Connect with us

Berita

Alfamart Tutup 400an Toko gegara Rugi, Manajemen: Biaya Sewa Gerai Naik Gak Kira-Kira

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) dikabarkan telah melakukan penutupan sekitar 400 gerai sepanjang 2024.

Adinda

Published

on

Alfamart tutup 400 gerainya gegara rugi
Alfamart tutup 400 gerainya gegara rugi. Gambar: alfamart.co.id

MPN Indonesia 16 Desember 2024 - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), salah satu pemain utama dalam sektor ritel modern di Indonesia, melakukan penutupan sekitar 400 gerai sepanjang 2024.

Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin menjelaskan bahwa keputusan menutup ratusan gerai merupakan langkah berat namun tidak dapat dihindari.

“300-400 toko saya tahun itu tutup. Karena apa? Ya karena ya, kalau untung pasti kita buka terus,” ujar Solihin di sebuah acara di Soll Marina Hotel, Tangerang (14/12).

Alasan Penutupan Ratusan Gerai Alfamart

Alasan penutupan gerai itu disebabkan oleh sejumlah faktor, salah satunya biaya sewa gerai yang semakin mahal.

“Kami minimal sewa lima tahun. Biaya sewa naik, tetapi kenaikan juga ada yang tidak kira-kira,” tutur Solihin

Selain itu, beberapa pemilik lokasi memilih tidak memperpanjang kontrak sewa karena alasan tertentu, seperti beralih ke usaha baru.

Hal ini semakin mempertegas alasan Alfamart untuk menutup gerai-gerai yang kurang menguntungkan.

Strategi Ekspansi Alfamart

Meski ratusan gerai ditutup, ada ratusan gerai yang dibuka. Solihin menegaskan bahwa jumlah gerai baru yang dibuka pada 2024 melampaui target awal perusahaan.

Dari target pembukaan 800 gerai, Alfamart justru berhasil membuka lebih banyak sebagai langkah untuk menggantikan gerai-gerai yang ditutup.

“Artinya, diharapkan ada yang tutup dan ada yang buka. Jadi ada substitusi, misalnya saling menopang gitu ya,” jelasnya.

“Jujur saja kita target buka 800. Tapi karena yang ditutup ratusan, kita jadi buka lebih dari segitu (800),” ucapnya.

Selain membuka gerai baru, Alfamart juga memperluas jaringan distribusinya. Pada 2025, perusahaan berencana membuka pusat distribusi baru di Palangkaraya dan Luwu dengan investasi sebesar Rp100 miliar.

Baca Juga:  Alfamart Hadirkan Mudik Gratis Lebaran 2025, Cek Syarat dan Cara Daftarnya!

“Alfamart terus ekspansi. Kami telah buka distribution center baru dengan nilai Rp 100 miliar. Distribution center ini untuk melayani jaringan toko,” ujar Solihin.

Kinerja Keuangan Tetap Positif

Meskipun menghadapi tantangan operasional, Alfamart mencatatkan kinerja keuangan yang positif hingga kuartal III 2024.

Laporan keuangan menunjukkan pendapatan bersih mencapai Rp88,21 triliun, meningkat 10,23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp80,24 triliun.

Pertumbuhan ini terutama didorong oleh segmen usaha makanan yang menyumbang Rp62,37 triliun, serta bisnis non-makanan sebesar Rp25,84 triliun.

Keuntungan bersih perusahaan juga tumbuh 9,52% secara tahunan menjadi Rp2,39 triliun hingga September 2024.

Meski terdapat gerai yang ditutup, Alfamart tetap berhasil menjaga pertumbuhan laba. Segmen waralaba menyumbang Rp16,05 triliun terhadap total pendapatan, atau setara dengan 18,19%.

Jumlah Gerai Alfamart di Indonesia

Alfamart mengoperasikan jaringan minimarket yang terdiri dari gerai milik sendiri dan gerai hasil kerja sama waralaba.

Hingga September 2024, jumlah gerai Alfamart mencapai 14.604 unit, meningkat 600 gerai dibandingkan Desember 2023. Gerai kerja sama waralaba juga meningkat menjadi 5.367 gerai pada periode yang sama.

Perusahaan terus memperluas jangkauan operasinya ke berbagai wilayah Indonesia, mulai dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, hingga daerah seperti Gorontalo, Luwu, dan Lampung.

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending