Connect with us

Ekonomi

Indonesia Berpotensi Rugi Triliunan, Imbas Tarif Impor Baru AS Terhadap Produk Ekspor

Kebijakan tarif impor baru AS dapat rugikan ekspor Indonesia hingga Rp15 triliun.

Logompn

Published

on

Indonesia berpotensi rugi triliunan, imbas tarif impor baru as terhadap produk ekspor
Kebijakan tarif impor AS bisa berdampak pada jutaan tenaga kerja di sektor tekstil Indonesia yang bergantung pada ekspor ke Amerika Serikat. Gambar : AFP/Brendan Smialowski

MPN Indonesia 8 April 2025 - Kebijakan baru dari Amerika Serikat (AS) yang menaikkan tarif impor terhadap berbagai produk dari negara mitra dagang diperkirakan berdampak langsung pada sektor ekspor Indonesia. 

Nilai ekspor Indonesia ke AS yang cukup besar menempatkan negara tersebut sebagai mitra dagang utama yang strategis.

Nilai Ekspor Indonesia ke Amerika Serikat

Berdasarkan pemantauan MPN Indonesia dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Selasa (8/4), nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat pada tahun 2023 mencapai USD 28 miliar.

Angka tersebut menjadikan AS sebagai mitra dagang terbesar kedua Indonesia setelah Tiongkok. Produk utama yang dikirim ke AS antara lain pakaian jadi, alas kaki, produk tekstil, karet, furnitur, dan komponen elektronik.

Pakaian jadi mencatat kontribusi ekspor lebih dari USD 3,5 miliar atau sekitar 49% dari total ekspor pakaian Indonesia. Jika terjadi penurunan permintaan akibat kenaikan tarif sebesar 20–30%, potensi kerugian dari sektor ini bisa mencapai USD 700 juta hingga 1 miliar. Estimasi ini setara dengan Rp11 hingga Rp15 triliun.

Ketergantungan Industri Terhadap Pasar AS

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mencatat bahwa lebih dari 2.000 perusahaan tekstil dan produk tekstil di Indonesia beroperasi dengan orientasi ekspor. 

Sebagian besar perusahaan tersebut bergantung pada pesanan dari perusahaan mode dan retail asal Amerika Serikat.

Sektor tekstil dan produk tekstil diketahui menyerap lebih dari 3 juta tenaga kerja langsung di Indonesia. Kenaikan tarif yang memengaruhi volume ekspor dapat berdampak pada operasional perusahaan-perusahaan tersebut.

Dampak Potensial pada Sektor Lain

Di luar sektor pakaian jadi, produk ekspor Indonesia lainnya yang rentan terdampak adalah alas kaki, furnitur, dan komponen elektronik. Seluruh sektor ini memiliki ketergantungan tinggi pada pasar Amerika Serikat.

Baca Juga:  Pernikahan Jeff Bezos dan Laura Sanchez Tuai Pro-Kontra di Venesia

Penurunan ekspor juga berpotensi memengaruhi nilai tukar rupiah, karena akan mengurangi pasokan devisa yang berasal dari perdagangan internasional. 

Berdasarkan estimasi dalam laporan, nilai kerugian dari sektor manufaktur dan rantai pasok dalam negeri bisa mencapai puluhan triliun rupiah apabila kebijakan tarif dari AS berlaku dalam jangka panjang.

Arah Kebijakan Perdagangan Amerika Serikat

Kebijakan tarif impor ini merupakan bagian dari perubahan kebijakan perdagangan Amerika Serikat terhadap negara mitra dagangnya. Tokoh dan figur publik seperti Donald Trump sebelumnya dikenal menerapkan pendekatan yang serupa dalam kebijakan perdagangan selama masa pemerintahannya.

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari dinamika perdagangan internasional yang melibatkan penyesuaian strategi ekspor dan hubungan dagang antarnegara. 

Perubahan dalam kebijakan tarif AS menjadi perhatian bagi pelaku ekspor yang memiliki ketergantungan tinggi pada pasar tersebut.

(AKM/NID/RAD)

Trending