Connect with us

Selebriti

Dianggap ‘Telah Mati’, Anak Elon Musk yang Transgender Sindir Sang Ayah Lewat Video

Vivian Wilson menanggapi pernyataan Elon Musk yang menyebut dirinya telah “dibunuh oleh virus woke mind” dalam video satir di Instagram. Konflik keluarga ini memicu perdebatan.

Logompn

Published

on

Dianggap ‘telah mati’, anak elon musk yang transgender sindir sang ayah lewat video
Dianggap ‘Telah Mati’, Anak Elon Musk yang Transgender Sindir Sang Ayah Lewat Video. Gambar : Kolase Tangkapan Layar Instagram/@vivllainous

MPN Indonesia 4 April 2025 - Vivian Wilson, anak transgender dari tokoh dan figur publik Elon Musk, merespons pernyataan ayahnya yang menganggap dirinya telah meninggal melalui sebuah video yang diunggah di Instagram pada Minggu (23/3).

Sehari sebelumnya, Musk menulis di platform X bahwa anaknya, yang sebelumnya bernama Xavier sebelum berganti nama menjadi Vivian, telah “dibunuh oleh virus woke mind.”

Pernyataan itu muncul sebagai respons Musk terhadap tuduhan bahwa ia memberikan salam ala Nazi.

“Tepat sekali. Putra saya, Xavier, telah meninggal. Ia dibunuh oleh virus woke mind. Sekarang, virus woke mind akan mati,” tulis Elon Musk dalam komentar, dikutip MPN Indonesia melalui unggahan X @elonmusk & @spacesudoer, pada Rabu (26/3).

Ucapan Musk pun memicu reaksi dari Vivian Wilson, yang telah memutus hubungan dengan ayahnya sejak 2020.

Respons Langsung dari Vivian Wilson Melalui Media Sosial

Dalam video yang diunggah di Instagram, Vivian Wilson memulai dengan menampilkan tangkapan layar dari unggahan Musk di X.

Ia kemudian menyindir pernyataan sang ayah dengan mengatakan, “Aku terlihat cukup oke untuk orang yang sudah mati.”

Vivian menambahkan elemen satir dalam video tersebut dengan melakukan lip sync menggunakan audio dari Morgan McMichaels, yang dikenal dari acara RuPaul’s Drag Race All Stars 3.

Vivian, yang kini menetap di Tokyo sebagai mahasiswa, telah lama memiliki hubungan yang renggang dengan ayahnya.

Dalam wawancaranya yang dikutip oleh Rolling Stone, ia secara terbuka menyatakan tidak takut pada sosok Elon Musk meskipun dikenal sebagai tokoh berpengaruh dunia.

“Ia anak laki-laki yang menyedihkan. Mengapa saya harus merasa takut padanya? ‘Ohhh, ia memiliki begitu banyak kekuasaan.’ Tidak, tidak, tidak. Saya tidak peduli,” ujarnya.

Latar Belakang Konflik dan Pandangan Elon Musk

Konflik antara Elon Musk dan Vivian Wilson telah berlangsung sejak Vivian memutuskan untuk menjalani hidup sebagai transgender dan mengganti namanya dari Xavier menjadi Vivian Jenna Wilson.

Baca Juga:  Prabowo: Saya Ikut Dorong TNI ke Barak saat Reformasi

Elon Musk, yang dikenal luas sebagai pendiri dan CEO dari SpaceX serta Tesla, menyampaikan dalam biografinya berjudul Elon Musk bahwa ia percaya anaknya telah dicuci otak oleh lembaga pendidikan tempatnya bersekolah.

Elon Musk menuduh bahwa Crossroads School for Arts & Sciences di Santa Monica adalah sumber penyebaran apa yang ia sebut sebagai “virus woke mind,” dan menyebut Vivian sebagai “komunis.”

Menurutnya, pandangan anti-kapitalisme yang dianut oleh Vivian disebabkan oleh pengaruh ideologis dari kampus tersebut, yang disebut membuatnya memutus hubungan dengan keluarga, khususnya dengan Elon Musk sebagai figur ayah dan tokoh kaya raya.

Tanggapan Netizen dan Diskusi di Media Sosial

Diskusi terkait pernyataan Elon Musk dan video balasan dari Vivian Wilson turut menjadi bahan pembicaraan luas di media sosial.

Salah satu akun, @spacesudeoer, menulis sebuah cuitan yang kemudian mendapat balasan dari Elon Musk.

Dalam cuitan tersebut, tertulis, “Tidakkah orang-orang menyadari bahwa kita membenci Hitler bukan karena melakukan penghormatan yang aneh, tetapi karena membunuh jutaan orang? Apakah Elon telah membunuh satu orang saja? Tidak. Dan hanya karena putranya mengatakan sesuatu, itu belum tentu menjadi kenyataan.”

(ELG/NID/RAD)

Trending