Connect with us

Selebriti

Diteror, Zarry Hendrik Diminta Istri untuk Berhenti Main Medsos karena Getol Bela Rezim

Zarry Hendrik menghadapi teror terhadap keluarganya usai menyuarakan dukungan terhadap tindakan tegas pemerintah.

Logompn

Published

on

Diteror, zarry hendrik diminta istri untuk berhenti main medsos karena getol bela rezim
Zarry Hendrik mendapat tekanan usai mendukung tindakan tegas pemerintah. Gambar : Instagram/@zarhendrik

MPN Indonesia 5 April 2025 - Zarry Hendrik, seorang komika yang dikenal aktif menyuarakan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di media sosial, diminta oleh istrinya untuk berhenti menggunakan platform tersebut setelah keluarganya mengalami teror. 

Permintaan itu muncul sebagai respons atas meningkatnya tekanan dan ancaman yang mereka hadapi karena sikap politik Zarry yang kerap menuai kontroversi.

Permintaan ini mencuat setelah Zarry Hendrik mengunggah beberapa pernyataan yang mendukung tindakan tegas pemerintah terhadap aksi demonstrasi mahasiswa terkait revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI). 

Pernyataan Zarry ini menuai kritik dan bahkan label sebagai buzzer dari kalangan sesama komika, karena dianggap terlalu membela pemerintah secara ekstrem.

Pernyataan Zarry Hendrik yang Memicu Kontroversi

Melalui akun X pribadinya pada (24/5), Zarry Hendrik menyampaikan pandangannya bahwa pemerintah perlu lebih tegas dalam merespons aksi demonstrasi yang menolak revisi UU TNI. Ia menilai bahwa kericuhan yang terjadi terlalu berkepanjangan dan harus segera diatasi.

“Pemerintah agaknya perlu lebih tegas nih, karena kegaduhannya terlalu berlarut,” tulis Zarry dari X pribadinya, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (5/4)

Zarry juga menyebut adanya indikasi bahwa gerakan mahasiswa telah ditunggangi oleh provokator. Menurutnya, tindakan pemanggilan dekan dan rektor belum cukup efektif, dan diperlukan langkah yang lebih serius untuk menghadapi para penyusup tersebut.

“Resah dan gerah lihat mahasiswa gampang dihasut. Apa nih langkah-langkahnya? Panggil dekan dan rektor kemarin kurang cukup. Langkahnya mungkin harus sampai ke tingkat keseriusan merespons para provokator dan penyusup, dengan tegas,” lanjutnya.

Zarry Hendrik menambahkan bahwa sebagian besar pendukung pasangan Prabowo-Gibran, termasuk dirinya, adalah bagian dari “Silent Majority” yang selama ini bersikap tenang. 

Baca Juga:  Kepala Arie Untung Bocor saat Umrah, Begini Ceritanya!

Namun, ia memperingatkan bahwa jika pemerintah tidak bertindak tegas, kelompok ini bisa mengambil tindakan sendiri.

“Kami 02 voters kebanyakan silent majority. Kami tenang, sebagai pemenang. Jangan nanti makin tambah dari kami yang bereaksi, pemerintah juga yang repot nanti,” ujar Zarry.

Dampak Terhadap Kehidupan Pribadi

Aktivitas Zarry Hendrik di media sosial ternyata membawa konsekuensi serius dalam kehidupan pribadi artis tersebut. Ia mengaku bahwa keluarganya menjadi sasaran teror akibat pernyataan-pernyataan politik yang ia bagikan secara terbuka. 

Hal ini mendorong istrinya untuk meminta agar ia menghentikan kegiatannya di media sosial guna menghindari risiko lebih lanjut terhadap keamanan mereka.

“Sayang kamu off twitter dulu bisa gak. Capek aku block” orang & apus apus comment. Kaya udah gausah di ladenin aja,” istri Zarry yang kirim pesan ke dirinya.

Zarry pun mengikuti arahan dari sang istri “Kalo udah Istri yang minta, baiklah. Izin rehat dulu buat yang sebarisan. Jaga Bapak. Salam,” ujarnya.

Meskipun Zarry selama ini cukup aktif membela kebijakan pemerintah, tekanan dari lingkungan sekitar dan situasi yang dihadapi keluarganya membuat situasi menjadi lebih kompleks. Ia menyadari bahwa komunikasi dua arah yang baik antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk meredakan ketegangan yang terjadi.

Respons Terhadap Pemerintah dan Kritik Publik

Di tengah meningkatnya kritik publik terhadap pemerintah terkait kebijakan kontroversial, seperti revisi UU TNI, Zarry Hendrik memilih untuk tetap mendukung pemerintahan Prabowo Subianto.

Baca Juga:  Denny Sumargo Desak Kasus Ojol yang Tewas Dilindas Mobil Brimob Diusut Tuntas

Namun, Zarry juga menekankan pentingnya pemerintah membuka ruang dialog dengan masyarakat, terutama dalam menghadapi ketidakpuasan yang disuarakan melalui demonstrasi.

Sementara itu, dukungan Zarry terhadap pemerintah terus menuai perdebatan di media sosial. Ia dianggap sebagian pihak sebagai simbol keberpihakan yang ekstrem dan tidak objektif, bahkan dijuluki sebagai buzzer oleh rekan-rekannya sendiri. 

Meski demikian, Zarry tetap berpegang pada pendiriannya, walau kini harus mempertimbangkan kembali aktivitas daringnya demi keselamatan keluarga.

(ELG/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending