Connect with us

Berita

IHSG Anjlok, Airlangga Lapor ke Prabowo Bahas Kondisi Ekonomi Nasional

Airlangga Hartarto melaporkan kondisi ekonomi nasional kepada Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/3).

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 19t135618.210
Airlangga Hartarto saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Selasa (18/3) | Gambar: Ig/@airlanggahartarto_official

MPN Indonesia 19 Maret 2025 - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan kondisi ekonomi nasional kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/3).

Salah satu poin utama dalam pertemuan tersebut adalah anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang mengalami penurunan signifikan.

“Tadi kami menyampaikan perkembangan perekonomian dan rencana terkait dengan kawasan ekonomi khusus. Tadi Bapak Presiden menyatakan terkait kawasan ekonomi khusus di Batang,” ujar Airlangga Hartarto dalam keterangannya ke awak media usai pertemuan.

IHSG Turun hingga 5,02 Persen

Pada perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun drastis sebesar 5,02 persen ke level 5.146, memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt.

Penurunan ini merupakan yang terbesar sejak pandemi Covid-19. Bahkan, IHSG sempat anjlok lebih dari 6,12 persen ke level 6.076 sebelum akhirnya BEI menutup sementara perdagangan saham.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan bahwa penghentian perdagangan dilakukan setelah IHSG mencapai ambang batas penurunan 5 persen.

“Dengan ini kami menginformasikan bahwa hari ini, Selasa, 18 Maret 2025 telah terjadi pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS),” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip MPN Indonesia dari Tempo.

Faktor Penyebab Penurunan IHSG

Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan IHSG tertekan.

Pertama, pasar sedang menanti hasil pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) pada 18-19 Maret 2025.

Kedua, investor juga menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Mendapat Penghargaan “Grand Cross of the Order of the Sun of Peru”

Selain itu, menurut Airlangga, beberapa grup usaha mengalami penurunan kinerja dalam laporan keuangan, yang menyebabkan aksi jual saham oleh investor.

“Ketiga, seperti biasa, ada laporan keuangan yang informasinya keluar, ada satu grup yang turunnya cukup dalam,” kata Airlangga.

Pemerintah Optimis terhadap Perekonomian Nasional

Dalam pertemuan dengan Prabowo, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah tetap optimistis terhadap fundamental ekonomi nasional.

“Pertama, tentu fundamental ekonomi kita kan kuat. Tentunya beberapa isu-isu yang dikembangkan itu tidak benar adanya. Diperjelas aja,” ujar Airlangga setelah pertemuan.

Selain membahas IHSG, Airlangga juga melaporkan perkembangan rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Prabowo memberikan perhatian khusus pada KEK Batang, yang sedang dalam tahap kerja sama dengan Fujian, Tiongkok, melalui skema Two Countries Twin Parks.

Investasi yang direncanakan untuk proyek ini mencapai Rp16 triliun.

Pemerintah juga mengupayakan optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung sektor produktif.

Prabowo mengarahkan agar revisi Keputusan Presiden (Keppres) mengenai KUR mencakup koordinasi lebih luas, dengan melibatkan Menteri Koordinator Bidang Pangan serta Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dalam komite terkait.

Di sisi lain, beberapa indikator ekonomi masih menunjukkan ketahanan ekonomi nasional.

Airlangga menyampaikan bahwa indeks keyakinan konsumen PMI pada Februari 2025 berada di level 53,6, pertumbuhan kredit Januari mencapai 10,3 persen, dan cadangan devisa tetap tinggi.

Neraca perdagangan hingga Februari 2025 juga mengalami surplus sebesar USD6,61 miliar.

 (AKM/NID/RAD)

Trending