Connect with us

Politik

Presiden Prabowo Tebar Benih Padi Gunakan Drone Pertanian di Sumatra Selatan

Presiden Prabowo tanam padi serentak di 14 provinsi, dorong ketahanan pangan nasional lewat teknologi drone dan modernisasi pertanian.

Logompn

Published

on

Presiden prabowo tebar benih padi gunakan drone pertanian di sumatra selatan
Presiden Prabowo Tebar Benih Padi Gunakan Drone Pertanian di Sumatra Selatan. Gambar : Instagram/@sekretariat.kabinet

MPN Indonesia 24 April 2025 - Presiden Prabowo Subianto memimpin kegiatan tanam padi secara serentak di 14 provinsi Indonesia, dengan pusat pelaksanaan di Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatra Selatan, pada Rabu (23/4).

Inisiatif ini merupakan bagian dari program percepatan tanam dalam rangka memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional, serta menjadi bagian dari kampanye Gerakan Indonesia Menanam (Gerina).

Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo langsung meninjau area pengembangan lahan yang sebelumnya berupa rawa tidak produktif.

Kini, lahan tersebut telah direklamasi menjadi area sawah seluas 105 hektare yang memanfaatkan teknologi pertanian modern.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mencoba langsung penggunaan teknologi drone pertanian DJI Agras T40 untuk proses penebaran benih padi.

Penerapan Teknologi Drone Pertanian

Dalam demonstrasi langsung, Presiden Prabowo menggunakan drone pertanian untuk menyebar benih padi di area sawah yang telah dikembangkan.

Teknologi ini, menurutnya, memberikan efisiensi signifikan dalam proses tanam padi.

Ia menyampaikan bahwa dengan teknologi ini, satu unit drone mampu menjangkau hingga 25 hektare lahan dalam sehari.

“Tadi saya sendiri mencoba, kaget juga saya untuk pertama kali mengendalikan drone itu yang menyebarkan, menebarkan benih. Ini ternyata bisa 1 hari 25 hektare. Yang tadinya 1 hektare kalau pakai tenaga manusia 25 hari, sekarang 25 hektare 1 hari,” ujar Presiden Prabowo, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Presiden RI, pada Kamis (24/4).

Teknologi drone pertanian ini menjadi bagian dari strategi modernisasi sektor pertanian nasional, yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada metode konvensional dan meningkatkan produktivitas petani.

Baca Juga:  Samsung Electronics Bantah Gunakan Foto Dua Lipa di Kardus TV Tanpa Izin

Gerakan Indonesia Menanam dan Visi Ketahanan Pangan

Kegiatan tanam padi serentak ini termasuk dalam inisiatif nasional Gerakan Indonesia Menanam (Gerina), yang bertujuan mempercepat produksi pangan dan mendukung cita-cita Indonesia menjadi negara swasembada pangan.

Presiden menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia akan mampu memimpin dalam revolusi hijau global.

“Nanti Indonesia akan memimpin revolusi hijau kedua di dunia, yang tadinya banyak yang tidak percaya, tidak yakin, sekarang di depan mata kita, kita sedang melihat ini benar-benar sangat mungkin dan akan terwujud cita-cita kita. Indonesia tidak hanya swasembada pangan, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia,” kata Presiden Prabowo.

Tak hanya itu, ia juga mengapresiasi kontribusi para petani dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam program ini.

Presiden menegaskan bahwa petani merupakan ujung tombak dalam menciptakan ketahanan pangan nasional.

“Semuanya bahu-membahu dari semua daerah kita angkat kemampuan kita, kita angkat penerimaan yang didapat oleh para petani kita. Para petani kita adalah kelompok produsen, kelompok yang menghasilkan pangan untuk seluruh bangsa Indonesia. Kalau pangan kita aman, negara aman,” jelasnya.

Dukungan dari Tokoh dan Figur Publik

Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo turut didampingi oleh sejumlah tokoh dan figur publik yang mendukung program ketahanan pangan nasional.

Hadir antara lain Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, dan Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar.

Presiden juga menegaskan komitmennya untuk terus mengupayakan pemerataan kemakmuran melalui penguatan sektor pertanian.

Ia menekankan bahwa hasil dari upaya tersebut kini telah terlihat secara nyata di lapangan.

“Ada yang mengatakan ekonomi Indonesia bagus hanya di atas kertas, tidak, di depan mata ekonomi kita di depan mata, ekonomi kita kuat dan akan lebih kuat lagi, kita berjuang,” tutup Presiden.

Baca Juga:  Tunda Jadwal Terbang ke Australia, Prabowo Pimpin Rapat Khusus di Pangkalan TNI AU

(AKM/NID/RAD)

Trending