Berita
Profil Muliaman Darmansyah Hadad Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara, Segini Kekayaannya
Muliaman Darmansyah Hadad lahir di Bekasi, Jawa Barat, pada 3 April 1960. Saat ini ia menjabat sebagai Wakil Ketua Dewas Danantara.
MPN Indonesia 25 Februari 2025 - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pada Senin (24/2) di Istana Merdeka, Jakarta.
BPI Danantara diawasi oleh Dewan Pengawas (Dewas) yang terdiri dari perwakilan berbagai kementerian dan lembaga.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ditunjuk sebagai Ketua Dewas, sementara Muliaman Darmansyah Hadad menjabat sebagai Wakil Ketua Dewas.
Sebelumnya, pada 21 Oktober 2024, Muliaman Hadad diangkat sebagai Kepala Danantara dengan Kaharuddin Djenod Daeng Mayambeang sebagai wakilnya melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 142/P Tahun 2024.
Namun, masa jabatan Muliaman sebagai pimpinan tertinggi Danantara hanya berlangsung hampir empat bulan.
Pada Senin (24/2), posisi Muliaman digantikan oleh Rosan Perkasa Roeslani yang menjabat sebagai Kepala Badan Pelaksana atau Chief Executive Officer (CEO) Danantara.
Latar Belakang Pendidikan Muliaman Hadad
Muliaman Darmansyah Hadad lahir di Bekasi, Jawa Barat, pada 3 April 1960. Dikutip dari akun LinkedIn-nya, ia menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Indonesia (UI) pada 1984.
Kemudian, ia melanjutkan studi magister di John F. Kennedy School of Government, Harvard University, Amerika Serikat pada 1991 dan meraih gelar Master of Public Administration.
Selanjutnya, Muliaman meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) dalam bidang perbankan dan keuangan dari Monash University, Melbourne, Australia pada 1996.
Perjalanan Karier Muliaman Hadad
Karier profesional Muliaman dimulai di Bank Indonesia (BI), di mana ia menjabat sebagai Deputi Gubernur BI pada periode 2006-2012.
Ia kemudian pindah ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menjadi Ketua Dewan Komisioner dari 2012 hingga 2017.
Setelah masa jabatannya di OJK berakhir, Muliaman diangkat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) untuk Swiss dan Liechtenstein oleh Presiden Joko Widodo pada 2018 hingga 2023.
Selain itu, Muliaman aktif dalam dunia akademik dan pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Diponegoro (2016-2021).
Ia pernah menjabat sebagai Ketua MWA Universitas Sebelas Maret (2024-2029). Ia juga menjadi dosen di bidang ekonomi dan bisnis di Universitas Diponegoro dan dikukuhkan sebagai guru besar pada 2018.
Jabatan di Dunia Korporasi
Di dunia korporasi, Muliaman Hadad memiliki peran strategis sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sejak 2023.
Ia juga menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Astra International Tbk sejak 2023.
Pengalaman profesionalnya di sektor keuangan dan perbankan membuatnya dikenal sebagai salah satu tokoh ekonomi dan perbankan terkemuka di Indonesia.
Harta Kekayaan Muliaman Hadad
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara elektronik (e-LHKPN) yang diunggah di laman Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Muliaman Hadad pertama kali melaporkan kekayaannya pada 15 Juli 2007 saat menjabat sebagai Deputi Gubernur BI dengan total kekayaan sebesar Rp 4.848.717.692.
Empat tahun kemudian, yakni pada 12 September 2011, kekayaannya meningkat menjadi Rp 11.463.752.146.
Saat menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK, kekayaannya tercatat sebesar Rp 17.198.911.336, per 30 Desember 2013, kemudian sedikit menurun menjadi Rp 16.677.764.861 pada 19 April 2016.
Namun, kekayaannya kembali melonjak signifikan menjadi Rp 39.145.020.352 pada 19 Juli 2017.
Laporan terakhir yang dilaporkan Muliaman sebagai Komisaris Utama BSI pada 31 Maret 2024 mencatat total kekayaan sebesar Rp 42.317.590.493, dengan rincian sebagai berikut:
Tanah dan bangunan: Rp 47.776.709.959
Alat transportasi dan mesin: Rp 3.361.300.000
Surat berharga: Rp 1.000.000.000
Kas dan setara kas: Rp 4.222.899.234
Harta lainnya: Rp 1.000.000.000
Utang: Rp 14.043.318.700
Muliaman memiliki 18 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai lokasi, termasuk Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, Bekasi, Serang, Bogor, Pandeglang, Badung, hingga Australia.
Selain itu, ia juga mengoleksi empat unit kendaraan bermotor, yaitu Toyota Avanza Minibus (2007), Nissan Navara Minibus (2015), Toyota Alphard (2018), dan BMW SUV (2023).
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
