Connect with us

Berita

Wagub Maluku Utara Minta Maaf usai Viral Sebut Orang Islam Penyebab Inflasi

Wagub Maluku, Abdullah Vanath minta maaf usai pernyataannya mengenai perilaku konsumtif umat Islam selama Ramadan viral.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 12t132156.571
Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath | Gambar: Media Center Pemprov Maluku

Maluku, MPN Indonesia 12 Maret 2025 - Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath menyampaikan permintaan maaf usai pernyataannya mengenai perilaku konsumtif umat Islam selama bulan Ramadan viral di media sosial.

Dalam pernyataannya yang memicu kontroversi itu, Abdullah Vanath menyinggung kebiasaan umat Muslim yang berpuasa di siang hari tapi mengonsumsi banyak makanan pada malam hari.

Ia juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang tetap membeli baju baru dalam jumlah banyak meskipun memiliki keterbatasan finansial, yang menurutnya dapat memicu inflasi.

“Gubernur Maluku memberikan perhatian serius di bulan puasa, jadi orang Islam ini siang (mereka) tidak makan tapi malam makan banyak, uang tidak ada tapi baju baru banyak, keadaan seperti ini bisa menimbulkan inflasi,” kata Abdullah saat konferensi pers usai Rapat Pengendalian Inflasi Daerah di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (5/3).

Permintaan Maaf dan Klarifikasi

Merespons kritik yang muncul, Abdullah Vanath memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf pada Senin (10/3).

Ia menegaskan bahwa dirinya dan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa terbuka terhadap kritik dan menganggapnya sebagai bagian penting dari pengawasan jalannya pemerintahan.

Vanath meminta masyarakat untuk melihat pernyataannya dalam konteks yang lebih luas.

Ia menjelaskan bahwa pembahasannya dalam konferensi pers tersebut berkaitan dengan tema inflasi dan bukan bertujuan untuk menyudutkan kelompok tertentu.

Pernyataan tersebut, menurutnya, hanyalah contoh dalam diskusi tentang pola konsumsi masyarakat selama Ramadan.

“Tema utama pembahasan adalah inflasi. Soal umat Islam yang siang berpuasa dan malam makan banyak, itu sebenarnya hanya contoh. Tapi kalau hal itu dianggap salah, ya tidak apa-apa. Saya minta maaf jika ada yang merasa terluka,” jelas Vanath dikutip MPN INdonesia dari Media Center Provinsi Maluku.

Baca Juga:  Profil Irjen Ramdani Hidayat, Dankorbrimob Baru yang Gantikan Komjen Imam Widodo

Dampak Kebijakan Efisiensi Anggaran

Selain mengklarifikasi pernyataannya, Abdullah Vanath juga menyoroti dampak kebijakan efisiensi anggaran secara nasional terhadap pertumbuhan ekonomi di Maluku.

Ia menjelaskan bahwa penurunan dana transfer ke 11 kabupaten/kota di Maluku, termasuk ke pemerintah provinsi, berkontribusi pada pelambatan pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.

“Efisiensi secara nasional berakibat cukup besar, dana transfer di 11 Kabupaten/Kota termasuk di Pemerintah Provinsi, juga mengalami penurunan yang cukup tajam, itu memungkinkan terjadinya pelambatan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

“oleh karena itu saya ajak kita semua untuk berhemat termasuk didalam Bulan Suci Ramadan sampai Lebaran 1446 Hijriah, bahkan setelah itu, mari kita berusaha untuk hidup hemat,” imbuh Abdullah.

(AKM/NID/RAD)

Trending