Connect with us

Viral

Viral! Delegasi Masyarakat Adat RI Ditegur Keamanan PBB usai Diduga Provokasi Indonesia

Sekelompok diaspora Indonesia di forum PBB ditegur usai dianggap memprovokasi.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 25t155009.926
Perwakilan Indonesia Ditegur Keamanan PBB usai Diduga Lakukan Provokasi | Gambar: Ig/@nehe_mia3

MPN Indonesia 26 April 2025 - Teguran terhadap sekelompok diaspora Indonesia di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terjadi setelah mereka membawa simbol kemerdekaan untuk tiga daerah di Indonesia.

Insiden ini terjadi di forum United Nations Permanent Forum on Indigenous Issues (UNPFII) yang dilangsungkan pada (21/4).

Aksi Diaspora di Forum UNPFII

Insiden bermula ketika sekelompok diaspora Indonesia yang mengatasnamakan daerah Aceh, Maluku, dan Papua menghadiri forum UNPFII dan membawa poster bertuliskan “Free Aceh”, “Free Maluku”, dan “Free Papua”.

Aksi tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh akun media sosial @nehe_mia3, dan kemudian viral.

“Dari pihak pemerintah Indonesia melaporkan ke PBB bahwa ada masyarakat Aceh, Maluku, dan Papua mengikuti sidang From masyarakat adat (Pribumi) yg di wakili masing-masing daerah dari 3 wilayah ini,” demikian keterangan unggahan @nehe_mia3, dikutip MPN Indonesia pada Jumat (25/4).

“Katanya memprovokasi. Dengan Tulisan FREE di selembaran kertas itu,” imbuhnya.

Dalam rekaman tersebut, terlihat para diaspora membawa atribut yang menyerukan kemerdekaan dari Indonesia.

Tindakan para diaspora ini langsung mendapat perhatian dari otoritas keamanan PBB. Mereka kemudian ditegur dan diminta untuk keluar dari area forum.

Peneguran dilakukan karena forum tersebut merupakan forum resmi yang hanya diperuntukkan bagi utusan dari negara anggota PBB atau pihak yang terdaftar secara resmi.

Respons Netizen

Unggahan ini langsung menimbulkan berbagai reaksi dari netizen. Banyak yang menyayangkan tindakan orang yang mengatasnamakan Aceh, Papua, dan Maluku itu.

“Faktanya mereka bukan orang sana, dan cuma berpakaian adat dari sana, jelas ada upaya memecahbelah bangsa ini,” kata netizen.

“Saya Anak Daerah Maluku Hidup di Maluku sudah 55 tahun tidak pernah Meminta FREE MALUKU karena saya CINTA NKRI,” tulis warganet.

Baca Juga:  Waduh! Ada 6 Tanggul di Jakut yang Mulai Bocor, Salah Satunya di Muara Baru

“Kapasitasnya apa dia disana…,” saut yang lain.

(AKM/NID/RAD)

Trending