Connect with us

Berita

Tak Hanya Karhutla, Puting Beliung dan Banjir Juga Terjang Banjar Kalimantan Selatan

Bencana alam melanda Kalimantan Selatan. Puting beliung rusak 42 rumah di Banjar, sementara BNPB melaporkan banjir dan karhutla 75 hektare.

Actress 1299250

Published

on

Tak Hanya Kahutla, Puting Beliung dan Banjir Juga Terjang Banjar Kalimantan Selatan
Tak Hanya Kahutla, Puting Beliung dan Banjir Juga Terjang Banjar Kalimantan Selatan. Gambar: Dok. BNPB

Kalimantan Selatan, MPN Indonesia 30 Oktober 2026 - Sejumlah bencana alam melanda Kalimantan Selatan, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, hingga angin puting beliung yang merusak puluhan rumah warga.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (28/10) melaporkan karhutla seluas 75 hektare di Kalimantan Selatan, sementara banjir di Kabupaten Banjar berdampak pada 175 orang.

Di Kabupaten Banjar, angin puting beliung yang menerjang Kecamatan Martapura Barat pada Senin (26/10) juga menyebabkan kerusakan pada 42 rumah dan sejumlah fasilitas umum.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menegaskan bahwa rangkaian bencana tersebut memerlukan penanganan serius.

“Jadi kami sampaikan, di Kalsel, selain banjir, juga terdapat karhutla. Selain karhutla, ada banjir, sehingga ini perlu kita tangani secara serius tentunya,” kata Berton dalam keterangannya.

Puting Beliung Rusak 42 Rumah dan Fasilitas Umum di Banjar

Angin puting beliung menerjang sejumlah permukiman di Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, saat hujan deras disertai angin kencang pada Senin (26/10).

Berdasarkan pendataan awal pemerintah kecamatan pada Selasa (27/10), sebanyak 38 rumah dan dua sekolah dasar dilaporkan terdampak.

Namun, Pemerintah Kabupaten Banjar memperbarui jumlah kerusakan menjadi 42 rumah dan sejumlah fasilitas umum.

Empat desa terdampak berdasarkan laporan pemerintah daerah meliputi:

  1. Desa Sungai Batang Ilir
  2. Desa Sungai Rangas Ulu
  3. Desa Penggalaman
  4. Desa Sungai Rangas Hambuku

Kerusakan bangunan meliputi bagian atap rumah warga hingga fasilitas pendidikan.

Baca Juga:  Seluruh Korban Longsor Freeport Telah Ditemukan usai 27 Hari Pencarian

Pemerintah daerah juga melaporkan kerusakan pada satu bangunan madrasah di Desa Sungai Batang Ilir dan satu sekolah di Desa Penggalaman.

Sementara itu, BNPB dalam laporan perkembangan bencana pada Rabu (28/10) mencatat sekitar 35 kepala keluarga terdampak cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Banjar.

“Akibatnya, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dan pohon tumbang. Tercatat kurang lebih 35 kepala keluarga terdampak,” tulis BNPB dalam laporannya.

Pendataan kerusakan dan jumlah warga terdampak masih menjadi bagian dari proses penanganan pemerintah daerah.

BNPB Catat Karhutla 75 Hektare dan Banjir di Kalimantan Selatan

Selain cuaca ekstrem di Kabupaten Banjar, BNPB melaporkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan dengan luas mencapai 75 hektare.

Bencana banjir juga terjadi di Kabupaten Banjar dan berdampak pada 175 orang.

Dalam laporan perkembangan bencana nasional, BNPB turut mencatat banjir di sejumlah wilayah Pulau Sumatra.

Di Kota Subulussalam, Aceh, banjir berdampak pada 2.345 warga. Sementara itu, jumlah warga terdampak di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara, mencapai 2.600 orang.

Banjir juga berdampak pada 2.025 warga di Kabupaten Asahan dan 730 warga di Kabupaten Deli Serdang.

Di Asahan, banjir terjadi di Desa Sei Silau Tua dan Desa Bangun Sari, Kecamatan Setia Janji, setelah hujan deras menyebabkan Sungai Silau Tua meluap.

Sementara itu, banjir di Deli Serdang dipicu luapan Sungai Sei Putih dan Sei Belawan serta kerusakan tanggul.

BNPB mengingatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah.

“Tentu kami juga memberikan imbauan kepada pemerintah untuk mengantisipasi ataupun mewaspadai potensi bahaya dari hidrometeorologi basah ini,” kata Berton.

BPBD Banjar Salurkan Bantuan kepada Warga Terdampak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk menangani dampak angin puting beliung di Martapura Barat.

Baca Juga:  Banjir Bandang Terjang Wilayah Solok, Akses Jalan ke Padang Terputus

Pada Rabu (28/10), BPBD menyerahkan bantuan logistik kepada Pemerintah Kecamatan Martapura Barat untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pokok, selimut, sarung, dan terpal bagi warga yang mengalami kerusakan rumah.

Selain penyaluran bantuan, petugas melakukan pendataan dan pemeriksaan kondisi bangunan untuk menentukan kebutuhan penanganan lanjutan.

Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan kerusakan rumah serta fasilitas umum akibat cuaca ekstrem.

(AKM/NID/RAD)

Trending