Connect with us

Internasional

Cincin Kepausan Paus Fransiskus Akan Dihancurkan, Ini Alasannya

Cincin kepausan Paus Fransiskus akan dihancurkan setelah wafatnya sebagai bagian dari tradisi Vatikan.

Logompn

Published

on

Cincin kepausan paus fransiskus akan dihancurkan, ini alasannya
Penghancuran cincin Paus Fransiskus dilakukan untuk menandai akhir masa jabatan Paus. Gambar : REUTERS/Guglielmo Mangiapane

MPN Indonesia 24 April 2025 - Paus Fransiskus telah meninggal dunia pada Senin (21/4). Dengan wafatnya Paus Fransiskus, rangkaian ritual panjang yang sarat simbolisme pun dimulai, termasuk penghancuran cincin kepausan, yang menandai berakhirnya kekuasaan seorang Paus.

Proses Ritual Setelah Wafatnya Paus

Tradisi dimulai dengan konfirmasi resmi kematian oleh Kepala Departemen Kesehatan Vatikan. Setelah itu, Camerlengo, pejabat yang mengambil alih tanggung jawab administratif sementara Vatikan selama masa sede vacante, mengambil alih. 

Saat ini, jabatan Camerlengo dipegang oleh Kardinal Kevin Joseph Farrell, yang ditunjuk oleh Paus Fransiskus pada 2019.

Camerlengo bertugas menghapus dan menghancurkan cincin kepausan, juga dikenal sebagai cincin nelayan (fisherman’s ring), dari jari Paus. 

Cincin ini memiliki gambar Santo Petrus serta nama sang Paus, menjadi simbol otoritasnya. Berdasarkan pemantauan MPN Indonesia yang dilansir dari The New York Times, “Cincin ini digunakan oleh Paus untuk menyegel dokumen, dan dihancurkan dengan palu upacara untuk mencegah pemalsuan,” 

Penempatan Jenazah dan Persiapan Pemakaman

Jenazah Paus Fransiskus kemudian dipindahkan ke kapel pribadinya dan dikenakan jubah merah khas kepausan serta mitra uskup berwarna putih. 

Sesuai tradisi yang disederhanakan olehnya tahun lalu, jenazah akan disemayamkan di Basilika Santo Petrus selama beberapa hari agar umat dapat memberikan penghormatan terakhir.

Sebelumnya, Paus dimakamkan dalam tiga peti mati, kayu cemara, timah, dan kayu ek. Namun, Paus Fransiskus memilih satu peti kayu berlapis seng. Ia juga meminta agar tidak ditempatkan di atas panggung tinggi seperti para pendahulunya, menandai perubahan yang signifikan dalam tata cara pemakaman.

Baca Juga:  Profil Yuka, Suami Aya Balqis yang Diduga Selingkuh dengan Jule

Peran Camerlengo dan Kardinal dalam Masa Sede Vacante

Masa sede vacante, yakni kekosongan takhta, dimulai segera setelah kematian Paus. Dalam masa ini, camerlengo dan para kardinal memiliki peran penting. Mereka menyegel ruangan kerja dan tempat tinggal Paus, serta mengatur logistik pemakaman dan pemilihan Paus baru.

Sebelum pemakaman, sekitar 252 kardinal diundang untuk menghadiri misa publik yang dipimpin oleh Dekan Dewan Kardinal, Kardinal Giovanni Battista Re. Ini sekaligus menandai awal dari proses pemilihan Paus pengganti. Tradisi tersebut tetap dilakukan secara rahasia dan tertutup, untuk menjaga keteraturan transisi.

Keinginan Paus untuk Dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore

Berbeda dari mayoritas Paus yang dimakamkan di Basilika Santo Petrus atau katakombanya, Paus Fransiskus telah menyatakan keinginannya untuk dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore. Ia dikenal sering berdoa di sana di hadapan ikon Perawan Maria, menjadikannya tempat yang sangat pribadi dan bermakna dalam kehidupan rohaninya.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending