Connect with us

Berita

Pendapatan Driver Ojek dan Taksi Online Meningkat Selama Lebaran, Meski Dihadang Tantangan Tarif dan Potongan Aplikasi

Musim Lebaran 2025 membawa berkah bagi driver online. Pesanan naik, pendapatan meningkat hingga 100%, meski tetap hadapi tantangan aplikasi dan cuaca.

Actress 1299250

Published

on

Pendapatan driver ojek dan taksi online meningkat selama lebaran, meski dihadang tantangan tarif dan potongan aplikasi
Cerita driver ojek online saat Lebaran. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 10 April 2025 - Musim Lebaran membawa cerita beragam bagi para pengemudi transportasi daring.

Dua di antaranya adalah Rian, seorang driver ojek online, dan Sofyan, seorang sopir taksi online.

Keduanya membagikan pengalaman mereka dalam menghadapi lonjakan permintaan, perubahan tarif, hingga tantangan beroperasi di tengah tradisi mudik Lebaran.

Lonjakan Penumpang dan Tingginya Permintaan Jasa

Rian menuturkan bahwa jumlah pesanan di awal bulan Ramadan sempat menurun, terutama pada pagi hari.

Namun, mulai minggu kedua hingga menjelang akhir puasa, pesanan meningkat pesat. Menurutnya,

“Puncak ramainya orderan terjadi di minggu ketiga dan keempat, terutama untuk jasa pengiriman makanan atau hampers (GoSend),” ujar Rian kepada MPN Indonesia pada Rabu (9/4).

Hal serupa terjadi pada Sofyan, yang menyatakan bahwa pesanan penumpang meningkat hampir dua kali lipat.

“Selain ada lonjakan harga, penumpang cukup banyak, sedangkan driver ojol yang aktif beroperasi terbatas karena libur Lebaran,” ujarnya kepada MPN Indonesia pada Rabu (9/4).

Pendapatan Pengemudi Online Alami kenaikan dari 50 hingga 100 Persen

Kedua pengemudi merasakan dampak positif dari lonjakan permintaan saat Lebaran.

Rian mengakui pendapatannya naik hingga 50 persen dibandingkan hari biasa, sedangkan Sofyan bahkan menyebut peningkatannya bisa mencapai 100 persen.

Meski demikian, Sofyan menyoroti potongan dari pihak aplikasi yang cukup besar, mengurangi pendapatan bersih yang diperolehnya.

Tetap Bekerja di Hari H Lebaran

Baik Rian maupun Sofyan memilih tetap bekerja di Hari H Lebaran.

Baca Juga:  Kronologi Siswi SMA Tewas Tertemper Kereta di Stasiun Jurangmangu

“Saya tetap kerja karena biasanya ada kenaikan tarif di hari H,” ungkap Rian.

“Ini momen yang dapat diandalkan bagi kami untuk menutupi sepinya orderan selama puasa. Meskipun sebenarnya ingin berkumpul bersama keluarga, kesempatan ini sayang dilewatkan,” ujar Sofyan.

Cuaca, Kemacetan, hingga Potongan Aplikasi menjadi Tantangan

Rian menjelaskan bahwa tantangan utama saat Lebaran tahun ini lebih terasa pada cuaca yang panas di siang hari.

Di sisi lain, kemacetan biasanya terjadi menjelang waktu berbuka puasa.

Sofyan pun menambahkan bahwa untuk arus mudik dan balik, kondisi lalu lintas masih tergolong padat meski tidak separah tahun-tahun sebelumnya berkat libur yang lebih panjang.

Ia juga menyoroti potongan dari aplikasi yang dianggap “cukup mencekik” terutama saat tarif tengah naik.

Harapan untuk Peningkatan Kesejahteraan Driver

Keduanya berharap pihak aplikasi dapat memberikan kebijakan yang lebih adil dan mendukung kebutuhan driver.

Selain insentif khusus saat Lebaran, driver juga memerlukan perlindungan pendapatan di luar musim puncak seperti Lebaran.

“Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi, bukan hanya saat Lebaran saja,” tutur Rian menutup ceritanya.

Dengan meningkatnya permintaan di musim Lebaran, para driver ojek dan taksi online memanfaatkan momentum ini untuk menjadi peluang bagi mereka dalam meningkatkan penghasilan.

(RAD/NID)

Trending