Connect with us

Otomotif

Pemerintah Dorong Pabrikan Produksi LCGC Hybrid sebagai Mobil Ramah Lingkungan

Pemerintah mendorong pengembangan mobil LCGC hybrid untuk menurunkan emisi dan meningkatkan efisiensi energi.

Miris! Perangkat Desa di Majalengka Lecehkan Bocah 4 Tahun hingga Depresi Berat

Published

on

By

Pemerintah Dorong Pabrikan Produksi Lcgc Hybrid Sebagai Mobil Ramah Lingkungan
Pemerintah Dorong Pabrikan Produksi LCGC Hybrid sebagai Mobil Ramah Lingkungan. Gambar: Dok. Blibli

MPN Indonesia 20 Februari 2025 - Pemerintah tengah mendorong produsen otomotif untuk mengembangkan mobil LCGC dengan teknologi hybrid sebagai bagian dari upaya menurunkan emisi dan meningkatkan efisiensi energi.

Langkah ini bertujuan agar kendaraan hemat bahan bakar yang sudah populer di Indonesia dapat semakin ramah lingkungan.

Namun, tantangan utama dalam pengembangan ini adalah harga jual yang kemungkinan besar meningkat dibandingkan model konvensional.

Dilansir dari Detik.com, Dodiet Prasetya, Direktur Industri Alat Transportasi Darat dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), menegaskan bahwa penjualan mobil LCGC cukup tinggi, sehingga pengembangan teknologi hybrid di segmen ini dinilai dapat memperkuat pencapaian tersebut.

“Kami mendorong para pabrikan untuk bisa menyematkan teknologi hybrid di LCGC. Poinnya satu, kita ingin meningkatkan pencapaian yang sudah bagus. Kemudian dalam rangka sumbangsih penurunan emisi dan ketahanan energi. Kami ingin meningkatkan apa yang sudah efisien menjadi lebih efisien,” ujar Dodiet.

Tantangan Harga dalam Produksi LCGC Hybrid

Meski ide mobil listrik atau hybrid di segmen mobil LCGC menarik, pabrikan menghadapi kendala dalam hal harga jual.

Philardi Ogi, Head of Public Relations PT Toyota Astra Motor (TAM), menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum mengembangkan model LCGC hybrid karena ada batasan harga yang harus di bawah Rp200 juta.

Teknologi hybrid sendiri memerlukan tambahan biaya yang signifikan.

“LCGC hybrid belum ada development. Sekarang dengan adanya PPN, harga juga naik. Tapi yang jelas, kita punya teknologinya,” kata Ogi dalam pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025.

Baca Juga:  Fitur Unggulan Chery Q, Benarkah Fast Charging dalam Waktu 16,5 Menit?

Selain itu, komponen tambahan seperti baterai dan sistem kelistrikan dalam teknologi hybrid menjadi faktor utama yang meningkatkan harga produksi.

“LCGC itu dibatasi di bawah Rp200 juta. Begitu ada mesin baru, pasti ada kenaikan harga bagi konsumen,” tambahnya.

Kajian dan Langkah Bertahap dari Pabrikan

Sejumlah produsen, termasuk Toyota, tengah mengkaji usulan dari Kemenperin terkait penerapan teknologi hybrid di mobil LCGC.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, menyatakan bahwa produksi LCGC hybrid belum akan dilakukan dalam waktu dekat karena harga yang masih menjadi tantangan utama.

“Kalau hybrid ditambahkan ke LCGC, maka harganya pasti naik. Tapi sebenarnya, semakin besar volume produksi, harganya akan semakin turun,” jelas Nandi dalam acara Carbon Neutrality (CN) Mobility Event di Jakarta.

Toyota telah menerapkan strategi bertahap dalam pengembangan teknologi hybrid.

Dimulai dari model premium seperti Prius, lalu ke Innova dan Yaris Cross, dan nantinya akan diterapkan ke model yang lebih terjangkau seperti Avanza dan LCGC.

Potensi Efisiensi dan Perlunya Insentif Pajak

Cyrillus Harinowo, penulis buku Multi-pathway for Car Electrification, menyoroti bahwa mobil berbasis hybrid dapat secara signifikan mengurangi konsumsi bahan bakar dibandingkan mesin konvensional.

Menurutnya, jika mesin mobil listrik dikombinasikan dengan teknologi hybrid, efisiensinya bisa mencapai 0,4 liter per kilometer, jauh lebih hemat dibandingkan LCGC berbasis bensin yang saat ini rata-rata mengonsumsi 1 liter untuk 20 kilometer.

Untuk menjadikan mobil LCGC hybrid lebih terjangkau, Cyrillus menilai bahwa insentif pajak sangat diperlukan.

“Kalau dikenakan insentif perpajakan yang bagus, pada akhirnya LCGC hybrid bisa menjadi murah,” ujarnya.

LCGC di Indonesia dan Prospek Hybrid

Sejak diperkenalkan pada 2013, program mobil LCGC telah menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin memiliki mobil dengan harga terjangkau.

Baca Juga:  BYD Da Han EV Resmi Meluncur, Jarak Tempuh 1.008 Km dan Ngecas Cuma 9 Menit

Saat ini, ada lima model LCGC yang beredar di Indonesia, yakni Toyota Calya, Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Daihatsu Sigra, dan Honda Brio Satya.

(AKM/NID/RAD)

"Seorang penulis redaksi profesional yang berkomitmen pada keakuratan dan kredibilitas dalam setiap karya tulis. Berorientasi pada fakta dan didukung oleh analisis mendalam, selalu berupaya menghadirkan tulisan yang informatif, relevan, dan berkualitas tinggi untuk pembaca."

Trending