Olahraga
Ratri/Hikmat Raih Emas Asian Para Games 2026, Leani Ratri Cetak Sejarah 4 Emas Beruntun
Ratri/Hikmat meraih emas Asian Para Games 2026 usai kalahkan India. Leani Ratri Oktila mencetak empat emas ganda campuran beruntun.
MPN Indonesia 24 Oktober 2026 - Leani Ratri Oktila dan Hikmat Ramdani meraih medali emas ganda campuran SL3-SU5 pada Asian Para Games 2026.
Ratri/Hikmat mengalahkan pasangan India, Thulasimathi Murugesan/Nitesh Kumar, di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Jumat (23/10).
Ratri/Hikmat menang melalui tiga gim dengan skor 11-21, 21-19, dan 21-14 dalam pertandingan selama 51 menit.
Hasil tersebut membuat Ratri mencatatkan empat medali emas ganda campuran secara beruntun sejak Asian Para Games 2014.
Ratri/Hikmat juga menyumbangkan medali emas pertama dari cabang para bulu tangkis Indonesia. Hasil tersebut menjadi emas ke-11 bagi kontingen Merah Putih di Nagoya.
“Sebenarnya hasil emas ini, kalau saya sama Hikmat secara pribadi sudah menargetkan emas. Cuma saya tidak expect kalau tekanan di dalam lapangan sebesar ini,” ujar Ratri dikutip MPN Indonesia dari Kemenpora, Sabtu (24/10).
Ratri/Hikmat Bangkit Setelah Kalah pada Gim Pertama
Ratri/Hikmat menghadapi tekanan sejak awal pertandingan final. Thulasimathi Murugesan/Nitesh Kumar menguasai gim pertama dan menang dengan skor 11-21.
Pada gim kedua, Ratri/Hikmat sempat tertinggal 3-5 sebelum membalikkan keadaan menjadi 11-6. Pasangan India kemudian menyamakan kedudukan menjadi 16-16.
Ratri/Hikmat akhirnya mengamankan gim kedua dengan skor 21-19. Hasil tersebut membuat pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Memasuki gim ketiga, Ratri/Hikmat langsung unggul 11-2. Pasangan India kemudian memperkecil ketertinggalan menjadi 9-15.
Ratri/Hikmat mempertahankan keunggulan hingga menutup gim ketiga dengan skor 21-14. Keduanya memastikan kemenangan setelah bertanding selama 51 menit.
Berdasarkan statistik pertandingan, pasangan India mengumpulkan 54 poin, sedangkan Indonesia memperoleh 53 poin. Reli terpanjang dalam pertandingan tersebut mencapai 90 detik.
Tekanan usai Kalah di Final Tunggal Putri
Ratri mengaku sempat mengalami ketegangan pada awal pertandingan ganda campuran. Kondisi tersebut terjadi setelah dirinya kalah pada final tunggal putri SL4 pada hari yang sama.
“Saya hanya tegang, di belakang juga belum tenang, masih ada beban di lapangan yang berat. Dan untuk set kedua saya mencoba tenang. Alhamdulillah,” ungkapnya.
Sebelum tampil di final ganda campuran, Ratri menghadapi atlet China, Cheng Hefang, pada final tunggal putri SL4.
Ratri meraih medali perak setelah kalah melalui tiga gim dengan skor 21-23, 21-13, dan 17-21.
Kekalahan tersebut turut memengaruhi persiapan Ratri untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
“Saya barusan juga final di single dan kalah tadi. Mungkin kalau saya bangkit dari situ, memulai dari awal lagi kan sulit. Tapi kalau untuk mixed double, saya sebenarnya selalu percaya diri,” tuturnya.
Ratri juga mengatakan bahwa dirinya dan Hikmat sudah beberapa kali menghadapi pasangan India tersebut.
“Padahal sebelum-sebelumnya kita cukup mudah, cukup enjoy melawan pasangan India ini,” tambah Ratri.
Sementara itu, Hikmat menyebut dukungan penonton Indonesia turut meningkatkan motivasi mereka saat tertinggal dari pasangan India.
“Di poin-poin awal saja, ketika senyap, saya tahu penonton Indonesia banyak. Tapi ketika senyap, saya tahu mereka mungkin belum dapat menerima kami, karena kami memang ketinggalan jauh. Tapi ketika ada suara itu, tetap menambah motivasi,” ujar Hikmat.
Hikmat mengatakan bahwa komunikasi menjadi salah satu faktor yang membantu mereka membalikkan keadaan.
“Saya mencoba tenang. Komunikasi lebih lagi di lapangan, saya tenang, tenang, tenang untuk mencari kemenangan kita,” katanya.
Ratri Cetak Empat Emas Beruntun Asian Para Games
Keberhasilan pada Asian Para Games 2026 menambah catatan medali emas Ratri di nomor ganda campuran.
Atlet berusia 35 tahun tersebut meraih emas dalam empat edisi secara beruntun.
Ratri mencetak quattrick secara beruntun sejak Incheon 2014, Jakarta 2018, Hangzhou 2022, hingga Nagoya 2026.
Emas ini juga menjadi emas ke-11 bagi kontingen Indonesia di Nagoya, Jepang.
Secara keseluruhan, Ratri telah mengoleksi 12 medali dari empat edisi Asian Para Games. Jumlah tersebut terdiri dari 6 medali emas, 4 perak, dan 2 perunggu.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
