Connect with us

Olahraga

Dibantai Korea Utara 6-0, Timnas U-17 Dinilai Gagal Atasi Tekanan Sejak Awal Laga

Kekalahan 6-0 Timnas U-17 dari Korea Utara dinilai akibat tekanan awal dan lemahnya pertahanan, jadi evaluasi penting menuju Piala Dunia U-17 2025.

Logompn

Published

on

Dibantai korea utara 6 0, timnas u 17 dinilai gagal atasi tekanan sejak awal laga
Dibantai Korea Utara 6-0, Timnas U-17 Dinilai Gagal Atasi Tekanan Sejak Awal Laga. Gambar : Dok. PSSI

MPN Indonesia 16 April 2025 - Timnas Indonesia U-17 harus menerima kekalahan telak dari Korea Utara dengan skor 6-0 pada pertandingan Piala Asia U-17 2025 yang berlangsung pada Senin (14/4).

Menurut pengamat sepak bola nasional, Faqih Iqmi atau yang akrab disapa Bung Faqih, kekalahan ini disebabkan oleh kegagalan Timnas dalam mengatasi tekanan sejak awal pertandingan.

Tekanan penuh yang dilancarkan oleh Korea Utara dari menit pertama disebut-sebut sebagai titik kritis yang membuat performa Timnas Indonesia U-17 tidak berkembang.

Gol Cepat Meruntuhkan Mental Bertanding

Pertandingan dimulai dengan dominasi penuh dari tim Korea Utara. Dalam beberapa menit pertama, dua gol cepat berhasil disarangkan ke gawang Indonesia, salah satunya melalui skema tendangan sudut.

Menurut Bung Faqih, hal ini memiliki dampak signifikan terhadap kondisi mental para pemain Indonesia, termasuk sang kapten tim, Evandra.

“Tekanan penuh yang diberikan dari awal pertandingan oleh Korea Utara membuat permainan Timnas tidak berkembang. Dua gol cepat kian memperburuk mental Evandra dan teman-temannya,” ujar Bung Faqih saat dihubungi tim MPN Indonesia, pada Rabu (16/4).

Bung Faqih menjelaskan bahwa gol cepat dari corner kick Korea Utara secara langsung merusak mental bertanding pemain Timnas Indonesia U-17.

Ia menambahkan bahwa kegagalan keluar dari tekanan di babak pertama menyebabkan tim asuhan Nova Arianto tidak mampu menunjukkan performa seperti di babak kualifikasi grup sebelumnya.

“Dengan gol cepat corner kick Korea Utara di pertandingan tersebut, merusak mental bertanding anak-anak Timnas. Gagal keluar dari tekanan di babak pertama membuat Timnas tidak tampil lepas seperti di kualifikasi grup,” jelasnya.

Baca Juga:  Jadwal Laga Timnas Indonesia U-20 vs Iran di Piala Asia 2025

Evaluasi Aspek Teknis dan Strategi

Selain faktor mental, kelemahan di sektor pertahanan juga menjadi sorotan. Bung Faqih menekankan perlunya peningkatan dalam komunikasi antar pemain dan penguatan chemistry dalam tim.

Hal ini dinilai menjadi aspek paling lemah dari permainan Indonesia dalam pertandingan melawan Korea Utara.

“Menurut saya, pertebal pertahanan, karena sangat terlihat dari pertandingan lawan Korea Utara kurang komunikasi, kurangnya chemistry yang ada di tim mungkin bisa diperbaiki oleh coach Nova Arianto,” ungkapnya.

Analisis teknis ini menunjukkan bahwa selain tekanan lawan, kelemahan struktural di tubuh Timnas Indonesia U-17 turut berkontribusi terhadap kekalahan tersebut.

Kurangnya koordinasi dan kekompakan tim menjadikan lini pertahanan rentan terhadap serangan cepat lawan.

Bekal Menuju Piala Dunia U-17

Meski mengalami kekalahan telak di Piala Asia U-17 2025, Bung Faqih menyatakan bahwa pertandingan ini tetap menjadi pembelajaran penting bagi skuad Indonesia.

Menurutnya, pengalaman menghadapi tekanan tinggi dapat menjadi bekal menuju turnamen berikutnya, termasuk Piala Dunia U-17.

Ia menyarankan agar Timnas menambah frekuensi pertandingan uji coba guna memperkuat chemistry antar pemain.

“Pelajaran selama di Piala Asia menjadi bekal buat Timnas U-17 ke Piala Dunia. Bagaimana bertanding dengan tekanan tinggi. Tambah pertandingan uji coba, semoga chemistry semakin terbentuk, coach Nova mendapatkan racikan dan strategi terbaiknya, dan Indonesia U-17 bisa menjadi kuda hitam di Piala Dunia nanti,” tutup Bung Faqih.

Langkah Strategis untuk Performa Masa Depan

Dengan hasil evaluasi tersebut, Timnas Indonesia U-17 diharapkan segera melakukan pembenahan menyeluruh jelang turnamen selanjutnya.

Fokus utama diarahkan pada peningkatan kekompakan tim, komunikasi antar lini, serta peningkatan kesiapan mental dalam menghadapi tekanan kompetitif tingkat internasional.

(AKM/NID/RAD)

Baca Juga:  Biodata Dafa Al Gasemi, Penjaga Gawang Muda Timnas U-17 yang Sempat Bikin Australia Kewalahan

Trending