Connect with us

Olahraga

Baru Debut, Abdil Majid Rahman Raih Emas di Asian Para Games 2026

Abdil Majid Rahman meraih medali emas para renang nomor 100 meter gaya dada SB7 pada debutnya di Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang.

Actress 1299250

Published

on

Baru Debut, Abdil Majid Rahman Raih Emas di Asian Para Games
Baru Debut, Abdil Majid Rahman Raih Emas di Asian Para Games. Gambar: Dok. NPC Indonesia

MPN Indonesia 23 Oktober 2026 - Atlet para renang Indonesia, Abdil Majid Rahman, meraih medali emas pada debutnya di Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, Kamis (22/10).

Perenang berusia 17 tahun itu memenangkan final nomor 100 meter gaya dada putra klasifikasi SB7 di Nagoya City General Gymnasium.

Ia menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 20,26 detik.

Keberhasilan tersebut menambah perolehan medali emas Indonesia menjadi sembilan.

Majid mengungguli dua pesaingnya dari China dan Malaysia dalam perlombaan tersebut.

“Pertandingannya sangat seru dan menegangkan karena baru pertama kali ini bertanding di Asia,” kata Majid, dikutip MPN Indonesia dari NPC Indonesia, Jumat (23/10).

Hasil Final Abdil Majid Rahman di Asian Para Games 2026

Majid mencatatkan waktu tercepat pada final nomor 100 meter gaya dada SB7 putra.

Atlet asal Kabupaten Kampar, Riau, itu mengungguli Zhang Yilong dari China dengan selisih waktu 1,72 detik.

Berikut hasil tiga besar nomor 100 meter gaya dada SB7 putra:

  1. Abdil Majid Rahman (Indonesia): Medali emas, 1 menit 20,26 detik.
  2. Zhang Yilong (China): Medali perak, 1 menit 21,98 detik.
  3. Shahafiq bin Abdullah (Malaysia): Medali perunggu, 1 menit 36,41 detik.

Medali emas tersebut menjadi medali pertama Majid dalam penampilan perdananya di Asian Para Games.

Atlet kelahiran 21 Februari 2009 itu mengaku sempat merasa tegang sebelum berlomba.

“Ya dibilang nervous ya nervous karena baru pertama kan bertanding di Asia. Ya deg-degan tetapi saya berusaha untuk mengendalikan itu tadi,” tutur Majid.

Meski menghadapi pertandingan pertamanya, Majid mengaku tidak mengalami gangguan tidur selama persiapan.

Baca Juga:  Klasemen Medali SEA Games 2025, Indonesia Panen Emas!

Ia mengatakan dapat beristirahat pada pukul 22.00 sehari sebelum pertandingan.

Majid mempersembahkan medali tersebut kepada keluarga dan sejumlah pihak yang mendukung perjalanan kariernya.

“Medali ini saya persembahkan untuk terutama untuk orang tuaku, terima kasih untuk pelatih juga, pelatih yang sudah melatihku Mas Agni, Mas Nano, Mbak Nonik dan juga semua yang dari SKODI,” ucap Majid.

Perjalanan Karier Majid Sejak Bergabung dengan SKODI

Majid memulai perjalanan kariernya dalam olahraga para renang setelah bergabung dengan Sentra Khusus Olahragawan Disabilitas Indonesia (SKODI) pada 2023.

Ia kemudian mengikuti sejumlah kompetisi internasional sebelum tampil di Asian Para Games 2026.

Pada Asian Youth Para Games 2025 di Uni Emirat Arab, Majid meraih empat medali emas dan dua medali perak. Ia kemudian mengikuti ASEAN Para Games 2025 di Thailand.

Dalam ajang tersebut, Majid meraih dua medali emas dan empat medali perak.

Kedua kompetisi tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum bertanding di Nagoya.

“Rasanya ya, aku bersyukur di umur 17 tahun sudah dapat emas di Asian Para Games,” ungkap Majid.

Setelah meraih medali emas di Nagoya, Majid menyampaikan target berikutnya dalam karier para renang.

Ia ingin mendapatkan kesempatan bertanding pada Paralimpiade Los Angeles 2028.

“Insya Allah ngejar sih, ada (waktu) dua tahun lagi ngejar ke Los Angeles 2028,” ucapnya.

Pelatih Ungkap Perkembangan Majid

Koordinator pelatih para renang Indonesia, Agni Herarta Anindya Satria, menjelaskan perkembangan kemampuan Majid.

Menurut Agni, atlet tersebut menunjukkan kemajuan sejak menjalani pembinaan.

“Progresnya luar biasa pesat ya, karena memang anaknya semangat, mau belajar, yang jelas ya itu. Jadi kalau hasilnya bagus ya mungkin sudah sesuai dengan proyeksi,” ujar Agni.

Baca Juga:  Leo/Daniel Sabet Medali Emas Ketiga untuk Indonesia di Asian Games 2026

Agni mengatakan tim pelatih sebelumnya tidak menetapkan target medali emas kepada Majid.

Hal tersebut berkaitan dengan jumlah peserta klasifikasi SB7 yang kerap membuat nomor perlombaannya digabung dengan SB8.

“Sebenarnya, Majid kan tidak kita target ya, karena kelas SB7 itu sepi, biasanya digabung dengan SB8. Tapi ternyata di sini SB7 bisa dilombakan sendiri, pesertanya cukup. Sehingga ya sesuai dengan ranking Asia terakhir ya, juara dan runner-up-nya sama, Majid dan yang dari China (Zhang Yilong) itu,” ungkap Agni.

Pada Asian Para Games 2026 di Nagoya, nomor SB7 dapat dipertandingkan secara terpisah karena jumlah pesertanya mencukupi.

Majid pun bertanding dalam klasifikasinya sendiri hingga meraih medali emas.

(AKM/NID/RAD)



Trending