Connect with us

Politik

Prabowo Serukan Pimpinan Dunia untuk Fokus Membangun Gaza setelah Menderita Lama

Dalam World Governments Summit di Dubai, Prabowo Subianto menyerukan penghentian kekerasan di Gaza,

Actress 1299250

Published

on

Prabowo Serukan Pimpinan Dunia Untuk Fokus Membangun Gaza Setelah Menderita Lama
Prabowo Serukan Pimpinan Dunia untuk Fokus Membangun Gaza setelah Menderita Lama. Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 14 Februari 2025 - Presiden Prabowo Subianto menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk menghentikan penderitaan di Gaza dan segera memulai proses pembangunan kembali.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam forum internasional World Governments Summit di Dubai pada Kamis (13/2).

Seruan Prabowo untuk Mengakhiri Penderitaan di Gaza

Dalam pidatonya, Prabowo Subianto menegaskan bahwa tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza merupakan peristiwa mendalam yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Ia menyatakan bahwa harapan dan doa saja tidak cukup untuk menghentikan penderitaan rakyat Gaza, terutama setelah berbulan-bulan menghadapi konflik yang menghancurkan berbagai infrastruktur dan fasilitas umum.

“Gaza sudah cukup menderita! Sekarang saatnya membangun kembali rumah-rumah, membuka kembali sekolah-sekolah, dan memulihkan keadaan yang normal,” ujar Prabowo.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Indonesia mendukung penuh penyelesaian konflik yang adil dan langgeng antara Palestina dan Israel, yang berlandaskan pada solusi dua negara.

“Indonesia mendukung upaya-upaya menuju penyelesaian yang adil dan langgeng, yang berlandaskan pada solusi dua negara,” ujarnya dengan tegas.

Kritik terhadap Kekerasan dan Seruan Perdamaian Global

Prabowo Subianto juga menyoroti bahwa kekerasan di Gaza merupakan bagian dari ketidakstabilan global yang lebih luas.

Ia mengingatkan bahwa berbagai krisis kemanusiaan, termasuk yang terjadi di Ukraina, Kongo Timur, dan beberapa wilayah Afrika lainnya, mencerminkan semakin meningkatnya erosi stabilitas dunia.

“Dunia tidak boleh membiarkan siklus kekerasan terus berlanjut. Krisis di Ukraina, Gaza, Kongo Timur, dan wilayah Afrika lainnya mencerminkan semakin luasnya erosi stabilitas global. Indonesia memahami bahwa retorika saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan ini,” tegasnya.

Baca Juga:  Dilarang Pakai Blouse Bendera Palestina, Anggota DPR Belanda Ganti dengan Kemeja Motif Semangka

Prabowo juga mengingatkan bahwa situasi internasional saat ini terus berubah dengan cepat, diwarnai oleh ketidakstabilan dan proteksionisme ekonomi.

Jika tidak ditangani dengan baik, perubahan ini dapat menjadi tidak terkendali dan memperburuk situasi keamanan global.

Dampak Agresi Militer di Gaza

Konflik yang terjadi di Gaza sejak Oktober 2023 telah menyebabkan kehancuran besar.

Agresi militer Israel terhadap Palestina menghantam berbagai fasilitas umum serta rumah-rumah warga sipil.

Hingga saat ini, lebih dari 48.000 orang di Palestina dilaporkan meninggal akibat serangan tersebut.

Seiring dengan meningkatnya tekanan internasional, muncul usulan dari beberapa pihak terkait pembangunan kembali Gaza.

Salah satu usulan yang kontroversial datang dari mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menyarankan pembangunan Gaza dengan langkah pemindahan penduduknya dari wilayah tersebut.

Komitmen Indonesia dalam Kasus Kemanusiaan Internasional

Sebagai pemimpin Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan bahwa negaranya berkomitmen untuk terus mendukung penyelesaian konflik Palestina berdasarkan prinsip keadilan dan solusi dua negara.

Selain menyerukan penghentian kekerasan di Gaza, ia juga menekankan pentingnya pendekatan diplomasi dalam menyelesaikan berbagai kasus kemanusiaan internasional.

Trending