Berita
Wagub Maluku Utara Minta Maaf usai Viral Sebut Orang Islam Penyebab Inflasi
Wagub Maluku, Abdullah Vanath minta maaf usai pernyataannya mengenai perilaku konsumtif umat Islam selama Ramadan viral.
Maluku, MPN Indonesia 12 Maret 2025 - Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath menyampaikan permintaan maaf usai pernyataannya mengenai perilaku konsumtif umat Islam selama bulan Ramadan viral di media sosial.
Dalam pernyataannya yang memicu kontroversi itu, Abdullah Vanath menyinggung kebiasaan umat Muslim yang berpuasa di siang hari tapi mengonsumsi banyak makanan pada malam hari.
Ia juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang tetap membeli baju baru dalam jumlah banyak meskipun memiliki keterbatasan finansial, yang menurutnya dapat memicu inflasi.
“Gubernur Maluku memberikan perhatian serius di bulan puasa, jadi orang Islam ini siang (mereka) tidak makan tapi malam makan banyak, uang tidak ada tapi baju baru banyak, keadaan seperti ini bisa menimbulkan inflasi,” kata Abdullah saat konferensi pers usai Rapat Pengendalian Inflasi Daerah di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (5/3).
Permintaan Maaf dan Klarifikasi
Merespons kritik yang muncul, Abdullah Vanath memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf pada Senin (10/3).
Ia menegaskan bahwa dirinya dan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa terbuka terhadap kritik dan menganggapnya sebagai bagian penting dari pengawasan jalannya pemerintahan.
Vanath meminta masyarakat untuk melihat pernyataannya dalam konteks yang lebih luas.
Ia menjelaskan bahwa pembahasannya dalam konferensi pers tersebut berkaitan dengan tema inflasi dan bukan bertujuan untuk menyudutkan kelompok tertentu.
Pernyataan tersebut, menurutnya, hanyalah contoh dalam diskusi tentang pola konsumsi masyarakat selama Ramadan.
“Tema utama pembahasan adalah inflasi. Soal umat Islam yang siang berpuasa dan malam makan banyak, itu sebenarnya hanya contoh. Tapi kalau hal itu dianggap salah, ya tidak apa-apa. Saya minta maaf jika ada yang merasa terluka,” jelas Vanath dikutip MPN INdonesia dari Media Center Provinsi Maluku.
Dampak Kebijakan Efisiensi Anggaran
Selain mengklarifikasi pernyataannya, Abdullah Vanath juga menyoroti dampak kebijakan efisiensi anggaran secara nasional terhadap pertumbuhan ekonomi di Maluku.
Ia menjelaskan bahwa penurunan dana transfer ke 11 kabupaten/kota di Maluku, termasuk ke pemerintah provinsi, berkontribusi pada pelambatan pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.
“Efisiensi secara nasional berakibat cukup besar, dana transfer di 11 Kabupaten/Kota termasuk di Pemerintah Provinsi, juga mengalami penurunan yang cukup tajam, itu memungkinkan terjadinya pelambatan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
“oleh karena itu saya ajak kita semua untuk berhemat termasuk didalam Bulan Suci Ramadan sampai Lebaran 1446 Hijriah, bahkan setelah itu, mari kita berusaha untuk hidup hemat,” imbuh Abdullah.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
