Entertainment
Ternyata Ini Alasan Ivan Gunawan Pekerjakan Lansia hingga Difabel di Bisnis Butiknya
Ivan Gunawan mempekerjakan lansia dan penyandang disabilitas dalam mengelola bisnisnya.
MPN Indonesia 3 Maret 2025 - Ivan Gunawan mengambil langkah berbeda dalam mengelola bisnis butiknya dengan mempekerjakan lansia dan penyandang disabilitas.
Keputusan ini bukan tanpa alasan, melainkan didasari oleh penghargaan terhadap ketekunan para lansia serta disabilitas yang sering kali diabaikan dalam dunia kerja.
Pekerja Lansia Lebih Bijaksana
Menurut Ivan, tenaga kerja muda memang memiliki kreativitas tinggi, tetapi pekerja dengan usia lebih matang mampu memberikan wawasan dan kebijaksanaan dalam menjalankan berbagai tugas.
“Secara kreatif, anak muda itu lebih kreatif, tapi yang lebih dewasa memberikan jalan-jalan yang sebenarnya harus diperhatikan yang baik,” ujar Ivan Gunawan dikutip MPN Indonesia dari Detik, Senin (3/3).
“Karena kadang-kadang diperlukan daya pikir dan kedewasaan dalam melakukan banyak hal,” imbuhnya.
Desainer berusia 43 tahun ini menyoroti pentingnya memberdayakan lansia dalam dunia kerja, terutama bagi mereka yang memiliki keterampilan khusus.
Menurutnya, jika para lansia tidak diberikan kesempatan untuk bekerja, potensi mereka akan terbuang sia-sia.
“Justru kalau teman-teman lansia nggak dipakai, skill-nya, tenaganya, menua di rumah, itu udah terbukti,” kata Ivan Gunawan.
Pekerja Disabilitas Lebih Giat dalam Bekerja
Selain memberdayakan lansia, Ivan Gunawan juga memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk bekerja di tim desainnya.
Salah satu contohnya adalah tim desain di Mandjha, brand fashion miliknya, yang berbasis di Bandung dan beranggotakan pekerja tuna rungu.
“Aku punya beberapa tim desain di Mandjha, mereka di Bandung untuk disabilitas. Aku kasih tahu ya teman-teman, aku punya tim desain tuna rungu. Mereka itu kerjanya lebih giat dibandingkan dengan orang-orang yang normal,” ungkap Ivan Gunawan.
Berdasarkan pengamatannya, tim desain dari kalangan penyandang disabilitas justru lebih fokus dan produktif dalam bekerja.
“Nggak main handphone, nggak gila-gila makan, ngobrol, atau segala macam. Jauh lebih tekun. Jadi makanya aku kalau udah mulai ngomel, ya aku jadikan barometer,” tambahnya.
(ELG/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
