Connect with us

Berita

Pengemudi Mercy Tabrak Pedagang Mi Balap di Deli Serdang, 1 Tewas dan 4 Luka-luka

Mobil Mercy menabrak pedagang mi balap di Deli Serdang hingga 1 orang tewas dan 4 luka. Polisi menjadwalkan tes urine terhadap sopir.

Actress 1299250

Published

on

Pengemudi Mercy Tabrak Pedagang Mi Balap di Deli Serdang, 1 Tewas dan 4 Luka luka
Pengemudi Mercy Tabrak Pedagang Mi Balap di Deli Serdang, 1 Tewas dan 4 Luka luka. Gambar: Dok. Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 30 Oktober 2026 - Kecelakaan mobil Mercedes-Benz GLC 300 menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Rabu (28/10).

Mobil Mercedes-Benz yang dikemudikan pria berinisial RC (44) menabrak dua pedagang mi balap dan tiga pembeli di depan Rumah Sakit Umum Haji Medan sekitar pukul 19.30 WIB.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Rumah Sakit Haji, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Mobil Mercy bernomor polisi BK 23 YH melaju dari arah Kompleks Mutiara Residence sebelum menabrak para korban dan kendaraan yang terparkir.

Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP SL Widodo, membenarkan kecelakaan tersebut pada Kamis (29/10).

“Benar telah terjadinya kecelakaan lalu lintas mobil Mercedes GLC 300 warna putih melintas di Jalan Rumah Sakit Haji. Dari arah pos Security Komplek Mutiara Residence menuju ke arah Rumah Sakit Umum Haji Medan. Mobil tersebut menabrak tiga orang pembeli mi balap dan dua orang penjual mi balap,” kata Widodo dalam keterangannya.

Kronologi Mercy Tabrak Pedagang Mi di Deli Serdang

Seorang tukang becak bernama Suparman (68), alias Buyung, menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Saat kecelakaan terjadi, Suparman sedang duduk di median jalan, sekitar dua meter dari becaknya yang terparkir.

Suparman melihat mobil Mercedes-Benz melaju kencang dari arah kompleks perumahan sebelum menabrak becaknya.

“Pertamanya mobil itu kencang dari Mutiara Residence arah keluar. Becak saya pertama dilanggarnya,” kata Suparman.

Setelah menabrak becak, mobil bergerak ke arah lapak pedagang mi balap. Mobil tersebut kemudian menabrak dua pedagang dan tiga pembeli yang berada di pinggir jalan.

Baca Juga:  Sunhaji Akhirnya Jalani Ibadah Umrah bersama Keluarganya

“Setelah itu menabrak mi balap, kena lah yang bapak-bapak siap makan mi balap itu. Dibelokkannya itu kena mi balap. Jadi, setelah kena pedagang mi balap, terikutlah orang yang siap makan mi balap tadi,” kata Suparman.

Menurut Suparman, seorang pembeli sedang bermain ponsel setelah selesai makan saat kecelakaan terjadi. Pembeli tersebut tertabrak hingga masuk ke kolong mobil.

“Duduk dia main handphone. Korban di bawah kolong mobil itulah. Yang jual mi balap jatuh ke parit, suami istri sama yang meninggal (korban),” ucap Suparman.

Benturan tersebut menimbulkan suara keras hingga terdengar ke area rumah sakit. Sejumlah warga kemudian mendatangi lokasi untuk membantu para korban.

Identitas Korban

Polisi mencatat lima korban yang terdiri dari pedagang dan pembeli mi balap.

Satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan empat korban lainnya mengalami luka-luka.

Berikut identitas dan kondisi para korban:

  • Mawardi (47): Pembeli mi balap yang meninggal dunia di lokasi kejadian.
  • Beltsazar Situmorang (18): Pembeli yang mengalami luka pada tangan, kepala, leher, dan kaki. Korban juga diduga mengalami patah tulang kaki kanan.
  • Ignatius Fernando Siahaan (18): Pembeli yang mengalami luka robek di kepala serta lecet pada pelipis mata kiri, wajah, tangan, dan kaki.
  • Sulaiman Lingga (55): Pedagang mi balap yang mengalami sakit pada bagian leher.
  • Hadijah Hanim Pane (53): Pedagang mi balap yang mengalami luka pada kaki dan tangan.

Suparman mengatakan Mawardi sedang menunggu anaknya yang menjalani operasi telinga di rumah sakit.

Istri korban berada di dalam rumah sakit, sedangkan Mawardi keluar untuk membeli makanan.

Mobil Mercedes-Benz dan Kendaraan Lain Masuk Parit

Selain menabrak lima orang, mobil Mercedes-Benz juga menabrak becak motor dan sepeda motor Honda Vario. Kedua kendaraan tersebut sebelumnya terparkir di pinggir jalan.

Baca Juga:  Warga Serbu Lowongan Kerja PPSU di Balai Kota Jakarta, dari S1 hingga Ibu Rumah Tangga

Widodo menjelaskan bahwa mobil, tiga pembeli, dan kendaraan yang tertabrak kemudian masuk ke parit.

“Mobil tersebut beserta ketiga pembeli mi balap, sepeda motor dan becak masuk ke dalam parit yang ada di depan Rumah Sakit Umum Haji Medan,” ujar Widodo.

Suparman tidak mengalami luka karena sedang berada di luar becaknya. Namun, becak yang digunakannya untuk mencari nafkah mengalami kerusakan parah.

“Saya enggak ada (luka-luka). Karena saya jarang duduk di becak. Terbagi lima (rusak) becak aku,” ujarnya.

Suparman telah bekerja sebagai tukang becak selama enam tahun dengan penghasilan yang bisa mencapai Rp200 ribu sehari.

Ia mengatakan sebagian rumahnya dibangun dari penghasilan sebagai tukang becak.

Pengemudi Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Menurut Widodo, pengemudi juga mengalami sejumlah luka akibat kecelakaan. Luka tersebut terdapat pada mata kiri, tangan kiri, kedua kaki, serta telapak kaki kanan.

“Pengemudi mobil Mercedes mengalami luka pada bagian mata sebelah kiri, luka pada bagian tangan sebelah kiri, luka kaki sebelah kanan dan kiri, luka robek telapak kaki kanan,” jelasnya.

Suparman mengatakan pengemudi sempat meminta maaf dan menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab.

“Pengemudinya sebelum buka pintu dia, minta maaf dan katanya bakal bertanggung jawab,” jelasnya.

Polisi Jadwalkan Tes Urine Sopir Mercy

Satlantas Polrestabes Medan menjadwalkan tes urine terhadap pengemudi Mercedes-Benz GLC 300, pada Jumat (30/10).

Widodo mengatakan polisi awalnya menjadwalkan pemeriksaan pada Kamis (29/10). Namun, kondisi kesehatan RC membuat pemeriksaan harus ditunda.

RC diketahui sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Royal Prima akibat luka yang dialaminya dalam kecelakaan tersebut.

“Kemarin enggak jadi, dia sakit, parah juga dia. Dia kan lagi sakit, di Rumah Sakit Royal Prima. Ini mau kita cek urine pagi ini,” kata Widodo, dikutip MPN Indonesia dari Kumparan, Jumat (30/10).

Baca Juga:  Viral! Wanita Ini Bagikan Momen Pesawat Garuda Rute Surabaya-Jakarta Keluarkan Api hingga Mati Mesin

Widodo menjelaskan bahwa polisi belum menetapkan RC sebagai tersangka. Penyidik masih mengumpulkan barang bukti dan mendalami kondisi pengemudi sebelum kecelakaan terjadi.

“Tersangka belum ditetapkan. Masih dilengkapi semua ya, CCTV rumah, dia berangkatnya bagaimana. Dia sebelum berangkat, bagaimana normal atau enggak normal, maksudnya dalam kondisi tekanan apa ribut atau gimana. Itu yang harus kita dalami,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending