Internasional
AS Ajak China Turunkan Tarif Secara Bersamaan demi Perbaikan Hubungan Dagang
Amerika Serikat ajak China turunkan tarif impor secara serentak untuk meredakan perang dagang.
MPN Indonesia 25 April 2025 - Amerika Serikat (AS) menyerukan penurunan tarif secara bersama-sama dengan China dalam upaya mengurangi ketegangan dalam hubungan perdagangan bilateral. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, pada Kamis (24/4), menyusul spekulasi mengenai kemungkinan pemotongan tarif secara sepihak oleh Washington.
Berdasarkan pemantauan MPN Indonesia dari Yahoo Finance, Scott Bessent menegaskan bahwa langkah tersebut tidak akan diambil secara sepihak dan bahwa pengurangan tarif hanya akan dilakukan melalui kesepakatan bersama antara kedua negara.
Pernyataan Resmi Pemerintah AS
Scott Bessent menanggapi laporan yang sebelumnya diterbitkan oleh Wall Street Journal, yang menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump mempertimbangkan untuk memangkas tarif impor terhadap produk asal China ke level 50–60 persen. Ia dengan tegas membantah informasi tersebut, menekankan bahwa tidak ada kebijakan sepihak yang akan diberlakukan dalam upaya de-eskalasi perang dagang.
“Tidak ada tawaran sepihak dari presiden untuk melakukan de-eskalasi, sama sekali tidak,” ujar Bessent.
Skala Tarif Perdagangan Saat Ini
Dalam beberapa waktu terakhir, AS telah menerapkan tarif hingga 145 persen terhadap barang-barang impor dari China.
Jika digabungkan dengan bea tambahan, total tarif bisa mencapai 245 persen untuk sejumlah produk tertentu.
Sebagai bentuk respons, pemerintah China memberlakukan tarif balasan sebesar 125 persen atas barang-barang asal Amerika Serikat.
Situasi ini mencerminkan ketegangan yang masih tinggi dalam hubungan perdagangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia.
Kedua pihak telah saling menaikkan bea masuk sebagai bagian dari perang dagang yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
Ajakan untuk Penurunan Tarif Secara Serentak
Menteri Keuangan AS menyampaikan bahwa baik pihak Amerika Serikat maupun China menyadari bahwa kondisi tarif saat ini tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, ia memperkirakan bahwa akan muncul langkah bersama untuk menurunkan tarif tersebut secara serentak.
“Saya pikir kedua belah pihak sama-sama merasa tingkat tarif saat ini tidak berkelanjutan, jadi saya tak akan terkejut jika tarif diturunkan secara bersama-sama,” kata Scott Bessent.
Dampak Terhadap Pasar Keuangan
Pernyataan Scott Bessent juga mempengaruhi dinamika pasar saham di AS. Ketika laporan tentang kemungkinan pemotongan tarif sepihak pertama kali muncul, saham-saham AS sempat mengalami lonjakan pada awal perdagangan hari Rabu.
Namun, bantahan resmi dari Bessent segera meredam antusiasme tersebut dan menstabilkan pergerakan pasar.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
