Connect with us

Teknologi

Waspada! Modus Penipuan Baru Muncul di Google Maps

Google menghapus 10.000 listing palsu di Google Maps dan menggugat pelaku penipuan bisnis fiktif. Penipuan ini merugikan konsumen dan bisnis kecil di sektor darurat.

Logompn

Published

on

Waspada! modus penipuan baru muncul di google maps
Waspada! Modus Penipuan Baru Muncul di Google Maps. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 4 April 2025 - Google mengumumkan bahwa pihaknya telah menemukan ribuan listing tidak sah, termasuk bisnis fiktif, di platform Google Maps dan pada Rabu (19/3) resmi menggugat pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan penipuan ini.

Gugatan tersebut menyebut seorang pria yang bekerja dalam jaringan lebih besar, menciptakan dan menjual profil bisnis palsu di Google Maps.

Ribuan Listing Palsu Teridentifikasi

Penyelidikan dimulai dari laporan sebuah bisnis di Texas yang menemukan adanya tukang kunci tidak berlisensi yang menyamar sebagai mereka di Google Maps.

Google menyatakan bahwa temuan tersebut hanyalah “puncak dari gunung es”.

Setelah penyelidikan lebih lanjut, perusahaan mengungkap dan menghapus lebih dari 10.000 listing tidak sah, yang mencakup bisnis palsu serta akun sah yang telah diretas atau dibajak.

“Begitu kami mendapat informasi tentang penipuan yang sebenarnya, kami melakukan upaya besar-besaran untuk mengidentifikasi listing penipuan serupa,” ujar Halimah DeLaine Prado, penasihat umum Google, dikutip MPN Indonesia dari CBS News dalam wawancara di program “CBS Mornings Plus” pada Rabu (19/3).

Google menemukan bahwa banyak dari penipuan ini terjadi pada layanan yang disebut sebagai “sektor darurat”, layanan yang sering dibutuhkan dalam kondisi mendesak atau penuh tekanan, seperti tukang kunci atau jasa derek.

“Para penipu kini semakin canggih,” kata DeLaine Prado.

Taktik Penipuan dan Jaringan Global

Dalam gugatan tersebut, Google mengungkap bahwa para pelaku tidak bekerja sendiri, melainkan berkolaborasi dengan agen di berbagai belahan dunia dan menggunakan media sosial untuk menjangkau lebih banyak korban.

Baca Juga:  Buka Suara soal Kebocoran Data Warga, Pemprov Jabar: Itu Tidak Benar

Salah satu contoh dalam gugatan menunjukkan bahwa pelaku mempromosikan “ulasan bintang lima” yang dapat “mengakali pedoman Google” melalui sejumlah grup Facebook.

DeLaine Prado juga menjelaskan beberapa taktik yang digunakan dalam penipuan Google Maps.

Salah satunya adalah metode pancing dan ganti. Konsumen mencari layanan lokal, tetapi justru diarahkan ke listing palsu.

Dalam beberapa kasus lain, konsumen menelepon perusahaan resmi, tetapi panggilan tersebut diarahkan ke “layanan pengalihan prospek” yang kemudian menghubungkan mereka ke pelaku penipuan.

“Dalam kedua kasus, konsumen akhirnya terhubung dengan perusahaan yang sepenuhnya berbeda dari yang mereka kira,” ujarnya.

Setelah itu, penyedia layanan palsu akan datang dan menagih biaya yang jauh lebih tinggi dari estimasi awal.

Google mencatat bahwa penipuan ini menargetkan konsumen dalam kondisi rentan.

Dampak Terhadap Kepercayaan dan Ulasan Palsu

DeLaine Prado menyatakan, “Profil bisnis online sangat berharga bagi pelaku usaha, begitu juga bagi konsumen.”

Menurutnya, bisnis kecil dan menengah sangat mengandalkan listing tersebut untuk visibilitas dan promosi dari mulut ke mulut.

Namun, pelaku penipuan turut menjual ulasan positif palsu kepada bisnis lain sebagai cara untuk menutupi ulasan negatif yang sebenarnya.

“Konsumen menggunakan ulasan dalam listing tersebut untuk membuat keputusan apakah akan menggunakan suatu layanan atau tidak,” kata DeLaine Prado. Ia menambahkan, “Profil palsu dan ulasan palsu merusak kepercayaan terhadap ekosistem tersebut.”

Langkah Perlindungan dan Upaya Google

Google menegaskan bahwa profil bisnis palsu dilarang di Google Maps dan menyatakan telah menggunakan berbagai alat, mulai dari sistem otomatis hingga tim analis, untuk mengidentifikasi penipuan di platform.

Perusahaan mencatat bahwa pada tahun 2023, mereka berhasil menghapus atau memblokir sekitar 12 juta profil bisnis palsu, meningkat sekitar satu juta dari tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Disusupi Konten Judi Online, Komdigi Blokir Situs PeduliLindungi

Perusahaan juga menyatakan bahwa, “Google berencana menyumbangkan seluruh ganti rugi yang dimenangkan dalam kasus ini kepada organisasi yang bekerja memberantas penipuan.”

Tips untuk Menghindari Kejahatan Siber

Sebagai bentuk perlindungan diri dari kejahatan siber melalui Google Maps, DeLaine Prado menyarankan agar pengguna selalu memverifikasi URL dan nomor telepon bisnis sebelum menggunakan layanan.

“Berhenti sejenak, ambil waktu,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengguna harus waspada jika diminta informasi pribadi yang tidak relevan, seperti nomor jaminan sosial untuk hanya bergabung dalam daftar email.

Juga penting untuk berhati-hati jika diminta membayar melalui metode yang tidak biasa, seperti kartu hadiah atau transfer uang.

Penipuan yang terus berkembang di platform digital menuntut kewaspadaan lebih dari konsumen, sementara Google berupaya memperkuat sistem untuk menjaga kepercayaan pengguna terhadap platformnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending