Selebriti
Ruben Onsu: Saya Hanya Ingin Memperjuangkan Hak Saya sebagai Orang Tua untuk Bertemu dengan Anak Tanpa Syarat
Ruben Onsu menjelaskan di Instagram bahwa langkah hukumnya bukan untuk melawan siapa pun, melainkan memperjuangkan hak sebagai ayah.
MPN Indonesia 13 Oktober 2026 - Perseteruan Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali menjadi sorotan publik di tengah proses gugatan hak asuh anak yang masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Persoalan tersebut mencuat setelah Ruben mengaku kesulitan bertemu dengan kedua anaknya.
Namun, Sarwendah membantah telah membatasi pertemuan tersebut dan menyatakan bahwa dirinya terbuka untuk mengatur jadwal pertemuan selama ada komunikasi serta koordinasi yang jelas.
Ketegangan antara keduanya kembali memanas belakangan ini setelah Ruben mengunggah rekaman CCTV yang kemudian ditanggapi Sarwendah melalui media sosial.
Sarwendah memberikan penjelasan mengenai rekaman tersebut sekaligus membagikan video panggilan yang melibatkan Ruben dengan seorang yang diduga pria.
Di tengah polemik tersebut, Ruben menegaskan bahwa langkah hukum yang ditempuhnya bukan bertujuan menjatuhkan pihak tertentu, melainkan memperjuangkan hak sebagai orang tua kandung untuk dapat bertemu dengan anak-anaknya.
Melalui sejumlah unggahan Instagram, Ruben menjelaskan alasannya membawa persoalan hak asuh anak ke pengadilan.
Ia berharap proses hukum dapat memberikan penyelesaian yang adil bagi seluruh pihak.
“Mengajukan persoalan ini ke pengadilan bukan berarti saya ingin menantang siapa pun. Saya hanya ingin memperjuangkan hak saya sebagai orang tua kandung untuk dapat bertemu dengan anak saya tanpa syarat yang tidak semestinya,” ungkapnya, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @ruben_onsu pada Selasa (13/10).
Ruben menyatakan bahwa pengadilan dapat menjadi pihak penengah dalam menyelesaikan persoalan tersebut melalui proses hukum yang berlaku.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan menempuh jalur hukum bukan merupakan bentuk perlawanan terhadap siapa pun, melainkan upaya mempertahankan haknya sebagai ayah.
Alasan Membawa Persoalan Hak Asuh Anak ke Pengadilan
Dalam penjelasannya, Ruben mengaku telah berusaha menyelesaikan persoalan tersebut melalui komunikasi.
Namun, menurutnya, pembahasan yang dilakukan belum menemukan titik temu.
“Jika komunikasi dua arah yg tidak nyambung setiap membahasnya, lalu saya berjuang untuk mendapatkan hak saya melalui jalur pengadilan, apakah itu salah?” tulisnya.
Ruben juga mempertanyakan berbagai informasi mengenai dirinya yang beredar dalam sejumlah versi.
Ia merasa perlu memberikan penjelasan terkait alasan mengambil langkah hukum tersebut.
Di sisi lain, Ruben menyatakan tetap berusaha menghormati proses yang sedang berjalan.
Namun, ia menilai langkah yang diambilnya justru memicu sebagian pendukung untuk semakin gencar memberikan komentar negatif.
“Di satu sisi, saya berusaha menghormati proses yang sedang berjalan. Namun, di sisi lain, tindakan yang saya lakukan justru seolah memicu sebagian pendukung untuk semakin gencar melancarkan serangan,” tulis Ruben.
Dampak Komentar Negatif terhadap Kondisi Mentalnya
Menurut Ruben, sejumlah teman dan merek yang bekerja sama dengannya turut menjadi sasaran komentar negatif.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan dirinya memberikan penjelasan melalui media sosial.
Selain itu, Ruben mengaku menerima berbagai hinaan dan tuduhan yang berdampak pada kondisi mentalnya.
Ia menyebut sejumlah perkataan menyakitkan membuatnya merasa terpuruk dan kehilangan rasa percaya diri.
“Padahal, semua itu berdampak pada kondisi mental saya. Ada kata-kata menyakitkan yang sulit saya lupakan, hingga terkadang membuat saya merasa terpuruk dan kehilangan rasa percaya diri,” ungkap Ruben.
Meski menghadapi kondisi tersebut, Ruben menyatakan tetap berusaha menguatkan diri.
Ia juga terus menjalani aktivitas sehari-hari di tengah persoalan yang dihadapinya.
Ruben Berharap Persoalan Hak Asuh Anak Diselesaikan
Melalui pernyataannya, Ruben kembali menegaskan bahwa perjuangannya berfokus pada hak sebagai orang tua.
Ia berharap penyelesaian persoalan tersebut mengutamakan kepentingan anaknya.
“Saya memilih untuk tetap berjuang, bukan untuk memenangkan kebencian, melainkan untuk memperjuangkan hak saya dan mencari penyelesaian yang terbaik bagi semua pihak, terutama bagi anak saya,” tulisnya.
(ELG/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya

