Selebriti
Ternyata Ini Alasan Najwa Shihab Cuma Punya Satu Anak
Najwa Shihab ungkap alasan hanya miliki satu anak, setelah kehilangan putrinya, Namia, yang meninggal 3 jam usai lahir akibat komplikasi kehamilan.
MPN Indonesia 23 April 2025 - Najwa Shihab, jurnalis dan presenter senior yang dikenal kritis dalam wawancara dengan tokoh-tokoh penting nasional, mengungkap sisi pribadi yang mendalam mengenai kehidupannya sebagai seorang ibu.
Dalam sebuah podcast bertema Hari Kartini: Between Us, Women, yang disiarkan melalui kanal YouTube Najwa Shihab pada Senin (21/4), Najwa berbagi pengalaman pahit yang menjadi alasan mengapa dirinya hanya memiliki satu anak.
Kejadian yang Menjadi Titik Balik
Pengakuan ini disampaikan Najwa Shihab ketika berbincang bersama Luna Maya, penyanyi Rossa, dan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.
Ia menyebut kehilangan anak keduanya sebagai masa paling berat dalam hidupnya.
Anak perempuan yang diberi nama Namia itu hanya bertahan hidup selama tiga jam setelah dilahirkan.
“My biggest struggle waktu aku kehilangan bayi perempuanku. Hal itu mengubah diriku,” ujar Najwa dalam podcast tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (23/4).
Perjuangan Selama Kehamilan
Kehilangan tersebut tidak datang tanpa perjuangan. Najwa mengisahkan bahwa selama proses kehamilan, ia harus menjalani perawatan intensif dan bed rest total di rumah sakit.
Kondisinya mengharuskannya tetap berada di tempat tidur tanpa boleh melakukan aktivitas fisik sedikit pun.
“Waktu Namia meninggal itu, berat banget, karena aku usaha banget untuk dapatkan anak kedua. Dan hamilnya itu berat banget, aku harus bed rest di rumah sakit. Aku harus di tempat tidur, nggak boleh turun. Aku melakukan segalanya. Aku baca semua buku tentang bayi yang akan lahir, soal bayi prematur, alami gangguan jantung. Aku baca semua itu,” jelas Najwa.
Masalah Ketuban yang Kompleks
Selama masa kehamilan, Najwa menghadapi kondisi medis serius, yaitu kebocoran ketuban yang terus terjadi.
Setiap minggu, dokter harus melakukan prosedur penyuntikan cairan tambahan untuk menjaga janin tetap hidup dalam kandungan.
“Jadi ketubanku itu selalu merembes. Seminggu sekali ada prosedur dokter harus selalu nyuntik, masukin air supaya cukup, supaya bayiku bisa (hidup),” ungkapnya.
Meski telah menjalani berbagai prosedur medis dan upaya maksimal, Najwa harus merelakan kepergian anak keduanya yang lahir prematur pada usia kandungan tujuh bulan.
Perasaan Kehilangan dan Proses Menerima
Rasa kehilangan yang mendalam membawa Najwa pada fase emosi yang sangat berat.
Ia mengaku sempat merasa marah dan kecewa, meski akhirnya berusaha menerima kenyataan tersebut dengan ikhlas.
“Aku marah, karena aku sempat nazar, kalau bayiku hidup aku akan puasa nggak berhenti-henti. Aku akan salat malam nggak berhenti. Aku ada fase marah, untuk bisa sampai akhirnya ikhlas itu panjang. Pas Naima nggak ada aku kerja gila,” pungkas Najwa.
(ELG/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
