamsport Thailand, hadiah juara FIFA ASEAN Cup 2026 dilaporkan mencapai 650.000 dolar AS.
Nominal tersebut lebih rendah dari rencana awal sebesar 1 juta dolar AS.
Namun, FIFA belum mengumumkan secara resmi besaran hadiah juara turnamen tersebut.
Juara FIFA ASEAN Challenge Cup dilaporkan memperoleh hadiah sebesar 300.000 dolar AS atau sekitar Rp5,4 miliar.
Hong Kong disebut sudah memastikan status sebagai juara divisi tersebut.
Sementara itu, juara ASEAN Championship 2026 berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 500.000 dolar AS.
Dengan demikian, data yang tersedia hanya memuat posisi Indonesia sebagai finalis menghadapi Thailand.
Tidak terdapat informasi hasil final atau penetapan Indonesia sebagai juara edisi perdana.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
