Connect with us

Berita

Balita Usia 2 Tahun Patah Kaki Akibat Terjepit Eskalator Mal di Jakarta Barat

Balita laki-laki patah kaki akibat terjepit di eskalator mal Jakarta Barat. Kurangnya pengawasan orang tua diduga menjadi penyebab utama insiden.

Logompn

Published

on

Balita Usia 2,6 Tahun Patah Kaki Akibat Terjepit Eskalator Mal di Jakarta Barat
Balita Usia 2,6 Tahun Patah Kaki Akibat Terjepit Eskalator Mal di Jakarta Barat. Gambar: Kolase Instagram/@funnelmedia

MPN Indonesia 28 Desember 2024 - Seorang balita laki-laki berusia 2 tahun 6 bulan mengalami patah kaki akibat terjepit di eskalator salah satu mal di Jakarta Barat.

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (21/12) siang dan viral setelah video kejadian beredar luas di media sosial.

Kronologi Kejadian

Kapolsek Tambora, Kompol Donny Harvida, menjelaskan bahwa kecelakaan ini terjadi karena kurangnya pengawasan dari orang tua.

Berdasarkan keterangan, balita itu menggunakan eskalator bersama orang tuanya untuk turun dari lantai atas ke lantai bawah.

Namun, ketika hampir sampai di lantai bawah, balita tersebut tersangkut di bagian samping eskalator.

“Saat menaiki eskalator dari lantai yang lebih tinggi ke bawah, anak ini tidak diawasi oleh orang tuanya. Ketika sampai di lantai bawah, putranya ini tiba-tiba tersangkut di bagian bawah itu, di bagian sampingnya,” kata Donny pada Kamis (26/12).

Saksi mata menyebutkan bahwa anak tersebut berada dalam posisi jongkok saat menggunakan eskalator, sehingga mengakibatkan kecelakaan fatal.

“Anaknya tuh lagi jongkok lah gitu. Kemudian hal tersebut mengakibatkan kaki korban patah tulang,” tambah Donny.

Penanganan Pascakejadian

Pengelola mal segera memberikan pertolongan pertama setelah insiden terjadi. Balita tersebut langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Orang tua korban juga mengakui adanya kelalaian yang berkontribusi pada terjadinya kecelakaan ini. Mereka kemudian memutuskan untuk membawa anaknya menjalani pengobatan tradisional di Provinsi Banten.

“Kalau ini kami melihat adanya surat pernyataan bahwa dari pihak keluarga itu mengakui bahwa kejadian seperti itu kadang-kadang disebabkan oleh kelalaian orang tua, tidak mengawasi. Pihak keluarganya sendiri akhirnya membawa putranya untuk pengobatan alternatif,” jelas Kompol Donny.

Baca Juga:  Kapal Tongkang Hantam Kafe di Pinggir Sungai Mahakam hingga Rugi Miliaran, Imbas Hujan Deras dan Angin Kencang

Imbauan kepada Orang Tua

Kapolsek Tambora mengimbau orang tua untuk selalu mengawasi anak-anak, terutama saat berada di tempat umum yang tidak dirancang khusus untuk anak-anak.

“Jadi mungkin sebaiknya memang orang tua itu harus mengawasi putra-putrinya ketika ada di setiap tempat, apalagi yang tidak ramah dengan anak,” kata Donny.

Trending