Connect with us

Olahraga

Suporter Persija vs Persita Rusuh, Shin Tae-yong: Kita Semua adalah Warga dari Negara yang Sama

Pelatih Persija, Shin Tae-yong, buka usara soal kericuhan suporter saat melawan Persita. Ia meminta kedua kelompok pendukung saling menghormati dan menahan diri.

Actress 1299250

Published

on

Suporter Persija vs Persita Rusuh, Shin Tae yong Kita Semua adalah Warga dari Negara yang Sama
Suporter Persija vs Persita Rusuh, Shin Tae-yong: Kita Semua adalah Warga dari Negara yang Sama. Gambar: Instagram/@shintaeyong7777

MPN Indonesia 19 Oktober 2026 - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menanggapi kericuhan suporter Persija Jakarta dan Persita Tangerang di Banten International Stadium (BIS), Kota Serang, Sabtu (17/10).

Insiden yang terjadi dalam pertandingan BRI Super League tersebut menyebabkan dimulainya babak kedua tertunda sekitar 30 menit.

Shin Tae-yong mempertanyakan tindakan suporter yang terlibat kericuhan saat datang untuk mendukung tim masing-masing.

“Kita semua adalah warga dari negara yang sama. Saya benar-benar tidak mengerti mengapa orang yang datang untuk mendukung tim olahraga yang mereka sukai justru terlibat dalam kerusuhan,” kata Shin Tae-yong kepada awak media.

Shin Tae-yong menyampaikan bahwa suporter memiliki peran penting dalam pertandingan sepak bola profesional.

Namun, ia meminta pendukung kedua tim saling menghormati dan tidak terlibat perkelahian.

“Menurut saya, pertandingan sepak bola profesional harus selalu dihadiri penonton, baik ketika tim bermain di kandang maupun tandang. Kehadiran suporter sangat diperlukan. Namun, dukungan kepada tim jangan sampai berlebihan hingga berujung pada perkelahian,” jelasnya.

Shin Tae-yong Minta Kedua Pihak Suporter Menahan Diri

Pelatih Persija Jakarta itu juga meminta suporter mengendalikan emosi ketika mendukung klub masing-masing.

Ia berharap pertandingan dapat berlangsung tanpa gangguan kericuhan.

“Saya berharap semua pihak bisa menahan diri dan mengendalikan emosi,” katanya.

“Dengan begitu, pertandingan dapat berlangsung dengan baik dan atmosfer yang tercipta juga menjadi positif bagi para pemain,” tutup Shin Tae-yong.

Kronologi Kericuhan Suporter 

Insiden kerusuhan terjadi beberapa kali sejak babak pertama hingga menjelang pertandingan berakhir.

Kericuhan suporter terjadi beberapa kali sepanjang pertandingan.

Baca Juga:  Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026, Indonesia Turun Peringkat

Insiden pertama terjadi di tribun selatan stadion pada babak pertama.

Memasuki jeda pertandingan, keributan kembali pecah di tribun utara dan melibatkan aksi saling lempar flare.

Menjelang babak kedua, sejumlah suporter turun dari tribun menuju area pinggir lapangan hingga menyebabkan pertandingan tertunda.

Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, bersama beberapa pemain kemudian berupaya menenangkan suporter, terutama The Jakmania, agar situasi kembali kondusif.

Namun, keributan kembali terjadi di tribun selatan stadion menjelang akhir babak kedua.

Panitia pelaksana berupaya menenangkan kelompok suporter yang terlibat.

Pertandingan Super League kemudian kembali dilanjutkan hingga selesai.

Penyebab utama perselisihan antar-suporter belum diketahui secara pasti.

Polisi Laporkan Sejumlah Suporter Mengalami Luka

Kapolresta Serang Kota Kombes Yudha Satria mengungkapkan adanya laporan sejumlah suporter yang terluka akibat kericuhan.

Polisi belum memastikan jumlah korban maupun asal kelompok suporter yang mengalami luka.

“Kami tadi mendapat laporan mungkin ada beberapa penonton suporter yang terluka. Itu juga nanti masih kami dalami ya,” kata Kombes Yudha kepada wartawan.

Yudha menjelaskan bahwa penanganan medis menjadi prioritas setelah insiden tersebut.

Korban yang mengalami luka dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Tapi yang paling terpenting dari korban-korban tadi kita bawa dulu ke rumah sakit. Karena kita belum tahu jumlah nominal berapa orang korbannya, maupun itu suporter dari Persija ataupun mau dari Persita,” imbuhnya.

Kepolisian masih mendalami laporan korban luka akibat kericuhan tersebut.

Jumlah suporter yang membutuhkan penanganan medis juga belum dapat dipastikan.

(AKM/NID/RAD)

Trending