Connect with us

Internasional

Tendang Taylor Swift, Lucy Guo jadi Miliarder Wanita Termudia di Dunia karena Perusahaan Teknologi

Lucy Guo resmi depak Taylor Swift sebagai miliarder wanita termuda di dunia.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 29t114812.645
Lucy Guo | Gambar: Ig/@guoforit

MPN Indonesia 29 April 2025 - Lucy Guo resmi menggantikan Taylor Swift sebagai miliarder wanita termuda di dunia yang merintis usahanya sendiri.

Dikutip MPN Indonesia dari VN Express, Guo yang kini berusia 30 tahun, mengumpulkan kekayaan senilai USD1,25 miliar berkat keterlibatannya di sektor kecerdasan buatan (AI) dan teknologi.

Tinggal di Florida

Lucy Guo saat ini tinggal di One Thousand Museum di Miami, Florida, gedung kondominium mewah yang juga dihuni oleh David Beckham.

Ia pernah menceritakan dalam wawancara dengan The New York Post bahwa ia tidak menyadari sempat berbagi lift dengan Beckham beberapa kali.

Selain kehidupan sosialnya yang aktif, Guo dikenal memiliki disiplin tinggi dalam kebugaran.

Ia rutin menjalani latihan intensitas tinggi di Barry’s Bootcamp setiap pagi, menggabungkan lari di treadmill dan latihan beban.

Pada awal April 2025, Guo merayakan penyelesaian sesi ke-3.000-nya di Barry’s, membagikan pencapaiannya melalui akun Instagram pribadinya.

Perjalanan Awal Guo di Dunia Teknologi

Lucy Guo dibesarkan di Fremont, California, oleh orang tua imigran asal China yang berprofesi sebagai insinyur listrik.

Sejak usia muda, Guo menunjukkan ketertarikan besar pada dunia teknologi, melihatnya sebagai jalan cepat untuk keluar dari kesulitan ekonomi yang ia alami di masa kecil.

Berbekal dorongan untuk menghasilkan uang sendiri, ia mulai belajar pemrograman secara otodidak saat masih di sekolah menengah.

Guo kemudian melanjutkan pendidikan di Carnegie Mellon University, mengambil jurusan ilmu komputer dan interaksi manusia-komputer.

Namun, dorongan untuk berwirausaha membuatnya meninggalkan kuliah pada 2014 demi bergabung dengan Thiel Fellowship, program yang mendukung pengusaha muda membangun startup.

Baca Juga:  Jokowi Sambut Prabowo di Solo, Sampaikan Doa dan Harapan untuk Indonesia

Mendirikan Scale AI

Setelah menyelesaikan Thiel Fellowship, Guo bekerja sebagai desainer produk di platform Quora, di mana ia bertemu dengan Alexandr Wang.

Pada 2016, keduanya mendirikan Scale AI, perusahaan yang menyediakan layanan pelabelan data untuk pelatihan model kecerdasan buatan.

Scale AI berkembang pesat, mendapatkan klien besar seperti Cruise, Tesla, pemerintah Amerika Serikat, hingga OpenAI.

Guo dan Wang menggabungkan tenaga kerja manusia dan pembelajaran mesin untuk mempercepat pelabelan data, dengan manusia mengoreksi kesalahan AI.

Keberhasilan ini membuat keduanya masuk daftar Forbes Under 30 pada 2018. Namun, perbedaan pendapat soal arah perusahaan menyebabkan Wang mengambil alih penuh operasional.

Sementara itu, Guo meninggalkan perusahaan namun tetap mempertahankan hampir 5% saham.

Langkah Baru Bersama Passes

Setelah meninggalkan Scale AI, Guo mendirikan Backend Capital, sebuah dana ventura kecil untuk mendukung startup tahap awal.

Salah satu investasinya, yaitu di Ramp, kini bernilai USD13 miliar. Tidak berhenti di sana, ia kembali membangun perusahaan baru bernama Passes.

Passes adalah platform yang membantu kreator dan selebritas memonetisasi interaksi dengan penggemar melalui langganan, siaran langsung, panggilan video satu lawan satu, serta toko daring.

Passes mengintegrasikan kecerdasan buatan dengan mengembangkan avatar AI dari para kreator.

Avatar ini memungkinkan penggemar berinteraksi dengan representasi digital dari tokoh dan figur publik favorit mereka. Meskipun avatar tersebut ditandai jelas sebagai AI, popularitasnya meningkat pesat.

Passes berhasil menarik kemitraan dengan selebritas seperti Olivia Dunne, Shaquille O’Neal, dan DJ Kygo, serta mencetak pendapatan tahunan hingga delapan digit.

Kontroversi Seputar Platform Passes

Kesuksesan Passes tidak lepas dari kontroversi. Pada Maret 2025, platform ini menghadapi gugatan hukum terkait dugaan keberadaan konten tidak pantas yang melibatkan anak di bawah umur.

Baca Juga:  Ratu Belanda Resmi Terdaftar sebagai Tentara Cadangan Negaranya Sendiri

Meskipun demikian, perusahaan dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan mengklaim telah mengambil tindakan untuk melarang serta menghapus semua konten dari kreator di bawah umur.

Seorang juru bicara Passes menyatakan kepada Forbes, “Setiap upaya untuk mengaitkan dugaan pelanggaran pihak ketiga dengan Passes adalah tidak berdasar dan semata-mata bertujuan menyeret Passes dan pendirinya, Lucy Guo, dalam proses hukum.”

(ADN/NID/RAD)

Trending