Connect with us

Viral

Sudah Sepekan, Polisi Belum Tetapkan Tersangka dalam Kasus Pengeroyokan Mahasiswa UKI hingga Tewas

Mahasiswa UKI kecewa atas lambatnya proses hukum kasus pengeroyokan yang menewaskan Kenzaha Walewangko. Polisi masih menyelidiki tanpa ada tersangka.

Logompn

Published

on

Sudah sepekan, polisi belum tetapkan tersangka dalam kasus pengeroyokan mahasiswa uki hingga tewas
Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus pengeroyokan mahasiswa UKI hingga tewas. Gambar: MPN Indonesia/Arie

MPN Indonesia 13 Maret 2025 - Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) mempertanyakan lambatnya proses hukum terhadap kasus pengeroyokan yang menewaskan Kenzaha Walewangko, 22 tahun, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UKI.

Hingga satu pekan setelah kejadian, pihak kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Seorang mahasiswa UKI yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekecewaannya terhadap penanganan kasus ini.

“Agak bingung juga melihat kerja dari polisi yang sangat lambat mengungkap tabir kematian mahasiswa Fisipol. Masa sudah lebih dari satu minggu polisi belum menetapkan tersangka,” ujarnya, kepada MPN Indonesia, pada Kamis (13/3).

Terduga Pelaku Masih Berada di Area Kampus

Sejumlah mahasiswa UKI juga menyoroti keberadaan terduga pelaku yang masih terlihat di lingkungan kampus, khususnya di kantin UKI yang berlokasi di sebelah Rektorat.

“Kami sering lihat terduga pelaku yang ikut mengeroyok korban ada di kantin. Mulai dari inisial THS dan GR, mahasiswa yang ikut mengeroyok bebas berada di dalam kampus,” ungkap mahasiswa tersebut.

Selain itu, kedua mahasiswa yang diduga terlibat dalam pengeroyokan disebut mendapatkan pengawalan dari sesama teman fakultasnya. Bahkan, ada kelompok dari salah satu etnis tertentu yang turut menjaga mereka.

“Mereka itu dijaga banget, baik dari sesama teman fakultasnya dan orang-orang dari salah satu suku tertentu yang saya tidak bisa sebutkan. Bahkan mereka itu kerap kali melihat gerak-gerik mahasiswa Fisipol,” lanjutnya.

Mahasiswa Fisipol Merasa Tidak Nyaman

Mahasiswa Fisipol mengaku merasa tidak nyaman dengan keberadaan terduga pelaku di lingkungan kampus.

Mereka juga mengungkap adanya intimidasi tidak langsung yang dirasakan saat berada di area kantin.

Baca Juga:  Viral! Pria Ngaku Aparat Todongkan Pistol ke Sopir Taksi Online, Korban Lapor Polisi

“Kalau seperti ini caranya, sama saja buat mahasiswa Fisipol tidak nyaman. Tolonglah polisi tangkap para pelaku yang terlibat, ini sudah lebih dari satu pekan belum ada yang ditangkap dan ditetapkan tersangka,” tegasnya.

Polisi Masih Melakukan Penyelidikan

Menanggapi hal ini, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicholas Lilipaly menyatakan bahwa kasus tewasnya Kenzaha Walewangko masih dalam tahap penyelidikan.

“Kasus itu masih dalam pendalaman dan penyelidikan, sampai saat ini sudah 23 orang yang telah diperiksa sebagai saksi,” ujar Nicholas, kepada MPN Indonesia, pada Kamis (13/3).

Kronologi Kejadian

Kasus pengeroyokan yang menyebabkan kematian Kenzaha Walewangko terjadi pada Selasa (4/3) pukul 20.00 WIB di area parkiran motor UKI, Cawang, Jakarta Timur.

Kenzaha, mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Fakultas Fisipol, dikeroyok oleh sejumlah mahasiswa dari fakultas lain.

Meskipun sudah lebih dari satu pekan sejak kejadian, hingga kini belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini.

Pihak kampus dan mahasiswa UKI berharap agar kepolisian segera mengungkap pelaku dan menegakkan hukum sesuai prosedur yang berlaku.

(AKM/NID/RAD)

Trending