Connect with us

Kriminal

Pelaku Pelecehan Seksual Siswi di Jakarta Timur adalah Guru Ekskul

Guru ekstrakurikuler di Jaktim diduga lakukan pelecehan seksual terhadap siswi. Kasus ditangani Unit PPA, korban alami trauma dan sudah jalani visum.

Logompn

Published

on

Pelaku pelecehan seksual siswi di jakarta timur adalah guru ekskul
Pelaku Pelecehan Seksual Siswi di Jakarta Timur adalah Guru Ekskul. Gambar: MPN Indonesia/Arie

MPN Indonesia 24 April 2025 - Seorang guru ekstrakurikuler di sebuah sekolah menengah atas swasta di Jakarta Timur dilaporkan ke pihak berwajib atas dugaan pelecehan seksual terhadap salah satu siswinya.

Pelaku berinisial EP (27) dilaporkan pada Rabu sore (23/4) ke Polres Metro Jakarta Timur oleh korban dan kuasa hukumnya.

Kasus kriminal ini kini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Timur.

Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual

Korban berinisial N (16) adalah siswi dari sekolah tempat EP mengajar dan juga menjadi pembina kegiatan ekstrakurikuler.

Berdasarkan keterangan kuasa hukum korban, Herlin Muryanti, pelaku diduga memanipulasi korban dengan janji-janji dan bujuk rayu.

“Modus yang dilakukan oleh pelaku adalah memberikan janji-janji, bujuk rayu serta iming-iming kepada korban seperti suara korban yang bagus, lalu korban akan dibimbing nyanyi hingga dijanjikan akan dibimbing sampai kelas 3 SMA,” ujar Herlin kepada MPN Indonesia di Mapolres Metro Jakarta Timur, Rabu (23/4).

Herlin menjelaskan bahwa korban diajak keluar oleh pelaku pada (12/2).

Awalnya, EP menyarankan korban meminta izin menginap di rumah seorang teman berinisial B.

Namun, pelaku justru menjemput korban dan membawanya ke sebuah hotel di kawasan Jakarta Timur.

“Korban diminta berbohong kepada orang tuanya untuk menginap di rumah teman korban, padahal tidak menginap melainkan korban jalan dengan pelaku,” jelas Herlin.

Tindakan Pelecehan dan Dampaknya terhadap Korban

Puncak kasus kriminal ini terjadi saat korban dibawa ke hotel. Pelaku diduga mencoba melakukan tindakan tidak senonoh.

Korban sempat menolak, namun keesokan paginya pelaku tetap diduga melakukan pelecehan seksual meskipun korban melawan.

Baca Juga:  Komdigi Ancam Blokir Grok AI terkait Konten Deepfake Asusila

“Meski ada perlawanan, namun tenaga korban kalah dengan pelaku hingga akhirnya peristiwa itu terjadi,” tambah Herlin.

Pasca kejadian tersebut, korban menunjukkan perubahan perilaku yang drastis, baik di rumah maupun di sekolah. Herlin mengatakan korban menjadi pendiam dan enggan berbicara.

Informasi mengenai kejadian ini pertama kali disampaikan korban kepada teman dekatnya, B, sebelum akhirnya sampai ke orang tua korban.

“Korban berubah drastis pasca kejadian itu, meski ditanya oleh orang tua namun korban tidak cerita, barulah kepada B korban akhirnya cerita hingga terbongkar apa yang dialami korban oleh gurunya sendiri,” jelas Herlin.

Penanganan Polisi dan Pemeriksaan Lanjutan

Setelah laporan resmi diterima, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani visum.

Pemeriksaan psikologis juga dijadwalkan dilakukan pada Kamis (24/4) guna mendukung proses penyelidikan.

(ARI/NID/RAD)

Trending