Connect with us

Entertainment

Ditanya Onad soal Respons jika ada yang Pindah Agama, Habib Ja’far: Jangan Memprovokasi Jangan Intoleransi

Dalam podcast di YouTube Onad bertanya pada Habib Ja’far mengenai respons yang tepat jika ada orang yang jadi mualaf.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 21t163650.475
Habib Ja'far tanggapi pertanyaan Onad soal respons tepat saat ada orang yang memutuskan jadi mualaf | Gambar: YouTube/ Deddy Corbuzier

MPN Indonesia 1 April 2025 - Dalam podcast di YouTube Deddy Corbuzier, Onadio Leonardo alias Onad bertanya pada Habib Ja’far mengenai respons yang tepat jika ada orang yang jadi mualaf.

Onad mempertanyakan apakah umat Islam perlu bereuforia jika ada seseorang yang akhirnya memutuskan untuk memeluk Islam.

Menanggapi itu, Habib Ja’far menegaskan bahwa segala bentuk reaksi tidak boleh berlebihan dan harus tetap dalam koridor yang positif dan konstruktif.

“Jangan jelek-jelekin, memprovokasi, jangan kemudian intoleransi, pokoknya ya semuanya dirayakan secara positif dan konstruktif,” ujar Habib Jafar, dikutip MPN Indonesia dari YouTube Deddy Corbuzier, Selasa (1/4).

Tahapan dalam Islam

Habib Ja’far juga memberikan penjelasan tentang tingkatan dalam Islam, mulai dari Islam, iman, hingga ihsan.

Ia mengisahkan ilustrasi seorang Arab Badui yang baru masuk Islam dan mengaku telah beriman, namun ditegur dalam Al-Qur’an karena belum mencapai tingkatan iman.

Menurut Habib Ja’far, iman merupakan pondasi kedua setelah Islam.

“Iman itu juga punya level yang lebih tinggi dari Islam. Islam itu menjalankan semua, syahadat, salat, puasa, zakat, haji bagi yang mampu. Setelah itu menjalankan dengan keyakinan berupa iman atau tidak,” ujar Habib Ja’far.

Setelah itu, tingkatan selanjutnya adalah ihsan, yaitu kondisi spiritual tertinggi di mana seseorang menyadari kehadiran Tuhan dalam setiap aspek kehidupannya.

Tak Boleh Terlalu Bereuforia

Habib Ja’far menekankan, menanggapi seseorang yang memutuskan untuk berpindah agama tidak boleh dirayakan secara berlebihan.

Hal itu berlaku baik bagi orang yang masuk Islam ataupun yang memutuskan untuk keluar dari agama Islam.

“Soal ada yg murtad atau mualaf, segala sesuatu itu pertama tidak boleh berlebihan. Kalo sampe euforia terhadap masuknya orang Islam hingga berlebihan itu udah pasti engga baik, tetapi yang harus kita lakukan senang tentulah, bahagia. karena meyakini nikmat tertinggi itu adalah iman,” tegas Habib Ja’far.

Baca Juga:  Dinar Candy Tolak Bayaran Rp1 Miliar dari Pria Hidung Belang untuk Bercinta

(ELG/NID/RAD)

Trending