Connect with us

Olahraga

Jordi Cruyff, Anak Legend Sepak Bola Belanda Jadi Technical Advisor Timnas Indonesia

Jordi Cruyff resmi jadi penasihat teknis Timnas Indonesia. PSSI berharap pengalaman eks Barcelona dan Manchester United ini bisa meningkatkan performa tim.

Logompn

Published

on

Jordi Cruyff, Anak Legend Sepak Bola Belanda Jadi Technical Advisor Timnas Indonesia
Jordi Cruyff, Anak Legend Sepak Bola Belanda Jadi Technical Advisor Timnas Indonesia. Gambar : AFP/Franck Fife

MPN Indonesia 26 Februari 2025 - Jordi Cruyff resmi ditunjuk sebagai technical advisor atau penasihat teknis Timnas Indonesia oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Pengumuman ini disampaikan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam konferensi pers di Jakarta, pada Selasa (25/2).

“Dengan bangga kami menyambut Jordi Cryuff sebagai Penasihat Teknis PSSI yang baru,” ujar Erick Thohir, Ketua Umum PSSI.

Jordi, yang merupakan anak dari legenda sepak bola Belanda Johan Cruyff, diharapkan dapat membawa pengalaman dan wawasan luasnya untuk membantu meningkatkan performa Timnas Indonesia.

Profil Jordi Cruyff

Lahir pada 9 Februari 1974, Jordi Cruyff adalah anak pertama dari Johan Cruyff, salah satu ikon sepak bola dunia yang dikenal dengan gaya permainan total football.

Terlahir dalam keluarga yang sangat lekat dengan sepak bola, Jordi mulai mengasah bakatnya di akademi Ajax Amsterdam pada 1981 hingga 1988, sebelum melanjutkan karier juniornya di Barcelona dari 1988 hingga 1992.

Pada 1992, Jordi membuat debut profesionalnya bersama Barcelona B di Segunda Division dan menjadi pencetak gol terbanyak tim bersama Oscar.

Dua tahun kemudian, ia dipromosikan ke tim senior Barcelona dan menjalani debut LaLiga pada 4 September 1994 dalam pertandingan melawan Sporting Gijon.

Karier Sebagai Pemain Profesional

Setelah bermain untuk tim senior Barcelona, Jordi Cruyff pindah ke Manchester United pada 1996.

Selama empat musim bersama Manchester United, ia mencatatkan 58 penampilan di semua kompetisi dan sempat dipinjamkan ke Celta Vigo pada musim 1998/1999.

Baca Juga:  Patrick Kluivert Antusias Sambut Laga Perdana di SUGBK bareng Timnas Indonesia

Setelah itu, karier klubnya perlahan menurun, dan ia bermain untuk Alaves, Espanyol, Metalurh Donetsk, hingga mengakhiri kariernya di Valletta pada musim 2009/2010.

Sepanjang kariernya sebagai pemain, Jordi berhasil meraih dua gelar bergengsi, yakni Piala Super Spanyol bersama Barcelona pada 1994 dan gelar Premier League Inggris bersama Manchester United pada musim 1996/1997.

Daftar Klub yang Dibela Jordi Cruyff

  • 1992-1994: Barcelona B
  • 1994-1996: Barcelona
  • 1996-2000: Manchester United
  • 1999: Celta Vigo (pinjaman)
  • 2000-2003: Alaves
  • 2003-2004: Espanyol
  • 2006-2008: Metalurh Donetsk
  • 2009-2010: Valletta

Perjalanan Karier Manajerial dan Penasihat Teknis

Setelah pensiun sebagai pemain pada 2010, Jordi Cruyff mengembangkan karier di bidang manajerial.

Ia memulai peran barunya sebagai asisten pelatih di Valletta dan kemudian menjadi direktur olahraga di AEK Larnaca.

Pada Juli 2012, Jordi pindah ke Israel untuk bergabung dengan Maccabi Tel Aviv, di mana ia bertugas sebagai direktur olahraga dan juga sempat menjadi pelatih sementara dengan lisensi UEFA Pro.

Jordi melanjutkan karier kepelatihannya di China bersama Chongqing Liangjiang Athletic dari Agustus 2018 hingga Desember 2019, sebelum menjadi pelatih Timnas Ekuador pada Januari hingga Juli 2020. Selanjutnya, ia melatih Shenzhen FC di Liga China dari September 2020 hingga Juli 2021.

Pada Agustus 2021, Barcelona memanggil Jordi kembali sebagai penasihat teknis sebelum kemudian dipromosikan menjadi direktur olahraga pada Juli 2022.

Namun, pada Juni 2023, Jordi meninggalkan posisinya di Barcelona setelah hampir dua tahun bertugas di klub yang memiliki sejarah panjang dengan keluarganya.

Peran sebagai Penasihat Teknis Timnas Indonesia

Kini, Jordi Cruyff bergabung dengan Timnas Indonesia sebagai penasihat teknis atau technical advisor.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa Jordi dipilih karena diyakini mampu memberikan pandangan luas dan strategi yang dibutuhkan untuk meningkatkan performa Timnas Indonesia.

Baca Juga:  Tak Duduk di Bench Pelatih saat Indonesia vs Kamboja, John Herdman: Mereka Cetak Tiga Gol Tanpa Pelatih di Pinggir Lapangan

Pengalaman luas Jordi di berbagai klub papan atas Eropa dan Asia diharapkan dapat memberikan dampak positif, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Saat ini, Timnas Indonesia tengah berjuang untuk lolos ke Piala Dunia 2026, duduk di peringkat ketiga Grup C pada babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Selain itu, PSSI juga menargetkan pembentukan Timnas Indonesia yang lebih kompetitif di kancah internasional.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending