Olahraga
Radja Nainggolan Menyesal Tak Bela Timnas Indonesia, Ini Alasannya
Radja Nainggolan mengaku menyesal tak membela Timnas Indonesia. Mantan pemain Belgia itu mengungkap alasan hingga membayangkan karier selama 15 tahun.
MPN Indonesia 13 Oktober 2026 - Radja Nainggolan mengaku menyesal tidak memilih Timnas Indonesia ketika menentukan karier internasionalnya.
Mantan gelandang Belgia itu menyampaikan penyesalannya dalam wawancara dengan media Belgia, Het Nieuwsblad.
Pada usia 38 tahun, ia menilai perjalanan kariernya mungkin berbeda jika dahulu memilih memperkuat skuad Garuda.
Nainggolan membandingkan perjalanan karier internasionalnya bersama Belgia dengan peluang bermain lebih lama untuk Indonesia.
Ia juga menyoroti besarnya dukungan suporter dan keuntungan yang diperoleh pemain sepak bola di Tanah Air.
“Saat itu, saya tidak memikirkan hal itu, tetapi sekarang saya berusia 38 tahun, saya melihat hal-hal secara berbeda,” kata Nainggolan dalam pernyataannya.
Ia membayangkan kariernya jika membela Timnas Indonesia, terutama setelah karier internasionalnya berakhir di bawah Roberto Martinez.
“Terutama ketika saya melihat karier internasional saya di sini dan bagaimana berakhirnya di bawah Martinez. Saya bisa saja memiliki karier selama 15 tahun sebagai pemain internasional Indonesia,” ujarnya.
Soroti Dukungan Suporter hingga Sponsor Mewah
Selain membahas pilihan karier internasional, Nainggolan mengungkapkan kekagumannya terhadap dukungan suporter Indonesia.
Ia mencontohkan jumlah penonton yang menghadiri pertandingan melawan Vietnam dan Irak.
“Di sana ada 70 ribu penonton untuk satu pertandingan melawan Vietnam atau Irak, begitu fanatiknya mereka,” tuturnya.
Menurut Nainggolan, antusiasme tersebut menjadi salah satu hal yang membedakan atmosfer pertandingan di Indonesia.
Ia juga membicarakan keuntungan finansial dan sponsor yang diterima sejumlah pemain.
“Uang pun dilemparkan ke mana-mana. Para pemain bahkan disponsori Louis Vuitton, Hublot, Rolex. Sementara pemain internasional seperti Ivar Jenner di sini hanya bermain untuk Jong Utrecht,” ucap Radja Nainggolan.
Nainggolan turut mengaitkan popularitas pemain dengan kesempatan yang dapat dimanfaatkan setelah pensiun.
Ia menilai ketenaran selama membela Indonesia dapat memberikan manfaat setelah mengakhiri karier sebagai pesepak bola.
“Ketenaran di sana, sensasi yang ada, untuk citra Anda, itu juga bisa Anda manfaatkan untuk masa depan jika Anda berhenti bermain sepak bola. Saat itu saya tidak memikirkannya, tetapi sekarang setelah berusia 38 tahun, saya melihatnya dengan cara yang berbeda,” ungkapnya.
Pengalaman Radja Nainggolan Bermain di Indonesia
Nainggolan juga mengingat pengalaman sosial selama berada di Indonesia.
Ia memperhatikan interaksi masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.
“Keramahan orang-orangnya luar biasa. Bagaimana orang kaya dan miskin berinteraksi di sana. Di siang hari, semua orang duduk di dekat gedung-gedung apartemen tinggi itu dengan kemeja dan dasi,” imbuhnya.
Ia mengatakan masyarakat dengan latar belakang ekonomi berbeda dapat berkumpul di tempat yang sama.
Nainggolan bahkan mengaku pernah menikmati makanan dari pedagang kaki lima.
“Di sebelahnya, Anda melihat orang-orang mendorong gerobak dan menjual makanan, tapi semua orang duduk bersama di sana. Saya santai dalam hal itu dan biasa makan di warung-warung itu juga,” katanya.
Pengalaman tersebut diperolehnya setelah mengenal Indonesia secara langsung, termasuk ketika bermain bersama Bhayangkara FC.
Ia memperkuat klub tersebut hingga Juli 2024 sebelum melanjutkan kariernya di Eropa.
Perjalanan Karier Radja Nainggolan
Sebelum bermain di Indonesia, Nainggolan menjalani karier panjang dalam sepak bola Eropa.
Namanya dikenal melalui penampilan bersama sejumlah klub Italia, termasuk AS Roma dan Inter Milan.
Karier profesionalnya dimulai bersama Piacenza sebelum bergabung dengan Cagliari pada 2010.
Ia memperkuat klub tersebut hingga 2014, kemudian melanjutkan karier ke AS Roma.
Nainggolan menghabiskan sekitar empat tahun bersama AS Roma sebelum bergabung dengan Inter Milan.
Setelah itu, ia sempat kembali ke Cagliari melalui kesepakatan peminjaman.
Kariernya kemudian berlanjut bersama Royal Antwerp pada 2021 dan SPAL di Italia.
Ia selanjutnya memperkuat Bhayangkara FC pada periode November 2023 hingga Juli 2024.
Setelah sekitar tujuh bulan tanpa klub, Nainggolan bergabung dengan Lokeren-Temse pada Januari 2025.
Pada Januari 2026, ia melanjutkan karier bersama Patro Eisden di Belgia.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
