Connect with us

Politik

Gubernur Dedi Mulyadi Tegur Kades Gunung Menyan soal Nasi Kotak

Dedi Mulyadi menegur Kepala Desa Gunung Menyan, Wiwin Komalasari yang viral usai pernyataannya mengenai nasi kotak menuai kontroversi.

Arthur

Published

on

Mpnbagas(1250 X 849 Px) Mpn 2025 02 28t114236.733
Gubernur Dedi Mulyadi Tegur Kades Gunung Menyan soal Nasi Kotak | Gambar: YT/@KANG DEDI MULYADI CHANNEL

MPN Indonesia 28 Februari 2025 - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegur Kepala Desa Gunung Menyan, Wiwin Komalasari yang viral usai pernyataannya mengenai nasi kotak menuai kontroversi.

Melaui akun YouTube pribadinya, Dedi Mulyadi menunjukkan momen saat ia menghubungi Wiwin melalui panggilan video.

“Ini teh ibu kenapa bikin ramai-ramai, bikin heboh-heboh? Ini Bogor udah tiga kali lho (berulah),” ujar Dedi Mulyadi kepada Wiwin, dikutip MPN Indonesia dari YouTube @kangdedimulyadichannel, Jumat (28/2).

Klarifikasi Wiwin

Wiwin mengungkapkan bahwa dirinya dan rekan-rekan kepala desa menerima nasi kotak saat acara pelantikan Bupati Bogor.

Mereka pun memilih untuk makan di area parkiran bersama para sopir karena banyaknya makanan yang mereka dapat.

“Berhubung memang banyak nasinya, jadi kita makan tidak di dalam, kita bawa, kita tenteng. Kita makan di parkiran untuk sopir juga,” jelas Wiwin.

Wiwin juga menyinggung istilah ‘jomet’ yang sempat ia ucapkan dalam video yang viral.

“Keseruan memang pas bareng-bareng sama teman-teman kades dan di situ mungkin ada yang bilang jomet, terus saya ikut-ikutan,” tambahnya.

Dedi pun bertanya apa maksud dari kata ‘jomet’ yang dilontarkan Wiwin.

“Itu istilah Bahasa Bogor untuk makanan. Seru-seruan aja, kita bawa jomet teng-teng, apalagi dari Pemda baru kali ini. Itu seru, senang,” jawab Wiwin sambil tersenyum.

Ingatkan Wiwin Tetap Bersikap Sederhana

Meskipun Wiwin Komalasari mengaku hanya bercanda, tapi Dedi Mulyadi tetap memberikan teguran.

Ia mengingatkan agar Wiwin lebih bijak dalam bersikap, terutama di era media sosial yang bisa dengan cepat memicu reaksi publik.

“Saya hari ini menegur ibu. Karena abadnya saat ini media sosial, ke depan tolong turunkan tensinya. Sebagai pemimpin, ibu harus bisa membedakan kapan berpakaian sebagai kepala desa, kapan sebagai artis, agar tidak melahirkan salah persepsi publik,” tegas Dedi Mulyadi.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Video Call Susi Pudjiastuti: Setuju Tolak Keramba Jaring Apung di Pangandaran

Dedi juga menekankan pentingnya sikap sederhana bagi para kepala desa agar tidak memicu salah tafsir di masyarakat.

“Jangan begitu lagi ya, karena ibu selalu bikin heboh media sosial. Jangan bikin heboh lagi,” pungkasnya.

“Siap, Bapak,” jawab Wiwin Komalasari.

(AKM/NID/RAD)

Trending