Connect with us

Berita

Atmakusumah Astraatmadja, Tokoh Pers Nasional Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun

Dunia jurnalistik Indonesia berduka atas wafatnya Atmakusumah Astraatmadja, mantan Ketua Dewan Pers dan pejuang kebebasan pers, pada 2 Januari 2025.

Arthur

Published

on

Atmakusumah Astraatmadja, Tokoh Pers Nasional Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun
Atmakusumah Astraatmadja, Tokoh Pers Nasional Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun. Gambar: Tangkapan layar youtube Universitas Terbuka TV

MPN Indonesia 4 Januari 2025 - Dunia pers Indonesia berduka atas kepergian tokoh sejarah jurnalistik nasional, Atmakusumah Astraatmadja, yang meninggal dunia pada Kamis (2/1) pukul 13.05 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.

Sosok pejuang kebebasan pers ini wafat pada usia 86 tahun setelah berjuang melawan sakit.

Pengumuman dan Ungkapan Duka

Kabar duka pertama kali disampaikan melalui pesan singkat.

“Mau mengabarkan bahwa Pak Atmakusumah Astraatmadja telah berpulang dengan damai pada hari ini 2 Januari 2025 pukul 13:05 WIB. Mohon doakan semoga Pak Atma mendapatkan tempat terbaik,” tulis pesan singkat.

Ninik Rahayu, Ketua Dewan Pers, turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Atmakusumah.

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Selamat jalan Pak Atmakusumah. Insya Allah husnul khotimah,” ungkapnya.

Atmakusumah meninggalkan seorang istri, Sri Rumiati, serta tiga putra, yakni Kresnahutama, Rama Ardana, dan Tri Laksmana.

Perjalanan Karier

Atmakusumah Astraatmadja dikenal sebagai figur penting dalam sejarah Dewan Pers.

Ia adalah Ketua Dewan Pers independen pertama sejak reformasi, menjabat dari Mei 2000 hingga Agustus 2003.

Perubahan struktur ini dimungkinkan oleh UU No. 40/1999, yang menjadikan Dewan Pers sebagai lembaga independen dengan ketua yang dipilih secara demokratis.

Sebelumnya, jabatan tersebut selalu diemban oleh Menteri Penerangan.

Dalam pernyataannya saat menerima Anugerah Pengabdian Sepanjang Hayat (Lifetime Achievement) dari Dewan Pers pada November 2023, Atmakusumah mengenang perjuangan mempertahankan kebebasan pers di Indonesia, termasuk menghadapi ancaman teror dan pembredelan media massa.

“Mudah-mudahan undang-undang itu terus berlaku. Kebebasan pers saat ini sedang menuju ke arah yang positif,” ungkapnya.

Baca Juga:  Momen Prabowo Cium Kening Bayi Putra Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Kiprah di Dunia Jurnalistik

Atmakusumah memulai kariernya sebagai redaktur di Harian Indonesia Raya bersama Mochtar Lubis, sebelum melanjutkan kiprah di kantor berita Antara dan Persbiro Indonesia (PIA).

Ia juga pernah menjadi penyiar di Radio Australia (ABC) dan Deutsche Welle di Jerman, serta komentator Radio Republik Indonesia (RRI).

Sebagai penulis produktif, karya-karyanya tersebar di berbagai media, seperti Kompas, Tempo, The Jakarta Post, Sinar Harapan, hingga media internasional.

Buku dan tulisannya sering membahas kebebasan pers dan dinamika media, salah satunya dalam buku Kebebasan Pers dan Arus Informasi di Indonesia (1981).

Prestasi dan Penghargaan

Atmakusumah menerima berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Ramon Magsaysay Award 2000 untuk Jurnalisme, Sastra, dan Seni Komunikasi Kreatif.

Ia juga dianugerahi Medali Emas Kemerdekaan Pers pada Hari Pers Nasional 2011 dan Penghargaan Kebebasan Pers 2008 dari Aliansi Jurnalis Independen.

Selama lebih dari tiga dekade, Atmakusumah aktif berbicara di seminar dan lokakarya tentang kebebasan pers di berbagai kota di Indonesia.

Trending